Banten

Sempat Hilang Terbawa Arus, Jenazah Nelayan di Rancecet ditemukan

Irsyad Mohammad | 6 Agustus 2024, 01:17 WIB
Sempat Hilang Terbawa Arus, Jenazah Nelayan di Rancecet ditemukan

AKURAT BANTEN - Yoni (18) warga Desa Rancapinang, seorang nelayan yang hilang di perairan pantai Rancecet, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh Tim SAR. 

Yoni ditemukan sejauh 20 meter dari bibir pantai, setelah tim SRU melakukan pencarian menggunakan kapal nelayan.

"Ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada pukul 13.45 wib 20 meter dari bibir pantai dan langsung dibawa ke rumah duka," kata, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad.

Baca Juga: PBNU tak Paham Entitas Organisasi, PKB Justru Sebut Mereka Sedang Lakukan Dagelan

Kata Armed, dalam pencarian jenazah korban tim dibagi menjadi dua SRU dengan tugas yang berbeda.

SRU 1 melakukan pencarian menggunakan Kapal Nelayan dengan radius 10 NM dengan spacing 0.5 NM dan SRU 2 melakukan pencarian dengan menyusuri pantai sejauh 3 KM ke Arah Timur dan 3 KM ke Arah Barat.

"Tim SAR berhasil menemukan 1 Orang Nelayan yang Hilang pada pencarian Hari ke 2," ucapnya.

Dengan ditemukannya korban makan Operasi Sar diusulkan ditutup dan unsur- unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing- masing.

Baca Juga: Terjun Dari Lantai 6 Gedung di Jakbar, Pria Tak Dikenal Tewas Seketika, Diduga Bunuh Diri

Sebelumnya diberitakan, terjadi kecelakaan air di perairan Rancecet, Desa Rancapinang, Kabupaten Pandeglang pada 4 Agustus 2024, dalam insiden itu sebuah perahu terbalik karena dihantam ombak yang mengakibatkan 7 nelayan terjatuh dan 1 diantaranya hilang. Senin (5/4/24)

Menurut informasi yang didapat, sejumlah nelayan tersebut akan berangkat melaut diperkirakan pukul 15:00 wib dari bibir pantai di Rancecet.

"Sekitar 15 meter dari bibir pantai perahu dihantam ombak sampai perahu terbalik," kata Kasi Siaga dan Operasi KPP Banten, Hairoe Amir Abyan Binis. 

Kemudian, kata Hairoe, untuk menyelamatkan diri, para nelayan yang terjatuh tersebut langsung bergegas berenang ke tepi pantai.

Baca Juga: Tragedi Kapal KM Sri Mariana: Enam Nelayan Meninggal, Satu Kritis di Pulau Tempurung, Merak, Banten

"6 dari 7 Orang terjatuh kelaut dan 6 Orang berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke pantai sedangkan 1 Orang dilaporkan hilang," ucapnya.

Lebih lanjut, Hairoe menerangkan, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten menurunkan Personil dari Unit Siaga SAR Lebak menuju ke lokasi dengan jarak tempuh 78,8 KM.

"Selanjutnya Tim SAR melakukan koordinasi dengan potensi SAR yang ada di Lapangan dan akan Melakukan pencarian terhadap korban pada 5 Agustus 2024 pukul 07.00 wib," tandasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.