Banten

Wapres Gibran: AI Bukan Ancaman, Tapi Alat Peningkatan Kreativitas

Moehamad Dheny Permana | 18 Maret 2025, 08:57 WIB
Wapres Gibran: AI Bukan Ancaman, Tapi Alat Peningkatan Kreativitas

Akurat Banten - Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming, menegaskan bahwa kemajuan teknologi, terutama dalam bidang Artificial Intelligence (AI), tidak seharusnya dilihat sebagai ancaman.

Dalam acara buka puasa bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia di Jakarta, Senin 17 Maret 2025, Gibran menyampaikan bahwa teknologi ini justru berperan sebagai alat untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas manusia, bukan menggantikan peran manusia itu sendiri.

"AI jangan dianggap sebagai ancaman, sebagai pengganti manusia, karena sekali lagi AI adalah tools untuk meningkatkan kreativitas," ujar Gibran dengan tegas.

Baca Juga: Indonesia Berduka: Mat Solar, Sang Ikon Bajaj Bajuri, Tutup Usia di Usia 62 Tahun

Pernyataan tersebut menjadi pesan utama dalam diskusi yang dihadiri oleh sejumlah pengusaha muda di Tanah Air.

Menurut Gibran, teknologi seperti AI justru akan memberikan peluang lebih besar bagi manusia untuk berkembang.

Ia menyatakan bahwa manusia yang mampu memanfaatkan AI akan memiliki keunggulan dibandingkan dengan mereka yang tidak memanfaatkannya.

Baca Juga: Polda Banten Siapkan Strategi Rekayasa Lalu Lintas Antisipasi Lonjakan Kendaraan Menuju Pelabuhan Merak

"AI tidak akan menggantikan manusia, AI ini sangat penting sekali karena manusia yang gunakan AI mengalahkan manusia yang tidak menggunakan AI," tambahnya.

 Gibran juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi, terutama bagi generasi muda Indonesia.

Sebagai bagian dari upaya mengenalkan AI lebih luas kepada anak muda, Gibran mengatakan bahwa dirinya telah mengadakan pelatihan AI gratis di beberapa sekolah.

Baca Juga: Siap-siap Mudik Lebaran 2025: Jangan Kaget, Ini Dia Update Tarif Tol Trans Jawa Terbaru!

"Saya baru saja mengadakan pelatihan AI di beberapa sekolah gratis, minggu ini ada di 3 lokasi," ungkapnya.

Lebih lanjut, Gibran menekankan bahwa teknologi blockchain, mata uang kripto, dan inovasi serupa sudah menjadi kenyataan yang tidak bisa dihindari.

Oleh karena itu, anak muda Indonesia harus segera beradaptasi dengan perkembangan ini agar dapat bersaing di tingkat global.

Baca Juga: Indosat Ooredoo Hutchison Komitmen Jaga Konektivitas Selama Ramadan dan Idulfitri 1446H

 "Saat ini, negara-negara maju sudah mendorong adaptasi AI di kalangan anak muda mereka. Kami ingin Indonesia tidak tertinggal, dan kita harus bergerak lebih cepat," ujar Gibran.

Pemerintah, menurutnya, memiliki peran penting dalam menyediakan fasilitas pelatihan dan sumber daya agar generasi penerus dapat menguasai teknologi yang terus berkembang.

 Pernyataan Gibran ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong pemanfaatan teknologi di berbagai sektor kehidupan.

Baca Juga: 15 Link Twibbon Idul Fitri 2025 Gratis Paling Dicari: Cara Mudah Bikin Profilmu Bersinar!

Pemerintah ingin memastikan bahwa Indonesia dapat tetap bersaing di kancah global, terutama dalam bidang teknologi yang kini berkembang sangat pesat.

 Dengan pelatihan dan sosialisasi yang terus digencarkan, Gibran berharap anak muda Indonesia bisa segera menguasai teknologi terkini dan memanfaatkannya untuk memajukan negara.

"Kami ingin generasi muda kita siap menghadapi masa depan yang penuh dengan tantangan dan peluang teknologi," tutupnya.

Baca Juga: Ribuan Honorer Siap 'Geruduk' Jakarta: Aksi Nasional 18 Maret 2025 Tuntut Kejelasan PPPK 2024

Dengan perspektif positif tentang AI, Wakil Presiden Gibran Rakabuming menunjukkan bahwa teknologi bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti, melainkan peluang yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas hidup dan daya saing bangsa.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.