Banten

Isu Pertemuan Rahasia dengan Israel untuk OECD Dibantah Keras, Yusril: Kami Tidak Pernah Menjual Prinsip

Andi Syafrani | 30 Mei 2025, 08:12 WIB
Isu Pertemuan Rahasia dengan Israel untuk OECD Dibantah Keras, Yusril: Kami Tidak Pernah Menjual Prinsip

AKURAT BANTEN - Isu dugaan adanya pertemuan rahasia antara Indonesia dan Israel kembali mencuat, kali ini dikaitkan dengan proses pencalonan Indonesia sebagai anggota Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD).

Kabar ini muncul setelah media Israel, Ynet, melaporkan adanya komunikasi tertutup yang disebut sebagai langkah lobi Indonesia demi mendapatkan dukungan dari Israel. Namun kabar tersebut langsung dibantah tegas oleh pemerintah Indonesia.

Baca Juga: Timnas Basket U-16 Indonesia Libas Vietnam, Tiket FIBA Asia Cup di Tangan

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, membantah keras semua tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak pernah ada pertemuan dengan perwakilan Israel yang berkaitan dengan upaya Indonesia masuk OECD.

Baca Juga: Cemburu Buta, Pria di Sukabumi Siram Air Keras ke Mantan dan Anaknya

"Pertemuan seperti itu tidak pernah ada," ujar Yusril dalam pernyataan resminya pada Kamis, 29 Mei 2025.

Tak hanya soal lobi, Yusril juga meluruskan isu lain yang menyebut Indonesia tengah membuka wacana hubungan diplomatik dengan Israel.

Ia mengkritik penggunaan istilah “normalisasi” oleh media Israel, karena menurutnya, tidak ada relasi diplomatik yang bisa dinormalisasi jika sejak awal memang tidak pernah ada hubungan diplomatik antara kedua negara.

Baca Juga: Awas! Dedi Mulyadi Ancam Jabatan Purwanto: Gagal Tangani Jam Malam Anak, Kadisdik Jabar Wajib Mundur!

Meski begitu, Yusril membenarkan bahwa sempat ada tawaran dari Israel untuk mendukung pencalonan Indonesia di OECD. Tapi tawaran itu tidak datang tanpa syarat. Israel disebut hanya bersedia mendukung jika Indonesia membuka hubungan diplomatik, dan permintaan tersebut langsung ditolak.

“Permintaan tersebut telah kami tolak,” tegas Yusril.

“Kami tidak pernah menggadaikan prinsip hanya demi dukungan politik.”

Baca Juga: Bumi Makin Gerah, PBB Prediksi Suhu Global Bisa Tembus Batas Aman

Yusril juga menjelaskan bahwa bergabung dengan organisasi internasional seperti OECD tidak menuntut adanya relasi diplomatik dengan seluruh anggota. Ia memastikan bahwa langkah Indonesia bergabung dengan OECD adalah bagian dari strategi nasional, bukan hasil lobi politik bilateral dengan negara tertentu.

“Dalam sidang OECD di Paris Maret lalu, saya hadir langsung. Tidak ada pembicaraan atau pendekatan seperti yang digambarkan media Israel,” ungkapnya.

Baca Juga: Buntut Kecelakaan Maut, Polisi Bongkar Upaya Licik Ganti Pelat Nomor Mobil BMW Cristiano

Pemerintah tetap memegang prinsip yang selama ini dipegang dalam diplomasi luar negeri, terutama terkait konflik Palestina-Israel. Yusril menekankan bahwa posisi Indonesia tetap konsisten, yaitu mendukung penuh perjuangan kemerdekaan Palestina.

Ia pun menegaskan bahwa peluang membuka hubungan dengan Israel hanya bisa dibicarakan jika negara tersebut terlebih dahulu mengakui Palestina sebagai negara merdeka.

Baca Juga: Brutal! Gegara Derita Depresi, Seorang Pria Bacok 7 Orang Tetangga saat Menjenguk

“Israel harus terlebih dahulu mengakui kemerdekaan Palestina,” ujar Yusril.

“Barulah Indonesia bisa mempertimbangkan hal itu,” tambahnya.

Laporan dari Ynet yang menyulut polemik ini bukan pertama kali terjadi. Beberapa waktu terakhir, media tersebut memang intens memberitakan isu kedekatan diam-diam antara Jakarta dan Tel Aviv dalam konteks ekonomi.

Baca Juga: EastJakFest 2025: Festival Pertanian Inovatif di Jantung Jakarta Timur, Wujudkan Ketahanan Pangan dan Kesehatan Hewan

Namun, pernyataan Yusril kali ini menegaskan bahwa Indonesia tidak sedang bermain di dua kaki, dan tidak akan mengorbankan nilai-nilai yang telah lama menjadi fondasi politik luar negerinya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC