Banten

Perpustakaan Era Baru, AI Jadi Mitra Cerdas Tingkatkan Pengalaman Membaca

Moehamad Dheny Permana | 31 Juli 2025, 20:57 WIB
Perpustakaan Era Baru, AI Jadi Mitra Cerdas Tingkatkan Pengalaman Membaca

Akurat Banten - Transformasi digital perlahan mengubah wajah perpustakaan.

Tak hanya jadi tempat sunyi penuh rak buku, kini perpustakaan mulai berbenah menjadi ruang interaktif yang menggabungkan pengetahuan, teknologi, dan personalisasi layanan.

Salah satu terobosan paling menonjol adalah penerapan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Dalam sebuah seminar bertajuk "Perpustakaan dan Kecerdasan Artifisial: Transformasi Layanan di Era Digital" yang digelar di Jakarta, Ketua Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi DKI Jakarta, Irma Irawati Ibrahim menyoroti pentingnya adopsi AI demi menjawab kebutuhan pembaca masa kini yang makin dinamis.

"Yang paling gampang dan sering terlihat itu fitur rekomendasi buku. Tapi dampaknya luar biasa untuk pengalaman pengguna," jelas Irma.

Baca Juga: Beras Bermasalah Marak di Pasar, Pemerintah Siapkan Langkah Tegas Usai Temuan Mengejutkan

Menurutnya, sistem rekomendasi yang ditenagai AI mampu menyarankan bacaan yang relevan berdasarkan riwayat pencarian atau minat pengguna.

Seperti saat kita menonton di platform streaming dan langsung disuguhkan film yang serupa dengan tontonan sebelumnya begitulah cara AI bekerja di perpustakaan masa kini.

“Lebih personal, lebih tepat sasaran. Pengguna tidak perlu lagi tanya petugas atau mengisi form preferensi secara manual,” imbuhnya.

Namun, AI di perpustakaan bukan hanya soal rekomendasi buku.

Teknologi ini membuka banyak kemungkinan baru, seperti pencarian informasi berbasis Natural Language Processing (NLP) yang memungkinkan pengunjung cukup mengetikkan pertanyaan dalam bahasa sehari-hari.

Sistem akan memahami dan memberikan hasil yang sesuai.

“Bayangkan kamu chat lewat WhatsApp ke perpustakaan, dan chatbot bisa menjawab dengan bahasa yang benar-benar mirip manusia. Inilah keunggulan NLP yang sekarang mulai dikembangkan,” ujar Irma.

Pemanfaatan AI juga terlihat dalam pengelolaan koleksi.

Baca Juga: Polrestabes Makassar Musnahkan Narkoba Rp16 Miliar: Mulai dari Sabu hingga Ganja Dibakar

Berdasarkan perilaku peminjaman, sistem bisa otomatis memberi saran kepada pengelola untuk menambah atau mengurangi jenis buku tertentu.

 Ini akan membuat perpustakaan semakin adaptif terhadap kebutuhan pengunjung.

Sementara itu, Suryanto, Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Dispusip DKI Jakarta, menegaskan bahwa teknologi seharusnya tidak hanya dipakai untuk mempercepat proses, tapi juga memperluas makna dan fungsi perpustakaan.

“Kami percaya AI bukan cuma alat bantu mempercepat layanan. Ia juga memperkuat posisi perpustakaan sebagai pusat inovasi dan pembelajaran sepanjang hayat,” kata Suryanto.

Ia mengakui, perpustakaan kini berada dalam arus perubahan besar.

Teknologi informasi dan AI menjadi pemicu utama pergeseran paradigma ini.

Maka tak heran bila pengelola dituntut untuk terus berinovasi dan beradaptasi.

Menurutnya, perpustakaan bukan lagi tempat ‘serius’ yang hanya dikunjungi menjelang ujian.

Baca Juga: MUI : Pemkot Tangerang dan Oknum Aparat Pura-Pura Buta, Lihat Prostitusi Dibawah Umur Semakin Marak

“Kita ingin menciptakan ekosistem yang ramah teknologi dan tetap humanis. Kombinasi ini yang akan membuat masyarakat kembali mencintai perpustakaan,” katanya.

Dengan langkah-langkah ini, perpustakaan bertransformasi dari tempat penyimpanan buku menjadi pusat pembelajaran yang hidup, cerdas, dan relevan dengan kebutuhan generasi digital.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.