Banten

Kebakaran Pasar Taman Puring Disusupi Aksi Penjarahan: Orang Lagi Susah, Malah Dijarah

Moehamad Dheny Permana | 29 Juli 2025, 20:47 WIB
Kebakaran Pasar Taman Puring Disusupi Aksi Penjarahan: Orang Lagi Susah, Malah Dijarah

Akurat Banten -  Musibah kebakaran hebat yang melanda Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Senin, 28 Juli 2025 malam, menyisakan cerita memilukan.

Di tengah kobaran api yang melalap ratusan kios, muncul aksi penjarahan yang dilakukan oleh sejumlah orang tak bertanggung jawab.

Para pelaku memanfaatkan situasi kacau untuk mencuri barang dagangan milik para pedagang.

Seorang pedagang barang bekas, Hanan (24), menjadi saksi langsung dari aksi yang memperparah penderitaan korban kebakaran.

Ia mengungkapkan bahwa saat semua orang sedang sibuk menyelamatkan diri dan barang dagangan mereka, sekelompok orang justru mencuri helm dari kios yang terbakar.

“Semalam itu, helm dicuri juga,” kata Hanan.

Ia menambahkan bahwa ia melihat sendiri sejumlah orang mengambil lima helm dan memasukkannya ke dalam karung sebelum melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Baca Juga: Buntut Paksa Ibu dan Bayi Turun dari Mobil, 4 Opang Ditetapkan Jadi Tersangka

Bagi Hanan, peristiwa ini terasa seperti tusukan di tengah luka.

“Orang lagi susah, malah gini. Udah kena musibah, ada aja yang mau jarah,” ujarnya.

Hanan sudah berjualan di pasar itu selama empat tahun dan menyaksikan langsung betapa cepat api melalap deretan kios pada malam nahas tersebut.

Selain kehilangan helm, Hanan juga hampir kehilangan radio besar antik miliknya yang sempat menjadi incaran pelaku.

Namun beratnya barang tersebut membuat pencurinya gagal membawa kabur.

“Pas ngambil radio lumayan gede itu, kita bawa ke depan. Untungnya berat, tak mungkin dibawa,” jelasnya.

Kebakaran di Pasar Taman Puring diketahui menghanguskan sekitar 552 kios yang tersebar di area seluas 1.500 meter persegi.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, tetapi kerugian ditaksir mencapai Rp30 miliar.

Baca Juga: Tiket Citilink Murah 99 Ribuan Mulainya, Ini Cara Dapat Dijamin Anti Gagal

Dugaan awal menyebutkan kebakaran dipicu korsleting listrik dari salah satu toko pakaian bekas yang tutup saat kejadian.

Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mengerahkan 35 unit mobil pemadam dan 118 personel ke lokasi.

Sumber air utama juga diperoleh dari Taman Langsat yang berjarak cukup dekat dengan pasar.

Warga dan pedagang berharap agar pihak berwenang dapat menyelidiki lebih lanjut kasus penjarahan ini.

Mereka juga meminta keamanan diperketat agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

“Kami sudah kehilangan tempat usaha, jangan sampai kehilangan rasa aman juga,” kata salah satu pedagang.

Baca Juga: BRIN Dorong Iradiasi Pangan Jadi Strategi Ekspor dan Ketahanan Gizi Nasional

Pasca kebakaran, kondisi pasar masih menyisakan puing-puing dan aroma asap yang belum hilang.

Pemerintah Kota Jakarta Selatan berjanji akan segera melakukan pendataan serta langkah relokasi sementara bagi para pedagang terdampak.

Namun, untuk Hanan dan ratusan pedagang lainnya, luka akibat kehilangan dan pengkhianatan moral belum tentu sembuh dalam waktu dekat.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.