Banten

Turnamen Golf dan Realitas Warga Kota Tangerang : Di Mana Kepekaan Sosial Pemerintah?

Noudhy Valdryno | 1 Agustus 2025, 07:00 WIB
Turnamen Golf dan Realitas Warga Kota Tangerang : Di Mana Kepekaan Sosial Pemerintah?

OPINI :

Mengapa Pemerintah Seakan Hilang Kepekaan Sosial kepada Masyarakat?

AKURAT BANTEN - Di tengah masyarakat yang belum lama huniannya kebanjiran, ditambah semakin meningkatnya angka pengangguran warga Kota Tangerang, sangat membuat kesenjangan sosial di masyarakat. Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang justru memilih olahraga golf sebagai ajang Turnamen. 

Ini bukan soal membenci. Kegiatan yang kerap diasosiasikan dengan kalangan elit, dengan gaya hidup mewah. Hal ini menunjukan jika prioritas dan kepekaan sosial yang tampaknya mulai luntur.

Sebagai rakyat yang belum lama ini menjadi korban banjir tentu bertanya, apakah ini saat yang tepat? Ketika banyak lulusan muda kesulitan mencari pekerjaan, para kepala keluarga berjuang kebutuhan harian yang sang istrinya pun rela berdesakan demi mendapatkan bantuan sosial.

Baca Juga: Efisiensi Anggaran, Pejabat Pemkot Tangerang Sewa Kendaraan Listrik Hingga Rp1,4 Miliar

Namun mengapa energi dan anggaran yang ada justru difokuskan pada sebuah turnamen yang hanya dapat dinikmati segelintir orang?

Selain itu, mengapa energi dan anggaran yang ada justru difokuskan pada sebuah turnamen yang hanya dapat dinikmati segelintir orang?

Pada event Turnamen golf di Modern Golf and Country Club, Kota Tangerang, kemarin (31/7/2025) itu dihadiri sebanyak 169 peserta.

Baca Juga: Sambut HUT RI, Warga Tangerang Bisa Nikmati Diskon Pajak Tanpa Ribet Sepanjang Agustus

Golf bukanlah masalah. Namun menyelenggarakan turnamen eksklusif di tengah kondisi ekonomi yang genting, tanpa kejelasan manfaat langsung bagi masyarakat menjadi potret nyata dari jarak antara pengambil kebijakan dan kenyataan di lapangan.

Jika memang turnamen tersebut bertujuan menarik investor atau memperkenalkan potensi daerah Kota Tangerang, maka hal itu perlu dikomunikasikan secara terbuka. 

Rakyat berhak tahu apa manfaatnya, berapa biayanya, dan siapa yang mendapatkan keuntungan. Transparansi menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik.

Baca Juga: UU Data Pribadi Dinilai Ancam Kebebasan Berekspresi, MK Diminta Lindungi Jurnalis dan Seniman

Kami mendambakan pemerintah yang bukan hanya aktif bergerak, tapi juga tepat arah dan berpihak. Warga tidak menuntut kemewahan. Mereka hanya butuh kesempatan untuk hidup layak, bekerja, dan berdaya.

Saat ini, yang dibutuhkan bukan hanya event seremonial, tapi program nyata yang menyentuh akar persoalan rakyat. Golf boleh saja dimainkan, asal jangan menginjak realita.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.