Heboh! Turis Malaysia Berulah, Nilai Rendah Jakarta Semrawut Dan Tak Nyaman

AKURAT BANTEN - Heboh turis asal Malaysia menilai buruk Ibukota Negara Republik Indonesia saat berkunjung ke Jakarta.
Tdak hanya kuliner yang menjadi komentar buruk turis ini, namun pelayanan hotel hingga lingkungan di Jakarta.
Bukan mereka menyebut hampir semua tempat makan yang dicoba, tempatnya kotor.
"Kalau tak ke Jakarta aku takkan tahu, first impressions kitaorang, Kotor. Kitaorang makan dekat restaurant je tapi still kotor. Cawan berkulat, nasi ada macam ulat tu, padahal nampak elok je kan dalam gambar ini," tulis turis itu.
Usai makan, mereka mengkritik hotel tempat tinggal mereka selama di Jakarta. Mereka juga kaget ada orang makan di tepi jalan.
"Tapi nasib i book lawa murah tapi sekitar hotel lorong tu kotor yakmat. Tikus besar kucing," katanya.
Dalam memberikan penilaian untuk Jakarta turis ini, semrawut dan tak nyaman. Akhirnya mereka menilai dengan rating seperti di bawah ini:
- Baca Juga: DPRD DKI Angkat Bicara Polemik PJ Gubernur DKI Heru Budi Hapus KJMU Untuk Mahasiswa
- Baca Juga: Bupati Serang Minta Masyarakat Tidak Menolak TPSA, Karena Kondisi Wilayahnya Darurat Sampah
- Baca Juga: KPK Geledah Rumah Bos PT Mulia Knitting Factory Hanan Supangkat Terkait TPPU, Dapati Bukti Dokumen
Sekian 4h3m. Yang best hotel dengan naik flight klm je.
• Makan 0/10
• Tempat visit 3/10
• Shopping 0/10
Kita orang takda beli apa-apa pun bawa balik, beli ole ole coffee je kat duty free airport untuk family terdekat," tulisnya.
Atas penilaian tersebut, netizen Indonesia kemudian geram dan memberi komen seperti ini:
"Lah budget lu aja murah, ngarep dapet kualitas bintang 5," komentar salah satu netizen.
"Turis low budget jadi yang didatengin pinggiran-pinggiran," komentar lainnya.
"Emang dia aja ga ada duit buat liburan di Jakarta, coba kalo ada duit ga mungkin dia makan di pinggiran dan nginep di hotel murah," netizen lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






