Banten

Pemilik Harus Tahu, 10 Penyakit Pada Kucing Dan Cara Mengobatinya, Nomor 1 Tidak Doyan Makan

Saeful Anwar | 21 Desember 2023, 07:00 WIB
Pemilik Harus Tahu, 10 Penyakit Pada Kucing Dan Cara Mengobatinya, Nomor 1 Tidak Doyan Makan

AKURAT BANTEN – Sobat Akurat Banten, Kucing disebut juga kucing domestik atau kucing rumah adalah sejenis mamalia karnivora dari keluarga Felidae. Kata "kucing" biasanya merujuk kepada "kucing" yang telah dijinakkan, tetapi bisa juga bisa merujuk kepada "kucing besar" seperti singa dan harimau yang juga termasuk jenis kucing.

Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan yang sangat menggemaskan. Tidak hanya disayangi oleh pemiliknya, tetapi orang yang datang berkunjung akan sangat tertarik untuk menggendong hingga bermain dengannya.

Seperti juga manusia pada umumnya, manusia yang sehat bisa saja tiba-tiba terserang penyakit. Demikian juga kucing, suatu saat dapat terserang penyakit, berikut berbagai penyakit yang dialami oleh kucing seperti dilansir dari laman lamudi.co.id.

Berbagai penyakit dapat menyerang kucing kesayangan Sobat. Ada yang dapat diobati di rumah, ada juga yang harus ditangani serius oleh dokter. Sebagai pemilik, Sobat harus tahu penyakit apa saja yang ada pada kucing, sehingga kalau gejala sudah terlihat pada kucing sendiri, Sobat tahu apa yang harus dilakukan.

Berikut ini adalah daftar penyakit pada kucing, simak penjelasan lengkapnya:

1. Perubahan Nafsu Makan

Jika kucing kamu menunjukkan perubahan nafsu makan, baik bertambah ataupun berkurang, itu bisa menjadi salah satu Sobat mungkin ia mengalami masalah pada sistem pencernaannya.

Peningkatan nafsu makan pada kucing dapat disebabkan oleh parasit usus, hipertiroidisme, diabetes, atau penyakit pencernaan yang menyebabkan penyerapan nutrisi buruk.

Sementara, nafsu makan berkurang mungkin disebabkan karena kucing merasa mual, demam, mengalami penyakit pencernaan, atau nyeri di mulut.

2. Diare pada Kucing

Diare tidak hanya dapat menyerang manusia, tetapi juga kucing. Biasanya diare pada kucing adalah gejala awal ke penyakit lain. Sebelum lebih serius, Sobat harus melakukan tindakan cepat.

Pada 48 jam pertama, tidak perlu panik karena Sobat dapat melakukan sejumlah hal di rumah. Pertama adalah memberikannya elektrolit. Cara membuatnya mudah, yakni dengan mencampurkan air matang dengan gula. Kemudian jadikan sebagai air minum mereka.

Cara lain adalah mengganti pakan, membiarkannya puasa selama 12 jam hingga memberikan tempe. Tetapi kalau setelah 48 jam diare masih belum pulih, sebaiknya Sobat membawanya ke dokter untuk mendapatkan obat diare yang sesuai.

3. Jamur pada Bagian Badan Kucing

Penyakit pada kucing kedua adalah jamur. Menjadi penyakit yang banyak dialami banyak kucing karena mudahnya penularan. Bahkan hingga ke manusia juga.

Biasanya, penularan datang dari lingkungan yang tidak higienis, seperti saat kucing Sobat bermain dengan kucing liar sekitaran rumah. Mereka sudah terkena jamur dan kemudian menular langsung ke kucing Sobat.

Gejalanya mudah dilihat. Contohnya kucing Sobat akan menggaruk telinga lebih sering dari biasanya. Selanjutnya terlihat kurap pada kulit, ketombe pada bulu yang menyebabkan botak di bagian tertentu.

Kalau sudah terkena jamur, tidak perlu khawatir. Sobat dapat mengoleskan salep jamur yang dapat Sobat beli secara online atau di pet care. Selain itu, Sobat juga dapat melakukan mandi jamur yang disediakan oleh servis grooming.

4. Penyakit Scabies pada Kucing

Selanjutnya adalah penyakit scabies pada kucing. Penyakit ini juga sering ditemukan, terutama kalau Sobat melihat kucing liar yang ada di jalan. Kalau tidak hati-hati, dapat tertular juga ke kucing Sobat.

Scabies disebabkan oleh tungau bernama Sarcoptes Scabiei dan Notoedres Cati. Kucing akan merasa tidak nyaman karena gatal-gatal. Bahkan kalau didiamkan, kulit mereka akan berkerak hingga iritasi.

Kalau sudah terkena scabies, sebaiknya Sobat membawanya ke dokter. Beberapa obat akan diberikan seperti ivermectin. Obat ini dapat diminum, dioles hingga disuntikkan pada badan kucing.

Selain itu, scabies juga dapat dipulihkan dengan memandikannya dengan sampo anti tungau. Banyak pet care menyediakan servis ini.

6. Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA)

ISPA menjadi penyakit pernapasan pada kucing yang harus Sobat waspadai. Hal itu dikarenakan penyakit ini dapat menular ke kucing lain. Penularannya pun sangat mudah lewat udara dan air liur.

Kalau kucing Sobat mengalami ISPA, segera pisahkan dengan kucing lain. Lakukan isolasi dengan tempatkan di ruang yang berbeda. Batasi juga waktu mainnya. Kalau dalam beberapa hari Sobat masih melihat kucing bernapas lewat mulut, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

6. Feline Immunodeficiency Virus (FIV)

Sesuai namanya, FIV adalah penyakit pada kucing yang menyerang sistem kekebalan tubuh (imun). Biasanya, penyakit ini tertular dari gigitan kucing lain yang sudah tertular. Atau karena penyakit turunan, tetapi persentasenya sangat kecil.

Di awal, mungkin Sobat tidak sadar dengan FIV karena gejalanya tidak terlihat. Tetapi kalau sudah terlihat, penyakit ini terbilang serius dan sulit disembuhkan.

Untuk sembuh total, penyakit ini belum ada obatnya. Tetapi untuk memperpanjang umur hingga bertahun-tahun, masih dapat Sobat lakukan. Yang penting, Sobat harus rajin cek ke dokter secara berkala. Tidak lupa juga untuk menjaga ruang bermain kucing selalu higienis.

7. Feline Panleukopenia (FPLV)

Feline Panleukopenia atau yang sering disebut sebagai “Panleu” menjadi penyakit pada kucing paling umum dengan kematian tinggi. Virus mematikan ini dapat menyebar dengan cepat melalui berbagai media, contohnya seperti feses, muntahan, sekresi, atau bahkan pakaian dan sepatu Sobat.

Singkatnya, Panleu ini menyerang kekebalan tubuh dan saraf. Sel darah kucing akan menurun drastis dan kemudian menyerang jantung. Jarak waktu serangnya pun sangat cepat, dalam seminggu kucing dapat langsung kritis dan mati.

Maka dari itu, kalau beberapa gejala seperti dehidrasi, muntah, diare (hingga BAB darah), kehilangan nafsu makan, anemia, dan demam tinggi, Sobat harus segera membawanya ke dokter untuk mendapatkan penanganan serius.

8. Penyakit pada Kucing Rabies

Penyakit rabies dapat menyerang semua hewan, termasuk kucing kesayangan Sobat. Kalau sudah terkena dan memperlihatkan gejala, tingkat kematian mencapai hampir 100%.

Penyakit ini menular dari gigitan kucing lain yang sudah terinfeksi. Virus akan menyerang sumsum tulang belakang dan kemudian memperlihatkan beberapa gejala seperti peningkatan agresivitas, mulut berbusa dan gerakan otot yang tidak disengaja.

Mencegah lebih baik daripada mengobati, kan? Ada hal yang dapat Sobat lakukan seperti membatasi tempat main kucing, memperhatikan kucing lain yang bermain dengan kucing Sobat hingga memberikan vaksin rabies.

9. Penyakit pada Kucing Diabetes

Diabetes juga menjadi penyakit umum yang sering dialami kucing. Sama seperti manusia, diabetes pada kucing juga memiliki dua tipe, yakni Tipe I dan Tipe II. Tipe I adalah kurangnya produksi insulin, sedangkan Tipe II adalah ketidakmampuan kucing membuat hormon.

Ada sejumlah symptoms diabetes kucing seperti dehidrasi, mengkonsumsi air berlebihan, buang air kecil meningkat, infeksi saluran kemih, hingga perubahan sikap.

Kalau sudah terkena diabetes, biasanya tidak bisa sembuh. Tetapi sama seperti manusia, penyakit ini dapat dikontrol sehingga tetap bisa hidup panjang. Hal yang dapat Sobat lakukan pada kucing adalah memilih pakan khusus diabetes, mengontrol waktu makan (diet) dan melakukan check up ke dokter secara berkala.

10. Penyakit Ginjal pada Kucing

Penyakit ginjal sering dialami kucing dengan ras berumur di atas lima tahun. Tetapi jangan salah, meski masih belum terlalu tua, kucing tetap dapat terkena penyakit ini.

Biasanya, penyakit ini memiliki banyak sebab. Seperti menelan zat beracun seperti pestisida, anti beku dan obat ibuprofen. Ada juga karena kanker, penyakit gigi akut, dan karena sudah berumur.

Beberapa gejala yang pasti muncul adalah sering buang air besar, sering haus, penurunan berat badan, bau mulut, dan bulu kering.

Kalau sudah terserang, penyakit ini tidak dapat disembuhkan, apalagi kalau kucing sudah berumur. Mungkin dokter akan memberikan sejumlah rekomendasi perawatan seperti terapi cairan, obat tekanan darah, dialisis, modifikasi makanan, sampai ke transplantasi ginjal.

Maka dari itu, sebelum terkena dan menjadi serius, sebaiknya Sobat melakukan cek kesehatan kucing kesayangan secara berkala. Langkah awal ini membuat kucing Sobat berumur panjang.(**)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.