Banten

Hati-hati! Ini 9 Makanan Sehari-hari yang Ternyata Banyak Mengandung Mikroplastik

Saeful Anwar | 25 Mei 2025, 10:49 WIB
Hati-hati! Ini 9 Makanan Sehari-hari yang Ternyata Banyak Mengandung Mikroplastik

AKURAT BANTEN – Pernahkah Anda berpikir, seberapa banyak plastik yang tanpa sadar kita konsumsi setiap hari? Belakangan ini, isu mikroplastik dalam makanan semakin sering dibicarakan.

Partikel plastik berukuran sangat kecil ini, yang berasal dari polusi lingkungan, ternyata bisa masuk ke dalam rantai makanan kita.

Meskipun terdengar mengkhawatirkan, penting untuk dicatat bahwa para ilmuwan masih terus mempelajari dampak pasti mikroplastik bagi kesehatan manusia.

Baca Juga: Flaring PT Lotte Chemical Indonesia di Cilegon: Amankah untuk Warga? Ini Penjelasan Lengkap DLHK Banten!

Food and Drug Administration (FDA) AS sendiri menyatakan bahwa bukti saat ini belum menunjukkan bahwa tingkat mikroplastik dalam makanan berisiko bagi kita.

Jadi, jangan biarkan fakta ini menghalangi Anda untuk tetap makan sehat dan seimbang. Pola makan yang baik tetap kunci agar tubuh berfungsi optimal.

Namun, jika Anda ingin meminimalkan paparan mikroplastik secara pasif, ada baiknya mengenal 9 makanan umum berikut yang sering terkontaminasi, beserta tips praktis untuk menguranginya.

Baca Juga: Tanah Bersertifikat Diserobot, Ahli Waris Tempuh Jalur Hukum

1. Makanan Laut

Ini mungkin bukan kejutan besar. Lautan yang tercemar plastik pada akhirnya membuat mikroplastik masuk ke dalam makhluk laut.

"Mikroplastik kemudian diserap oleh plankton dan disangka makanan oleh ikan dan kerang," jelas Dr. Joseph Mercola, dokter osteopati bersertifikat.

Studi dari Portland State University bahkan menemukan mikroplastik di 180 dari 182 sampel makanan laut yang mereka uji, dengan mikroserat sebagai jenis yang paling umum.

Baca Juga: Dua Kapal Vietnam Curi Ikan di Natuna, KKP Lakukan Penangkapan Dramatis di Laut

2. Kantong Teh

Sering ngopi atau ngeteh? Hati-hati dengan kantong teh Anda. Banyak kantong teh, bahkan yang berbahan kertas, bisa mengandung polipropilena.

Peneliti menemukan bahwa saat kantong teh terkena air panas, miliaran partikel plastik bisa terlepas ke dalam teh Anda.
Cara menghindari: Beralihlah ke teh daun lepas dan gunakan saringan stainless steel.

3. Beras

Nasi adalah makanan pokok kita. Sayangnya, beras juga bisa menjadi tempat berkumpulnya mikroplastik.

Baca Juga: Tersandung Lahan Bandung Zoo, Mantan Sekda Kota Bandung Ditahan atas Dugaan Korupsi

Sebuah studi dari University of Queensland menemukan setiap setengah cangkir beras bisa mengandung 3-4 mg plastik, dan empat kali lipat lebih banyak (13 mg) pada beras instan.

Cara menghindari: Mencuci beras dengan air yang sudah disaring dapat mengurangi kontaminasi plastik sebesar 20-40%.

4. Garam dan Gula

Percaya atau tidak, mikroplastik juga ditemukan dalam bumbu dasar kita ini.
Studi menunjukkan 90% dari 39 merek garam di seluruh dunia mengandung mikroplastik, kemungkinan besar karena kontaminasi lingkungan dan proses pengemasan.

Gula pun tak luput dari kontaminasi ini.

Cara menghindari: Pilih garam dan gula yang dikemas dalam kaca atau karton.

Baca Juga: Tangis Haru dan Pesan Persaudaraan Iringi Keberangkatan Jamaah Haji Aceh Selatan

5. Air dalam Botol Kemasan

Ini adalah salah satu sumber mikroplastik dan nanoplastik paling terkenal.

Satu studi memperkirakan ada sekitar 240.000 partikel plastik dalam satu liter air botolan.

Cara menghindari: Minumlah air keran yang sudah disaring dari wadah stainless steel atau kaca yang dapat digunakan berulang.

6. Madu

Bahkan madu murni pun bisa mengandung mikroplastik. Mikroserat ini bisa berasal dari lebah dan polusi lingkungan sekitar.

Cara menghindari: Coba beli madu dari peternak lokal yang cenderung menggunakan metode panen lebih alami dan berkelanjutan.

Baca Juga: Jet Pribadi untuk Logistik Pemilu: Solusi Kilat atau Potensi Masalah?

7. Buah dan Sayur

Ya, bahkan makanan tersehat pun tidak luput. Tumbuhan dapat menyerap mikro- dan nanoplastik dari tanah melalui akarnya, sehingga bagian yang bisa dimakan ikut terkontaminasi.

Apel dan wortel menjadi contoh yang paling terkontaminasi dalam penelitian.

Cara menghindari: Cuci buah dan sayur dengan bersih, kupas jika memungkinkan, dan pertimbangkan untuk memilih produk lokal atau organik.

8. Protein (Terutama yang Diproses)

Sebuah studi dari Ocean Conservancy menemukan 88% protein nabati dan hewani mengandung mikroplastik.

Protein yang sangat diproses, seperti nugget nabati, stik ikan, atau nugget ayam, menunjukkan tingkat kontaminasi yang lebih tinggi.

Tubuh kita tetap membutuhkan protein, namun penelitian lebih lanjut masih diperlukan di area ini.

Baca Juga: Tas Mewah, Tapi Palsu? Begini Cara Cerdas Menghindarinya Saat Belanja Online

9. Permen Karet

Ini mungkin yang paling langsung. Permen karet, baik varian alami maupun sintetis, terbukti melepaskan partikel plastik mikroskopis saat dikunyah.

Rata-rata, setiap gram permen karet dapat melepaskan sekitar 100 mikroplastik, dengan beberapa potongan mencapai 600.

Ini jelas menambah kekhawatiran tentang berapa banyak plastik yang secara tidak sadar kita telan.
________________________________________

Meskipun sulit untuk sepenuhnya menghindari mikroplastik di era modern ini, langkah-langkah kecil dalam pilihan makanan dan kebiasaan sehari-hari bisa

membantu mengurangi paparan.
Yang terpenting, tetaplah fokus pada pola makan seimbang dan gaya hidup sehat! (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman