Banten

Prabowo Sambut PM Tiongkok di Jakarta, Bahas Investasi Jumbo dan Kemitraan Strategis

Andi Syafrani | 25 Mei 2025, 14:41 WIB
Prabowo Sambut PM Tiongkok di Jakarta, Bahas Investasi Jumbo dan Kemitraan Strategis

AKURAT BANTEN - Suasana hangat mewarnai Istana Negara pada Minggu pagi, 25 Mei 2025, ketika Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan resmi Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang. Tiba tepat pukul 10.00 WIB, PM Li langsung disambut dengan upacara kenegaraan dan pengawalan kehormatan.

Setelah serangkaian seremoni penyambutan, keduanya melanjutkan agenda ke ruang pertemuan untuk melakukan pembicaraan tertutup yang dilanjutkan dengan jamuan makan siang kenegaraan.

Baca Juga: Gegara Masalah Ladang Sawit, Dua Residivis Bacok Jaksa di Sumut

Dalam sambutannya yang disampaikan menggunakan bahasa Indonesia, Presiden Prabowo menyampaikan selamat datang kepada PM Li Qiang dan rombongan. Ia menekankan pentingnya kunjungan ini sebagai bagian dari peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Tiongkok.

Ia juga menyinggung momen bersejarah lainnya, yaitu perayaan 70 tahun Konferensi Asia-Afrika yang digelar pertama kali di Bandung pada 1955, sebagai pijakan kuat kerja sama kedua negara.

Baca Juga: Flaring PT Lotte Chemical Indonesia di Cilegon: Amankah untuk Warga? Ini Penjelasan Lengkap DLHK Banten!

“Kita menyadari bahwa Indonesia dan Tiongkok punya tanggung jawab bersama untuk mewujudkan kawasan yang aman, damai, dan saling menguntungkan secara ekonomi,” ujar Presiden Prabowo.

Baca Juga: Tanah Bersertifikat Diserobot, Ahli Waris Tempuh Jalur Hukum

Pertemuan ini bukan sekadar ajang diplomasi simbolis. Di balik jamuan makan dan pidato sambutan, tersimpan agenda strategis yang membawa dampak besar untuk ekonomi nasional.

Pemerintah Tiongkok disebut akan menggelontorkan investasi senilai USD10 miliar ke Indonesia. Investasi ini akan difokuskan pada sektor industri, mineral, hingga pengembangan energi bersih yang sejalan dengan misi hilirisasi yang digalakkan pemerintahan Prabowo.

Baca Juga: Dua Kapal Vietnam Curi Ikan di Natuna, KKP Lakukan Penangkapan Dramatis di Laut

Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut turut didampingi sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara. Terlihat hadir Menteri Investasi dan Kepala BKPM Rosan Roeslani, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, serta Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Bidang Sains dan Teknologi Stella Christie, yang juga berperan sebagai penerjemah bahasa Mandarin untuk mendampingi komunikasi dengan PM Tiongkok.

Baca Juga: Jet Pribadi untuk Logistik Pemilu: Solusi Kilat atau Potensi Masalah?

PM Li Qiang dalam sambutannya menyatakan bahwa hubungan Indonesia–Tiongkok sudah teruji dalam berbagai situasi, termasuk saat menghadapi bencana besar seperti tsunami dan pandemi Covid-19.

Ia menyebut Indonesia sebagai mitra strategis di Asia Tenggara dan ingin memperkuat kerja sama yang sudah terjalin lewat pendekatan lima pilar yang akan dibahas lebih mendalam dalam forum bilateral lanjutan.

Baca Juga: Rp7 Miliar untuk Rakyat Ngawi: Strategi Cerdas Khofifah Perangi Kemiskinan Ekstrem

Kelima pilar tersebut, menurut PM Li, mencakup kerja sama perdagangan yang berkelanjutan, keamanan kawasan, transisi energi, pengembangan teknologi industri, dan kolaborasi penanganan risiko global.

Ia menegaskan bahwa Tiongkok siap menjadi mitra jangka panjang Indonesia dalam menghadapi tantangan global, sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga: Tas Mewah, Tapi Palsu? Begini Cara Cerdas Menghindarinya Saat Belanja Online

Kunjungan ini menjadi sinyal kuat bahwa di bawah pemerintahan Presiden Prabowo, Indonesia tetap membuka diri pada kemitraan strategis dengan negara-negara besar.

Tak hanya soal modal dan teknologi, kerja sama ini juga diharapkan memperluas jangkauan diplomasi Indonesia di kancah global dan memperkuat posisinya sebagai kekuatan ekonomi baru di Asia.

Pemerintah pun berharap realisasi investasi ini segera berjalan dan menyentuh sektor-sektor yang mendukung agenda transformasi ekonomi nasional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC