Renungan 2024: Menua Bersama Waktu Karena Masa Tak Bisa Berhenti Untuk Waktumu

AKURAT BANTEN - Semakin menua kita, semakin panjang jalan cerita kehidupan dan akan menjadi sebuah kenangan hidup.
Semakin mudah kita rindu dengan masa lalu yang pernah, dimana pada masa itu kita anggap biasa-biasa saja, tapi kini menjadi luar biasa dan ngangenin.
Jika waktu bisa diputar kembali, ingin rasanya kembali ke masa lalu, ketika kita masih kecil atau remaja.
Ketika orang tua masih ada dan ketika orang-orang yang kita kangeni di masa lalu masih ada.
Ketika bermain di sawah lapang, berlari-lari mengejar layangan dengan tanpa alas kaki.
Ketika masih dibangku sekolah sambil bernyanyi sambil memukul-mukul meja ketika guru berhalangan mengajar.
Atau tertawa lepas, bergurau, riang gembira, seakan dunia ini isinya hanya untuk kesenangan saja.
- Baca Juga: 3 Cara Menyikapi Tahun Baru Bagi Umat Islam Menurut Syaikh Muhammad Al-Munajjid
- Baca Juga: Sejarah Tahun Baru Masehi Dan Hukum Merayakannya Bagi Umat Islam
- Baca Juga: Jelang Tahun Baru, 26 Ekor Kambing di Lebak di Gasak Maling Hanya Menyisakan Jeroan di Kandang
Ternyata baru kita sadari bahwa hidup tak selamanya indah, tapi yang indah itu tetap hidup dalam kenangan.
Namun masa tak bisa berhenti, terus berjalan menuakan kita. Tak peduli apakah kita setuju atau tidak, siap atau tidak siap.
Lalu akhirnya kita bekerja, menikah dan terjun ke masyarakat dengan berbagai macam peran dan tanggung jawab yang tak ringan.
Mulai bersikap dewasa dan mendewasakan orang lain, mendidik dan belajar serta mencari nafkah dengan peluh dan lelah.
Kemudian tua, dan sendiri lagi. Jika masih ada pasangan, tinggal berduaan. Anak-anak sudah asyik dengan hidupnya sendiri, datang dan menyapa hanya musiman.
Itulah jalan hidup yang akan dilalui oleh setiap anak manusia.
Sepanjang jalan kenangan tak ada artinya tanpa sepanjang jalan harapan menuju masa depan di dunia dan akhirat.
Jadikan masa lalu dalam kenangan manis dan harus menjadi pelajaran dan batu pijakan untuk merangkai kebahagiaan di masa depan.
Karena masa depan masih menanti untuk diperjuangkan dan masa kini menyapa untuk dinikmati sepenuh hati.
"Itulah umat yang telah lalu. Baginya apa yang telah mereka usahakan dan bagimu apa yang telah kamu usahakan. Dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang apa yang dahulu mereka kerjakan" (Qs. 2 ayat 134).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 4Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 5Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan
- 9Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 10Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti






