Banten

Iran Ancam Serang Balik Pangkalan AS, Ketegangan Timur Tengah Memanas

Andi Syafrani | 23 Juni 2025, 14:13 WIB
Iran Ancam Serang Balik Pangkalan AS, Ketegangan Timur Tengah Memanas

AKURAT BANTEN - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat tajam setelah serangan udara menghantam tiga situs nuklir utama di Iran.

Sebagai respons, Teheran kini mempertimbangkan langkah balasan yang jauh lebih serius: menyerang pangkalan-pangkalan militer yang digunakan pasukan AS di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Ini Dia KRONOLOGI Lengkap! Ibu Dianiaya Anak Kandung yang Bikin Geram, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi Ikut Turun Tangan Bereaksi

Ali Akbar Velayati, penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam atas agresi tersebut. Ia menyebut bahwa setiap negara yang wilayahnya dimanfaatkan pasukan Amerika untuk menyerang Iran akan masuk dalam daftar sasaran militer balasan.

"Setiap negara yang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap kami akan dianggap sebagai target sah oleh militer Iran," tegas Velayati, seperti dikutip kantor berita IRNA, Senin (23/6).

"Amerika telah menyerang jantung dunia Islam, dan mereka harus siap menanggung akibat yang tidak bisa mereka perbaiki," lanjutnya.

Baca Juga: RESMI DIBUKA PRESIDEN! Wajah Baru Pasar Anyar Tangerang Bikin Melongo: Lebih Modern, Nyaman, dan Siap Jadi Ikon Wisata!

Serangan terhadap situs nuklir Iran yang berada di Fordow, Isfahan, dan Natanz disebut sebagai serangan paling provokatif sejak beberapa tahun terakhir. Meski belum diakui secara resmi, sejumlah analis menyebut AS dan Israel berada di balik serangan udara tersebut.

Baca Juga: Contoh Jurnal Pembelajaran Model 3 Kode Etik Guru PPG 2025, Jaminan Tanpa Revisi!

Dampaknya, amarah publik Iran pun tak terbendung. Ribuan orang turun ke jalan di pusat kota Teheran pada Minggu malam, meneriakkan kecaman terhadap AS dan Israel.

Mereka membawa bendera Iran dan spanduk bertuliskan pesan-pesan perlawanan, menciptakan suasana demonstrasi yang padat emosi.

Baca Juga: 3 Jalur Pendaftaran SPMB Kota Bekasi, Wali Murid Calon Peserta Didik Diminta Waspada Hal Ini

Di tengah eskalasi ini, Presiden AS Donald Trump buka suara. Ia menyatakan bahwa Iran seharusnya menahan diri dan tidak memperpanjang konflik yang bisa berujung pada kekacauan kawasan. Namun, pernyataan Trump itu dianggap sinis oleh warga Iran yang justru merasa negaranya tengah diserang tanpa alasan jelas.

Baca Juga: Aroma Mencurigakan di Depan Toko Parfum, Polisi Temukan 4 Kg Sabu di Tangerang

Serangan ke fasilitas nuklir Iran dianggap sebagai pelanggaran besar terhadap kedaulatan nasional, apalagi situs-situs tersebut telah diawasi oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Iran menegaskan bahwa semua program nuklir mereka adalah untuk tujuan damai.

Kini, perhatian dunia tertuju pada bagaimana Iran akan membalas. Apakah akan ada serangan langsung ke basis militer AS di Irak, Suriah, atau negara Teluk lainnya? Ataukah ini hanya gertakan strategis untuk menekan lawan di meja diplomasi?

Baca Juga: Medvedev Sebut Iran Bisa Dapat Senjata Nuklir dari Negara Sahabat!

Satu hal yang pasti, suasana di Timur Tengah semakin tidak menentu. Jika salah satu pihak terpancing mengambil langkah gegabah, konflik ini bisa berkembang menjadi krisis yang jauh lebih besar dan melibatkan banyak negara di kawasan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC