Banten

Trump Ancam Apple! iPhone Harus Diproduksi di AS Jika Tak Mau Kena Tarif 25 Persen

Andi Syafrani | 25 Mei 2025, 14:54 WIB
Trump Ancam Apple! iPhone Harus Diproduksi di AS Jika Tak Mau Kena Tarif 25 Persen

AKURAT BANTEN - Donald Trump kembali membuat gebrakan dengan pernyataan tegas yang ditujukan langsung kepada Apple. Lewat akun media sosial pribadinya, Truth Social, mantan Presiden AS itu mendesak agar Apple memindahkan seluruh produksi iPhone ke dalam negeri.

Jika tidak, perusahaan teknologi asal Cupertino itu harus siap menerima tarif impor minimal 25 persen untuk setiap perangkat yang masuk ke pasar Amerika.

Baca Juga: Prabowo Sambut PM Tiongkok di Jakarta, Bahas Investasi Jumbo dan Kemitraan Strategis

“Saya sudah lama memberitahu Tim Cook dari Apple, bahwa saya ingin iPhone yang dijual di Amerika Serikat diproduksi di sini juga, bukan di India atau negara lain,” tulis Trump.

Komentar tersebut muncul tak lama setelah Foxconn—rekan manufaktur utama Apple—mengumumkan rencana ekspansi senilai USD1,5 miliar di India.

Investasi ini menjadi sinyal kuat bahwa Apple memang tengah berupaya mendiversifikasi rantai pasok mereka ke luar China, salah satunya dengan memindahkan sebagian besar produksinya ke India. Langkah ini disebut sebagai bentuk antisipasi terhadap ketegangan dagang yang makin memanas antara AS dan Tiongkok, terutama sejak era kepemimpinan Trump.

Baca Juga: Hati-hati! Ini 9 Makanan Sehari-hari yang Ternyata Banyak Mengandung Mikroplastik

CEO Apple, Tim Cook, sebelumnya menyebut bahwa dalam beberapa tahun mendatang, sebagian besar iPhone yang dijual di AS akan berasal dari pabrik-pabrik di India.

Pernyataan itu memperkuat arah baru Apple dalam mengamankan rantai suplai globalnya. Namun, kabar ini justru memicu reaksi keras dari Trump yang kini tengah kembali aktif di arena politik menjelang pemilu.

Baca Juga: Gegara Masalah Ladang Sawit, Dua Residivis Bacok Jaksa di Sumut

Selain Apple, Trump juga menyindir Walmart yang dianggapnya lebih memilih membebankan beban tarif ke konsumen ketimbang menanggungnya sebagai korporasi.

Aksi ini mempertegas sikap proteksionis Trump yang sejak awal dikenal dengan kampanye “America First”-nya, di mana ia mendorong semua sektor bisnis—termasuk teknologi dan ritel—untuk mengutamakan produksi dan operasional di dalam negeri.

Baca Juga: Lansia Cibodas Guncang Lapangan: Rahasia Bugar di Usia Emas Terungkap!

Trump diketahui sempat melakukan pertemuan dengan Tim Cook, meskipun hingga kini belum ada pernyataan resmi mengenai isi pembicaraan mereka.

Namun jika melihat gestur Trump yang mulai gencar menekan perusahaan besar, pertemuan tersebut kemungkinan menjadi bagian dari upaya lobi untuk menahan laju ekspansi Apple ke luar AS.

Baca Juga: Tanah Bersertifikat Diserobot, Ahli Waris Tempuh Jalur Hukum

Pernyataan Trump ini jelas menempatkan Apple dalam posisi dilematis. Di satu sisi, diversifikasi produksi merupakan langkah strategis yang masuk akal secara bisnis dan logistik. Tapi di sisi lain, tekanan politik dari figur seperti Trump dapat membawa dampak besar pada citra perusahaan di mata publik AS dan investor.

Baca Juga: Dua Kapal Vietnam Curi Ikan di Natuna, KKP Lakukan Penangkapan Dramatis di Laut

Dengan suhu politik yang kian memanas dan kampanye pemilu yang semakin agresif, tekanan terhadap perusahaan teknologi global tampaknya akan terus berlanjut.

Apple, seperti halnya korporasi multinasional lain, harus cermat membaca situasi ini agar bisa menavigasi tantangan geopolitik tanpa mengorbankan stabilitas bisnis jangka panjang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC