Iran Ancam Serang Balik Pangkalan AS, Ketegangan Timur Tengah Memanas

AKURAT BANTEN - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat tajam setelah serangan udara menghantam tiga situs nuklir utama di Iran.
Sebagai respons, Teheran kini mempertimbangkan langkah balasan yang jauh lebih serius: menyerang pangkalan-pangkalan militer yang digunakan pasukan AS di kawasan Timur Tengah.
Ali Akbar Velayati, penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam atas agresi tersebut. Ia menyebut bahwa setiap negara yang wilayahnya dimanfaatkan pasukan Amerika untuk menyerang Iran akan masuk dalam daftar sasaran militer balasan.
"Setiap negara yang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap kami akan dianggap sebagai target sah oleh militer Iran," tegas Velayati, seperti dikutip kantor berita IRNA, Senin (23/6).
"Amerika telah menyerang jantung dunia Islam, dan mereka harus siap menanggung akibat yang tidak bisa mereka perbaiki," lanjutnya.
Serangan terhadap situs nuklir Iran yang berada di Fordow, Isfahan, dan Natanz disebut sebagai serangan paling provokatif sejak beberapa tahun terakhir. Meski belum diakui secara resmi, sejumlah analis menyebut AS dan Israel berada di balik serangan udara tersebut.
Baca Juga: Contoh Jurnal Pembelajaran Model 3 Kode Etik Guru PPG 2025, Jaminan Tanpa Revisi!
Dampaknya, amarah publik Iran pun tak terbendung. Ribuan orang turun ke jalan di pusat kota Teheran pada Minggu malam, meneriakkan kecaman terhadap AS dan Israel.
Mereka membawa bendera Iran dan spanduk bertuliskan pesan-pesan perlawanan, menciptakan suasana demonstrasi yang padat emosi.
Baca Juga: 3 Jalur Pendaftaran SPMB Kota Bekasi, Wali Murid Calon Peserta Didik Diminta Waspada Hal Ini
Di tengah eskalasi ini, Presiden AS Donald Trump buka suara. Ia menyatakan bahwa Iran seharusnya menahan diri dan tidak memperpanjang konflik yang bisa berujung pada kekacauan kawasan. Namun, pernyataan Trump itu dianggap sinis oleh warga Iran yang justru merasa negaranya tengah diserang tanpa alasan jelas.
Baca Juga: Aroma Mencurigakan di Depan Toko Parfum, Polisi Temukan 4 Kg Sabu di Tangerang
Serangan ke fasilitas nuklir Iran dianggap sebagai pelanggaran besar terhadap kedaulatan nasional, apalagi situs-situs tersebut telah diawasi oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Iran menegaskan bahwa semua program nuklir mereka adalah untuk tujuan damai.
Kini, perhatian dunia tertuju pada bagaimana Iran akan membalas. Apakah akan ada serangan langsung ke basis militer AS di Irak, Suriah, atau negara Teluk lainnya? Ataukah ini hanya gertakan strategis untuk menekan lawan di meja diplomasi?
Baca Juga: Medvedev Sebut Iran Bisa Dapat Senjata Nuklir dari Negara Sahabat!
Satu hal yang pasti, suasana di Timur Tengah semakin tidak menentu. Jika salah satu pihak terpancing mengambil langkah gegabah, konflik ini bisa berkembang menjadi krisis yang jauh lebih besar dan melibatkan banyak negara di kawasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Bukan Gibran? Prabowo Disebut Punya 4 Kandidat Cawapres, Ada Nama Mengejutkan
- 2Gugatan Ijazah Gibran di MK Mulai Terbaca, Alasan Ini Bisa Bikin Permohonan Kandas!
- 3Purbaya Dicopot Prabowo, 5 Isu Ini Diduga Jadi Biang Kerok Pergantian Menkeu, Ada yang Bikin Geger!
- 4Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Pramono Anung Buka Suara, 'Ada Pesan Penting untuk Pemerintah'
- 5Gibran Disorot Dino Patti Djalal Gegara Gugatan MK, Kalimat “Bela Diri” Ini Bikin Heboh!
- 6Roy Suryo Bongkar Kejanggalan Dokumen Pendidikan Gibran, Ada Keterangan yang Dipertanyakan
- 7Langit Malam 14 September Bikin Geger, Bulan dan Venus Ternyata Punya 'Pertunjukan' Khusus
- 8Purbaya Dicopot Prabowo, Isi Garasinya Bikin Kaget: Ada Mobil Miliaran Rupiah!
- 9Roy Suryo Minta Rp206 Juta, Hakim Cuma Beri Rp5 Juta! Responsnya Bikin Kaget
- 10Life Jacket Bertuliskan KM Samudera Pratama Ditemukan di Selat Sunda






