Banten

Badai Kritik Hantam Menteri Keuangan Purbaya: Remehkan '17+8 Tuntutan Rakyat', BEM UI Tuntut Pencopotan!

Saeful Anwar | 10 September 2025, 07:03 WIB
Badai Kritik Hantam Menteri Keuangan Purbaya: Remehkan '17+8 Tuntutan Rakyat', BEM UI Tuntut Pencopotan!

AKURAT BANTEN-Gelombang demonstrasi kembali menyapu ibu kota. Kali ini, sorotan tajam mengarah ke Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang baru menjabat.

Aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil, yang dipimpin oleh BEM UI, mendesak Presiden Prabowo Subianto segera mencopotnya.

Apa pemicunya? Pernyataan kontroversial Purbaya yang dianggap meremehkan "17+8 Tuntutan Rakyat".

Baca Juga: Fakta Mengejutkan dari BPBD Serang: Sungai Ciujung, Benarkah Habitat Buaya? Ini Yang Wajib Tahu!

Kronologi Kontroversi: Pernyataan yang 'Menyakiti Hati Rakyat'

Demonstrasi yang berlangsung di depan Gedung DPR RI, Senayan, pada Selasa (9/9), menjadi panggung bagi kekecewaan publik.

Diallo Hujanbiru, Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI, dengan tegas mengecam ucapan Purbaya.

"Baru satu hari dia menjabat sebagai menteri dia sudah langsung menyatakan pernyataan yang luar biasanya mengecewakan, luar biasanya menyakitkan bagi masyarakat karena dia mengecilkan suara masyarakat," ujar Diallo.

Ia menambahkan, pernyataan tersebut tidak hanya menyakiti hati rakyat, tetapi juga dianggap meremehkan penderitaan dan penindasan yang selama ini mereka alami.

Bagi mahasiswa, tuntutan ini bukan sekadar daftar, melainkan cerminan dari kegagalan negara dalam memenuhi hak-hak dasar dan melindungi rakyat.

Baca Juga: Polisi Tangkap Dua Warga Negara Asing Asal Tiongkok, Sindikat Pencurian Senilai Rp45 Miliar Terbongkar

Tak Hanya Purbaya: Kritik Juga Menyasar Wiranto dan Kapolri

Dalam orasinya, BEM UI juga menyoroti sosok lain di lingkaran kekuasaan. Wiranto, Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan, turut menjadi sasaran.

Pernyataannya yang menyebut bahwa memenuhi tuntutan rakyat akan "repot" dinilai menunjukkan ketidakmampuan.

"Nggak usah bernegara, pak kalau repot, banyak orang yang lebih kompeten dari anda," sindir Diallo.

Lebih lanjut, tuntutan juga diarahkan pada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

BEM UI menyerukan agar Kapolri diganti dengan sosok yang lebih kompeten dan mengedepankan nilai kemanusiaan.

Baca Juga: Tangis Pecah Sri Mulyani Saat Pamit, Dihantui Kenangan dan Kebijakan Kontroversial: Mengapa Sang Menteri Menangis?

Permintaan Maaf Menteri Purbaya: Salah Ngomong, Minta Maaf

Di tengah badai kritik, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka suara. Ia menyampaikan permintaan maaf atas kekeliruan dalam penyampaiannya.

Purbaya mengklarifikasi bahwa maksud ucapannya sama sekali bukan untuk meremehkan rakyat.

Sebaliknya, ia berargumen bahwa ketika ekonomi tertekan, justru banyak masyarakat yang terdampak dan hal itulah yang memicu aksi demonstrasi.

"Kalau kemarin salah ngomong, saya minta maaf," ujarnya usai bertemu dengan Presiden Prabowo.

Purbaya mengaku terkejut pernyataannya viral, namun ia melihatnya sebagai proses pembelajaran untuk memperbaiki komunikasi publik.

Ia menegaskan komitmennya untuk memulihkan ekonomi nasional dan memperluas lapangan kerja (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman