Mantan Mendikbud Nadiem Makarim Akan Diperiksa Kejagung atas Kasus Laptop Rp9,9 Triliun!

AKURAT BANTEN - Kejaksaan Agung akan memeriksa mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, pada Senin, 23 Juni 2025.
Pemeriksaan ini terkait mega proyek pengadaan laptop Chromebook senilai Rp9,9 triliun yang diduga merugikan negara.
"Pemeriksaan ini penting untuk mengungkap peran dan pengawasan Pak Nadiem selama proyek tersebut berjalan," jelas Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Harli Siregar, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (20/6).
Baca Juga: Tanggul Pulau Harapan Dipoles Menjelang HUT Jakarta ke-498
Penyidik telah mempersiapkan sederet pertanyaan untuk Nadiem. Mereka ingin menguak sejauh mana keterlibatannya, mulai dari sekedar mengetahui secara administratif hingga ikut serta dalam pengambilan keputusan teknis.
"Apakah beliau hanya tahu dari laporan saja, atau ikut andil dalam menentukan spesifikasi dan vendor? Ini yang ingin kami ketahui," tambah Harli.
Pertanyaan kunci yang akan diajukan adalah: "Apakah Pak Nadiem mengetahui proyek ini sejak awal? Apakah beliau menyetujui proyek ini? Atau bahkan memberikan arahan langsung kepada tim teknis?"
Proyek ini berawal dari niat baik: memberikan bantuan peralatan TIK kepada sekolah-sekolah. Namun, pemilihan Chromebook dengan sistem operasi berbasis internet menuai kontroversi. Hasil uji coba tahun 2019 menunjukkan keterbatasan Chromebook di daerah dengan akses internet terbatas.
"Ironisnya, meskipun uji coba menunjukkan hasil yang kurang memuaskan, Chromebook tetap dipilih," ungkap sumber di Kejaksaan Agung.
Baca Juga: Rupiah Bangkit! Menguat 36 Poin , Sinyal Positif untuk Ekonomi Nasional
Kejaksaan menduga adanya indikasi pemaksaan spesifikasi dan bahkan pemufakatan jahat. Ada dugaan upaya untuk mengarahkan tim teknis agar kajian teknis yang dihasilkan menguntungkan vendor tertentu, yaitu vendor Chromebook.
"Padahal, hasil evaluasi sebelumnya merekomendasikan sistem berbasis lokal yang lebih sesuai dengan kondisi di Indonesia," ungkap sumber tersebut.
Anggaran proyek fantastis ini berasal dari dua sumber: Rp3,58 triliun dari Kementerian dan Rp6,3 triliun dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Kedua sumber dana ini kini tengah diaudit.
Baca Juga: Indonesia-Rusia Pererat Kemitraan, Tandatangani 4 MoU Strategis di St. Petersburg
Pemeriksaan Nadiem bukan sekadar formalitas. Ini menyangkut pertanggungjawaban moral dan administratif seorang menteri.
"Jumlah uang negara yang terlibat sangat besar, sehingga keterangan Pak Nadiem sangat krusial," tegas Harli.
Pemeriksaan ini diharapkan dapat mengungkap seluruh rangkaian peristiwa dan siapa saja yang bertanggung jawab atas kerugian negara yang sangat besar ini. Publik menanti hasil pemeriksaan ini dengan penuh harap agar kasus ini dapat segera dituntaskan dan keadilan ditegakkan.
Baca Juga: Modus Licik Mafia Tanah: Mbah Tupon Ditipu Sertifikat Digadai Rp2,5 Miliar, 6 Pelaku Ditangkap
Kasus ini menjadi sorotan publik karena menyangkut penggunaan dana negara yang sangat besar dan berpotensi merugikan banyak pihak, terutama para siswa yang seharusnya mendapatkan fasilitas pendidikan yang memadai.
Kejaksaan Agung berjanji akan menuntaskan kasus ini secara transparan dan profesional. Semoga pemeriksaan terhadap Nadiem Makarim dapat memberikan titik terang bagi penyelesaian kasus ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 4Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 5Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan
- 9Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 10Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti






