Profesionalisme Dalam Proyek Jembatan Plawad 2 Kota Tangerang Diragukan

AKURAT BANTEN - Profesionalisme pembangunan proyek Jembatan Plawad 2 yang berada di depan perumahan Puri Beta 1, Jalan Hos Cokroaminoto, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, sejak awal diragukan pelaksaaannya.
Selain lambatnya dimulai pengerjaan jembatan yang bertujuan untuk mengantisipasi banjir oleh Dinas PUPR Provinsi Banten itu, buruknya koordinasi dengan instansi serta aparat setempat menjadi membuat bingung masyarakat.
Hal tersebut pun membuat minim informasi kepada masyarakat yang kesehariannya melintasi jalan protokol di Kota Tangerang tersebut. Sehingga banyak warga yang tak mengetahui seperti apa desain serta spesifikasi Jembatan Plawad 2 itu.
Baca Juga: Wali Kota Tangerang Sewa Mobil Listrik Hingga Rp1,4 Miliar, Menambah Krisis Legitimasi Politik
“Nggak tahu, kalau akan ada pengerjaan pembangunan jembatan. Saya kira hanya perbaikan jalan saja,” ujar warga Ciledug, Radit (35), Minggu (3/8/2025).
Hal senada juga dirasakan oleh Dhea (30). Warga Kecamatan Larangan yang biasa berangkat kerja menggunakan Transjakarta dan roda dua ini mengaku benar-benar tidak tahu jika akan ada pengerjaan tersebut.
“Oh, mau ada pengerjaan pembangunan jembatan. Saya baru tahu ini. Berarti akan macet banget dong, seperti waktu proyek Jembatan Sasak di depan Puri Beta II tahun lalu,” ucap Dhea.
Baca Juga: Ketua RT dan RW di Tangerang Ditangkap Usai Diduga Memeras Pemborong Proyek SMP Negeri
Minim Koordinasi Hingga Pengerjaan Molor 1 Bulan Lebih
Pantauan Akurat Banten, terdapat papan proyek Dinas PUPR Provinsi Banten itu dengan keterangan mulai dari nama pengerjaan, yaitu Pembangunan Jembatan Pelawad 2, Kota Tangerang dengan penyedia jasa CV Mulai Arinda.
Adapun paket pekerjaan yang menggunakan sumber dana APBD 2025 metode pemilihan Tender senilai Rp6.716.064.000, dengan konsultan pengawas PT Kreasi Tekniktama Konsultan tanggal kontrak 1 Juli 2025, dengan waktu kerja 167 hari kalender.
Untuk mengetahui lebih jelas terkait proyek tersebut, Kepala Dinas (Kadis) PUPR Provinsi Banten Arlan serta Kadis Perhubungan Kota Tangerang, Ahmad Suhaely belum juga merespon sejak dikonfirmasi melalui aplikasi pesan WhatsApp, Jumat (1/8/2025).
Baca Juga: Wali Kota Tangerang Sewa Mobil Listrik Hingga Rp1,4 Miliar, Menambah Krisis Legitimasi Politik
Sementara, Kadis PUPR Kota Tangerang Taufik Syahzaeni mengakui jika tidak mengetahui teknis secara detail tentang bagaimana pengerjaan proyek Provinsi Banten tersebut.
“Untuk hari kerjanya kita tidak tahu. Karena itu sudah ditangan kontraktor. Kontaknya sih sudah. Tinggal mereka kerjakan saja,” kata Taufik saat dikonfirmasi.
Terkait molornya pengerjaan jembatan tersebut, Taufik pun mengetahuinya. Namun, kapan pelaksanaan proyek tersebut, ia mengaku tidak mengetahuinya.
Baca Juga: Turnamen Golf dan Realitas Warga Kota Tangerang : Di Mana Kepekaan Sosial Pemerintah?
“Iya. Kalau dari keterangan papan proyek itu dimulai pada tanggal 1 Juli. Tapi sampai sekarang belum dimulai, ya,” kata Taufik.
Pengakuan senada juga diungkapkan oleh Kanit Lantas Polsek Ciledug, AKP Marlintje yang tidak mengetahui pasti kapan akan dilaksanakan proyek Jembatan Plawad 2 itu.
“Katanya sih Senin. Tapi kalau dari keterangan papan proyek dimulai 1 Juli, dia melenceng. Tapi memang belum ada koordinasi lagi untuk informasi selanjutnya,” terang Marlintje.
Baca Juga: Revitalisasi Pasar Anyar Berantakan. Lalu Bagaimana Sachrudin Bangun Kota Tangerang?
Sebagai Polisi Wanita (Polwan) yang nantinya akan berjibaku bersama anggota lainnya untuk mengatur lalu lintas, yang pastinya akan terjadi kemacetan itu mengaku telah survey lokasi.
“Karena ada separator yang akan dibuka dan taman yang harus dibongkar, untuk melakukan rekayasa lalu lintas seperti contra flow. Jadi harus dirapikan dulu semuanya,” terangnya.
Begitu pun yang dikatakan oleh Camat Larangan, Nasrullah. Pihaknya mengaku belum mengetahui lebih lanjut terkait pelaksanaan Jembatan Plawad 2 tersebut.
Baca Juga: Imbas Anjloknya KA Argo Bromo, 20 Kereta Lintas Selatan Tujuan Jakarta Dibatalkan
“Untuk kapannya sih kurang tahu ya. Katanya sih awal Agustus. Kita juga masih menunggu, untuk menginformasikan kepada masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, Nasrullah pun menyesalkan terkait Dinas PUPR Kota Tangerang yang juga tidak mengetahui informasi jelas tentang Jembatan Plawad 2 yang ada di wilayah Kota Tangerang.
“Ya, seharusnya kan Dinas PUPR mendapatkan laporan lengkap mulai dari teknis dan spesifikasi Jembatan Plawad 2. Kan ini ada di wilayah kita, jadi harus saling komunikasi dong,” tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









