Banten

Revitalisasi Pasar Anyar Berantakan. Lalu Bagaimana Sachrudin Bangun Kota Tangerang?

Irsyad Mohammad | 31 Juli 2025, 21:15 WIB
Revitalisasi Pasar Anyar Berantakan. Lalu Bagaimana Sachrudin Bangun Kota Tangerang?

AKURAT BANTEN - Revitalisasi Pasar Anyar yang belum lama ini dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, dinilai jauh dari ekspektasi. Para pedagang tak mendapat kenyamanan, melainkan kekhawatiran. 

Alih-alih mendapatkan apresiasi dari masyarakat, Sachrudin, sebagai Wali Kota Tangerang yang baru saja terpilih malah dibanjiri berbagai keluhan dari para pedagang. 

Sebelum melaksanakan rapat evaluasi penataan Pasar Anyar, Sachrudin yang meninjau ke dalam gedung langsung dihampiri para pedagang. Beraneka ragam keluhan didengarkannya. 

Baca Juga: Perpustakaan Era Baru, AI Jadi Mitra Cerdas Tingkatkan Pengalaman Membaca

Mulai dari atap yang bocor, banjir ketika hujan, terkait zonasi lapak pedagang, hingga persoalan pedagang kaki lima (PKL) yang belum juga ditertibkan. 

“Kalau menata Pasar Anyar aja ga bisa, bagaimana bisa bangun Kota Tangerang,” celetuk salah satu pedagang yang terlihat kesal lantaran penataan lapak pedagang kacau dan berpotensi merugikannya. 

Kamuflase PP URBAN Perbaiki Kebocoran 

Seperti yang ungkapkan perwakilan Paguyuban Pasar Anyar Kota Tangerang, Gufron Sulaiman. Keluhan para pedagang semakin banyak lantaran titik kebocoran semakin bertambah. 

Baca Juga: Hakim Tantang Nikita Bawa Bukti ke Aparat Hukum, Tudingan Main Mata dengan Jaksa Mencuat

“Sebagai main Kontraktor, PT. PP URBAN tidak pernah untuk memperbaikinya. Hanya sekadar menutup-nutupi saja,” kata Gufron, Kamis (31/7/2025). 

Sehingga, para pedagang mendesak Pemkot Tangerang dapat menekan PP URBAN untuk segera memperbaikinya, sebelum masa perawatan habis di bulan September nanti. 

“Sementara kami Paguyuban akan memantau dalam 1 minggu kedepan, apakah akan ada perbaikan dari PP URBAN,” ungkapnya. 

Baca Juga: MUI : Pemkot Tangerang dan Oknum Aparat Pura-Pura Buta, Lihat Prostitusi Dibawah Umur Semakin Marak

Jika ternyata tidak ada aksi perbaikan, ia mengaku akan beraksi kembali demi kepentingan pedagang, agar tidak dizalimi. 

“Intinya kami menuntut janji Wali Kota Tangerang terkait pembersihan PKL di jalan sekitar Pasar Anyar,” tandasnya. 

Pada kesempatan itu, Sachrudin juga mengajak sejumlah perangkat daerah agar dapat memperhatikan dari berbagai hal. Mulai dari evaluasi zonasi pedagang, persoalan drainase dan pengelolaan sampah, penataan parkir kendaraan, hingga keberadaan PKL di luar area pasar.

"Pasar Anyar sudah mulai difungsikan kembali pasca serah terima berita acara beberapa waktu lalu. Kini kami lakukan evaluasi menyeluruh, karena kenyamanan pedagang dan masyarakat adalah prioritas utama,” ucap Sachrudin.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.