Anies Baswedan Ditanya Soal Angka Putus Sekolah di Banten Tinggi, Perlu Diberikan Dukungan Finansial

AKURAT BANTEN - Calon Presiden Republik Indonesia Nomor urut 1 Anies Baswedan soroti angka putus sekolah di Serang mencapai 7,5 persen karena faktor ekonomi. Padahal jarak daerahnya tidak jauh dari Jakarta. Kamis (21/12/23)
Hal tersebut ditanggapi oleh Anies Baswedan bahwa putus sekolah selalu ada diantara pergantian jenjang.
"Soal pendidikan putus sekolah putus itu bukan di tengah SD tetapi antara SD dan SMP bukan di tengah SMP tetapi antara SMP dan SMA putus itu selalu berada di tingkat pergantian jenjang," ucapnya.
Anies menilai, pada saat tersebut muncul biaya tambahan sehingga membuat menurunnya minat melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya.
"Ini kalau kami catat di sini untuk masuk biaya SD biayanya 1 juta, SMP 1,5 juta, SMA 2,5 juta sehingga dengan itu potensi tertinggal itu menurun," ucapnya.
Oleh karena itu, rencananya kata Anies, akan diberikan dukunga finansial tidak hanya saat orang tersebut duduk dibangku sekolah namun terus hingga lulus sekolah.
- Baca Juga: Ayah Harun Al Rasyid Didatangi Utusan Prabowo, Ditawari Rp200 Juta Hentikan Kasus
- Baca Juga: Maruf Amin Sindir Ketum PAN: Politisi Seperti Kekanak-kanakan AMIN di Ganti Qobul!
- Baca Juga: Ketum PAN Zulkifli: Pendukung No.2 Baca Al-Fatihah Tidak Ucapkan Amin Dan Tahiyatul akhir Pake Dua Jari
Hal itu diharapkan dapat untuk orang yang beruntung itu dapat mengongkosi hingga ke jenjang berikutnya.
"Pada saat pergantian jenjang muncul biaya extra, kita berencana memberikan dukungan finansial kepada mereka yang kurang sejahtera, bukan hanya bantuan ketika mereka masa sekolah, tetapi ketika mereka lulus mereka diberikan uang tambahan sehingga mereka bisa mengongkosi untuk naik jenjang ke jenjang berikutnya," paparnya.
Selain itu, faktor lainnya ujar Anies adalah kurangnya bangku di dunia pendidikan sehingga kalaupun orang tersebut memiliki biaya jika bagkunya tidak ada menjadi salah satu penyebab menurunnya minat sekolah.
"Yang kedua jumlah bangkunya harus ditambah jumlah bangku SMP jumlah bangku SMA tapi kalau bangkunya makin sedikit ya walaupun anak itu punya tambahan biaya kalau bangkunya tidak ada nggak cukup jadi diperluas bangkunya," tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 2Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 3Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 4Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 5Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 6Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 7Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 8Terungkap Dokumen Grade 12 Gibran di UTS Insearch Kembali Dipersoalkan, Disebut Bukan Ijazah SMA
- 9Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 10Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan









