Banten

Founder NarasiKita Gelar Mimbar Bebas, Soroti Polemik Kursi Panas Ketua DPRD Lebak

Berlian Rahmah Dewanto | 19 September 2024, 18:52 WIB
Founder NarasiKita Gelar Mimbar Bebas, Soroti Polemik Kursi Panas Ketua DPRD Lebak

 


AKURAT BANTEN, LEBAK – Menyoroti polemik terkait kursi panas jabatan Ketua DPRD Lebak, periode 2024-2029, Founder NarasiKita menggelar mimbar bebas di Caffe Cikuda, Pasir Ona, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Acara mimbar bebas ini dihadiri sekitar 80 peserta yang menghadirkan Pemantik Imron Wasid, M, I, P (Akademisi, Penulis Buku Politik, Partai Politik dan Perempuan), dan Dede Kodir (Tokoh Masyarakat, Mantan Ketua Kumala, Priode 2018-2020) serta dimoderatori oleh Rasiaamel dan bertindak sebagai Mc Yanti Febrianti.

Selain itu, mimbar bebas yang dibuat untuk umum itu juga, dihadiri pakar politik, Dr.Harits Hijrah Wicaksono.

Baca Juga: Bandara Soekarno-Hatta Jadi Perlintasan Perdagangan Orang. Imigrasi Bisa Apa?

Dalam mimbar bebas tersebut, founder NarasiKita menayangkan profil 7 calon dari fraksi PDIP, dan 2 profil nama calon yang kini tengah hangat menjadi pembicaraan publik, yaitu dr Juwita dan Junaedi Ibnu Jakta, keduanya dinilai memiliki jalan untuk mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP untuk menjabat sebagai Ketua DPRD Lebak ini.

”Adapun,kegiatan mimbar tersebut, kita laksanakan Rabu (18/9/2024) malam kemarin. Tentunya, sebagai kalangan anak muda kami berharap dari kegiatan ini, banyak hal positif yang kita dapat dari para pemantik yang kami hadirkan dalam acara tersebut,” ujar Rasiana Amalia Founder NarasiKita melalui telepon, Kamis (19/9/2024).

Berkaitan dengan tema mimbar bebas,yang diselenggarakannya tersebut, ujar Rasiana Amalia, pemantik Kodir menyikapi adanya unsur nepotisme, sementara pemantik Imron menyikapinya hal itu merupakan hak prerogatif Parpol dalam menentukan siapa kader terbaiknya untuk menduduki jabatan ketua DPRD tersebut.

Baca Juga: Drama di Hari ke-11, Akhirnya Pembunuh Penjual Gorengan, di Tangkap!

”Makasih dari itu, siapapun yang jadi, baik dr Juwita maupun Junaedi Ibnu Jarta adalah merupakan hasil keputusan matang Ketum Parpol,” kata Imron menurut Rasiana Amalia.

Berdasarkan kajian NarasiKita, sambung Rasiana Amalia, baik Juanedi Ibnu Jarta maupun dr Juwita masing–masing punya koneksinya.

”Siapapun tahu, dr Juwita adalah merupakan anak dari pengurus DPP PDIP, tentunya ini tidak bisa dipungkir, disini ada relasi kuasa ketika nama dr Juwita muncul sebagai ketua DPRD Lebak, ” ungkapnya.

Baca Juga: Nasabah LKM Cibaliung Keluhkan Proses Pencairan Simpanan untuk Perayaan PHBI

”Disisi lain pak Juanedi Ibnu Jarta juga sangat bisa menjadi ketua DPRD, karena memiliki prestasi dan pengalaman, apalagi ditopang dengan kedudukannya sebagai ketua DPC PDIP Lebak dan memiliki relasi dengan pak Ade Sumardi ketua DPD PDIP Banten,” jelas Rasiana Amalia.

Meski demikian, kata Rasiana Amalia, pihaknya berharap siapapun yang dipilih DPP PDIP menjadi Ketua DPRD Lebak, Priode 2024-2029, adalah merupakan hak prerogatif DPP PDIP.

”Bagi kami, yang terpenting bisa sinergi dan mengemban amanah dengan baik, serta memperjuangkan hak hak rakyat sesuai tufoksinya ,” papar Rasiana Amalia. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.