Donasi Agus Salim Menuai Kontroversi, Farhat Abbas Ancam Korban Bencana NTT Jika Terima Dana

AKURAT BANTEN - Kuasa hukum Agus Salim, Farhat Abbas, baru-baru ini mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait penyaluran dana donasi sebesar Rp1,3 miliar yang ditujukan untuk Agus.
Farhat Abbas mengancam warga korban bencana NTT yang berencana menerima dana tersebut.
Berdasarkan video yang ditayangkan oleh akun instagram @medsos_rame memperlihatkan bahwa Farhat Abbas memberikan keterangan tentang donasi Agus Salim.
Menurut Farhat Abbas, jika warga NTT menerima dana donasi Agus, mereka berpotensi terjerat kasus pidana penadahan.
Hal tersebut beralasan karena status hukum dana tersebut masih belum jelas dan sedang dalam sengketa.
"Orang-orang yang menerima dana Agus itu ketika nanti ada bukti dan diaudit, bisa kena penadahan," tegas Farhat Abbas.
Baca Juga: Ribuan Warga Cilegon Lakukan Aksi Damai, Tuntut Pemkot Bayar Tunggakan Honorer
Sebelumnya, YouTuber Pratiwi Noviyanthi atau Teh Novi berencana menyalurkan dana donasi Agus salim kepada korban bencana alam di NTT.
Namun, rencana penyaluran donasi tersebut mendapat penolakan keras dan kritikan dari Farhat Abbas.
Farhat berargumen bahwa dana tersebut seharusnya dikembalikan kepada Agus Salim karena masih menjadi objek sengketa.
Baca Juga: Petugas Dishub Depok Beraksi Mirip Spiderman Saat Hentikan Mobil Pelanggar
Ia khawatir jika dana tersebut disalurkan, akan menimbulkan masalah hukum bagi para penerima.
"Saya menyarankan kepada masyarakat agar selektif menerima bantuan," ujar Farhat Abbas.
Sementara itu, Teh Novi memiliki alasan bahwa upaya penyaluran dana tersebut dilakukan dengan niat baik untuk membantu korban bencana NTT.
Ia juga mengaku telah berusaha berkali-kali agar Agus Salim menggunakan dana tersebut untuk biaya pengobatan, namun tidak mendapat respons positif.
Baca Juga: Kebakaran Hutan Los Angeles yang Parah, Berakibat Ancaman Nyata Bagi Pasar Properti California
Pernyataan Farhat Abbas ini tentu saja menimbulkan kebingungan bagi korban bencana NTT yang akan menerima penyaluran donasi.
Mereka dihadapkan pada dilema antara menerima bantuan yang sangat dibutuhkan dengan risiko terjerat masalah hukum.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Gibran Disorot soal Ijazah, Nama Anies Baswedan Muncul! Refly Harun Ungkap Sosok Pengganti Wapres
- 2Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang Perkuat Kapasitas Keluarga dan Pemasaran UMKM di Kelurahan Setu
- 3Ubah Stigma Mahjong, Andrew Herman Gelar Turnamen Berhadiah Rp15 Juta di One District at Puri
- 4Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 5Ansor Tangsel Sukses Gelar Ansor Fest Experience 2026 di Mall, Padukan Syiar dan Kreativitas Pemuda
- 6Bukan Sekadar Kalah! Alexander Isak Soroti Kesalahan Fatal Liverpool saat Tumbang 2-3 di Istanbul
- 7Comeback Gila Real Madrid Bikin Bellingham Terpukau! Jude Minta Satu Hal Ini Dipertahankan Los Blancos
- 8Belum Selesai Kasus 115 Pelanggaran! Manchester City Terancam Investigasi Baru dan Sanksi Tambahan
- 9Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 10Jokowi dan Roy Suryo Saling Sindir di Sidang Ijazah, Ending Jabat Tangan Ini Bikin Publik Terkejut!

