Banten

ISRAEL Seperti Penjahat Ingusan Vs TATAR Yang Pernah Menjadi Negara Super Power Penghancur Dinasti Islam

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 22 November 2023, 00:07 WIB
ISRAEL Seperti Penjahat Ingusan Vs TATAR Yang Pernah Menjadi Negara Super Power Penghancur Dinasti Islam

AKURAT BANTEN - Bangsa Tatar (Tatar: tatarlar/татарлар), kadang-kadang dieja Tartar, adalah suku bangsa yang berjumlah sebesar 10 juta jiwa pada akhir abad ke-20. Rusia merupakan tempat tinggal dari mayoritas bangsa Tatar yang mencapai populasi tujuh juta jiwa. Uzbekistan, Kazakhstan, Ukraina, Tajikistan, Kirgizstan, Turkmenistan dan Azerbaijan juga memiliki populasi Tatar di atas 30.000 jiwa. (wikipedia)

Kala itu, Tatar menjadi negara super power dan merasa di atas angin, karena ibukota khilafah Islam Baghdad mereka hancurkan, Transoxiana dan Kurasan diluluhlantahkan, Damaskus dan Aleppo direbut, mental umat muslim rusak parah, sampai saat itu muncul slogan kalau ada kabar pasukan Tatar kalah, berarti kabar tersebut bohong.

Bayangkan, selangkah lagi pasukan berkuda Tatar sampai di pintu Mesir, mereka sudah masuk ke Terusan Suez, beberapa utusannya mengirim surat ke sultan Quthuz untuk menyerah dan mengajak damai, apakah sultan menerima ajakan utusan Kitbugha (Jenderal tertinggi Hulagu Khan) tersebut dengan alasan tidak ada pertolongan dari umat Muslim negeri lain, atau keadaannya sama seperti fase waktu Mekkah ?

Bukannya menerima ajakan untuk menyerah dan tunduk ke Tatar, beliau justru mengajak para ulama duduk bersama-sama di majelis musyawarah, dipimpin oleh Syaikh Izzuddin bin Abdis Salam Al Asy'ariy As Syafi'iy untuk membuat gerakan resolusi jihad, serta mengajak semua rakyat Mesir mengumpulkan hartanya disumbangkan untuk keperluan jihad.

Ketika itu umat muslim banyak dibunuh, semua negeri umat muslim direbut, yg belum direbut tinggal satu, yaitu Mesir. Tidak ada kata menyerah bagi mereka, tidak ada kata damai bagi mereka, mereka siap menjadikan Mesir sebagai benteng terakhir tempat perlindungan umat Muslim, tidak ada mereka beralasan keadaan rakyat Mesir sama seperti fase di Mekkah.

Andai waktu itu Syaikh Izzuddin memberi fatwa keadaan Mesir sama seperti fase Mekkah, mungkin negara Islam sudah lenyap, tidak akan ada lagi kita dengar sejarah negara Islam setidaknya sampai Turki Utsmani runtuh seratus tahun lalu, tidak akan pernah kita dengar kegigihan jihad sultan Baibars, trio Qalawun, atau ketegasan Syaikh Ibnu Taimiyah menghadapi pasukan Mongol yg khawarij.

Israel Penjahat Yang Masih Ingusan

Bayangkan dengan Israel yang hanya menghadapi Palestina saja dimana luas wlayahnya tergolong kecil, Butuh waktu bertahun-tahun dan sampai saat ini Palestina masih berdiri kokoh sebagai negeri yang mampu bertahan bersama rakyatnya.

Alasannya adalah Israel tidak memiliki sejarah sebagai bangsa pejuang, menurut sejarah, bangsa Yahudi Israel lebih sering berpencar kalau ada tekanan dan acap kali di usir oleh beberapa negara pada zamannya.

Lalu ingin menjadi jargon dizajirah arab dengan menujukkan tanah asal berdasarkan peta yang mereka buat sendiri? Wowww.. Ini mimpi besar mereka!

Kita tunggu saja seperti apa jadinya Israel, Apakah akan seperti Negeri TATAR atau akan hancur seperti Firaun atas kesombongannya selama ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.