Banten

Tragedi Ojol Tertabrak Rantis Brimob, Istana Tekankan Polisi Harus Usut Tuntas

Moehamad Dheny Permana | 29 Agustus 2025, 17:50 WIB
Tragedi Ojol Tertabrak Rantis Brimob, Istana Tekankan Polisi Harus Usut Tuntas

Akurat Banten - Kericuhan dalam aksi unjuk rasa di kawasan Senayan, Jakarta, kembali memunculkan catatan kelam.

Seorang pengendara ojek online (ojol) diduga menjadi korban setelah terlindas kendaraan taktis milik Brimob, jenis Barracuda, saat aparat berusaha membubarkan massa.

Peristiwa yang terjadi pada Kamis malam di Jalan Penjernihan I, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat itu sontak menyita perhatian publik setelah rekaman video warga tersebar luas di media sosial.

Dalam rekaman terlihat rantis tersebut melaju kencang setelah menabrak korban, hingga membuat sejumlah pengendara dan warga mengejar kendaraan tersebut sampai ke Jalan Layang Non-Tol Casablanca.

Korban, seorang pria, dikabarkan sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Namun kabar yang beredar, nyawanya tidak tertolong setibanya di ruang gawat darurat.

Merespons kejadian tersebut, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang juga menjadi Juru Bicara Presiden, menegaskan bahwa kepolisian harus segera melakukan penyelidikan menyeluruh.

“Kami meminta aparat kepolisian untuk tetap sabar, bekerja penuh kehati-hatian, dan memberikan perhatian khusus pada kasus ini,” ujar Prasetyo.

Baca Juga: Pemerintah Kebut Kajian UU Haji, Keputusan soal Kementerian Tunggu Presiden

Ia menambahkan, Istana menaruh perhatian besar terhadap peristiwa tersebut.

“Sekecil apapun jika ada kejadian seperti ini, tentu kita semua menyesalkan dan berharap tidak terulang,” sambungnya.

Prasetyo juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas insiden yang menimbulkan korban jiwa itu.

Situasi di lapangan sendiri memang sempat memanas sejak siang hari.

Aksi unjuk rasa yang awalnya terkonsentrasi di depan Gedung DPR/MPR/DPD RI berkembang menjadi bentrokan antara massa dan aparat kepolisian di berbagai titik sekitar Senayan.

Polisi yang berupaya membubarkan kerumunan dengan gas air mata dan water cannon mendapat perlawanan balik berupa lemparan batu, petasan, hingga botol kaca.

Bentrok pun meluas hingga ke Jalan Penjompongan, Bendungan Hilir, KS Tubun Petamburan, dan kawasan Palmerah.

Di tengah kondisi yang tak terkendali itulah insiden nahas rantis Brimob melindas seorang ojol terjadi.

Publik kemudian mendesak agar peristiwa itu tidak ditutup-tutupi dan aparat bertanggung jawab penuh.

Sementara itu, informasi yang diperoleh wartawan menyebut Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri dijadwalkan memberikan keterangan resmi di RSCM, Jakarta Pusat, sekitar pukul 23.00 WIB.

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian belum mengeluarkan pernyataan detail mengenai kronologi maupun identitas korban.

Baca Juga: Ojol Tewas Terlindas Rantis Brimob, HMI-PMII Tangerang Gelar Shalat Ghaib dan Aksi ke Istana

Namun tekanan dari masyarakat semakin menguat seiring dengan viralnya video yang beredar.

Pengamat keamanan menilai, kasus ini bisa memperburuk kepercayaan publik terhadap aparat bila tidak ditangani secara transparan.

Kondisi ini juga dikhawatirkan memperpanjang eskalasi konflik antara demonstran dengan polisi, yang sejak beberapa hari terakhir sudah menunjukkan tren mengkhawatirkan.

Masyarakat kini menunggu langkah nyata kepolisian untuk mengusut kasus ini secara profesional.

Bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga demi memulihkan kepercayaan publik yang tengah goyah.

“Yang jelas kami ingin semua pihak bisa menahan diri. Tugas utama kita adalah menjaga situasi tetap kondusif,” tegas Prasetyo.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.