Banten

Usai Banjir Lumpuhkan Tol Jakarta-Merak, DPRD Soroti Proyek Exit Tol dan Perumahan Baru

Irsyad Mohammad | 30 Juni 2025, 14:06 WIB
Usai Banjir Lumpuhkan Tol Jakarta-Merak, DPRD Soroti Proyek Exit Tol dan Perumahan Baru

AKURAT BANTEN - Meski banjir yang melumpuhkan ruas Tol Jakarta-Merak di KM 24 terjadi pada Sabtu (28/6/2025), sorotan terhadap penyebab peristiwa tersebut masih terus bergulir hingga awal pekan ini. 

Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Deden Umardani, mempertanyakan peran pembangunan akses Exit Tol Paramount Petals dan kawasan perumahan baru yang diduga mempengaruhi aliran air Kali Sabi.

Banjir yang terjadi pada Sabtu sore tersebut menyebabkan kemacetan parah dari dua arah dan mengganggu aktivitas ekonomi maupun mobilitas masyarakat. 

Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak dalam keterangan resminya menyebutkan, genangan disebabkan oleh luapan Kali Sabi yang terjadi secara tiba-tiba akibat hujan deras.

Baca Juga: TEGAS! Prabowo Ancam ‘Tinggalkan di Pinggir Jalan’ Menteri yang Bekerja Lamban: Sinyal Keras Demi Hilirisasi Cepat!

"Air meluap cukup cepat dan menggenangi badan jalan tepatnya di KM 24," tulis pihak pengelola tol.

Menanggapi hal tersebut, Deden mendesak agar Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) segera bertindak. 

Menurutnya, Kali Sabi merupakan tanggung jawab BBWSCC yang berada di bawah koordinasi pemerintah pusat.

"BBWS harus segera direspons cepat dengan meminta pemerintah pusat melakukan normalisasi,” kata politisi PDI Perjuangan itu dalam keterangannya, Minggu (29/6/2025).

Deden juga menyinggung pentingnya mengkaji ulang proyek-proyek pembangunan di sekitar kawasan tersebut. 

Baca Juga: Wujudkan Jakarta Bebas Truk ODOL, Legislator Desak Gubernur Pramono Bertindak Tegas!

Ia meminta agar pemerintah dan pihak terkait memastikan pembangunan tidak mengganggu ekosistem sungai, khususnya aliran dan garis sepadan Kali Sabi.

"Harus pastikan pembangunan tersebut tidak merusak aliran kali, garis sepadan sungai sehingga terjadi luapan Kali Sabi,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menyoroti dampak besar dari banjir terhadap layanan publik, terutama akses ambulans yang membawa pasien darurat ke rumah sakit. 

Ia menilai dampaknya bukan hanya kemacetan, tapi juga menyangkut keselamatan jiwa warga.

"Jalur lintasan mobil ambulans membawa pasien darurat ke rumah sakit di kota atau kabupaten, sehingga sangat besar dampak pengaruh dari banjir yang terjadi," ujarnya.

Baca Juga: Transjakarta Bongkar Halte BNN Temporer: Antisipasi Bahaya dan Dukung Integrasi LRT Jabodebek

Meski saat ini genangan telah surut dan lalu lintas kembali normal sejak Sabtu malam pukul 20.00 WIB, Deden menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi bahan evaluasi serius agar tidak terulang di kemudian hari.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.