Ultrajaya Gelontorkan Rp1,14 Triliun Perkuat Pasokan Susu untuk Program Makan Bergizi Gratis

Akurat Banten - Kementerian Perindustrian mengungkapkan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk menanamkan investasi baru senilai Rp1,14 triliun sebagai langkah memperkuat ketersediaan susu UHT untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan pemerintah.
Investasi tersebut dipandang strategis karena industri pengolahan susu menjadi salah satu pilar penting dalam memastikan akses masyarakat terhadap pangan bergizi, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan yang menjadi sasaran utama program nasional tersebut.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis sangat bergantung pada kesiapan industri dalam menjaga kapasitas produksi, mutu produk, dan kesinambungan pasokan bahan baku.
“Industri pengolahan susu nasional harus mampu menjawab kebutuhan program MBG, baik dari sisi kapasitas produksi, kualitas produk, maupun keberlanjutan pasokan bahan baku. Pemerintah memacu industri untuk terus berinvestasi dan bermitra dengan peternak dalam negeri,” ujar Agus Gumiwang.
Baca Juga: Polisi Bongkar Peredaran Uang Palsu dan Amankan Pria Paruh Baya
Sebagai bagian dari realisasi investasi tersebut, Ultrajaya telah mulai mengoperasikan fasilitas produksi baru yang berlokasi di Kawasan Industri MM 2100, Cibitung, Kabupaten Bekasi.
Pabrik anyar ini dirancang khusus untuk menopang kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis melalui tiga lini produksi susu UHT dalam kemasan 125 mililiter dan 200 mililiter yang umum digunakan untuk distribusi berskala besar.
Perusahaan juga telah menyiapkan rencana pengembangan lanjutan dengan menambah lini produksi baru yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Maret 2026 guna mengantisipasi peningkatan permintaan.
Dari sisi teknologi, fasilitas produksi tersebut telah mengadopsi konsep industri 4.0 yang memungkinkan proses produksi berjalan lebih efisien, terukur, dan konsisten dalam menjaga standar kualitas.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika menyebut transformasi digital menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya saing industri pengolahan susu nasional.
“Penerapan teknologi industri 4.0 terbukti dapat meningkatkan efisiensi, menghemat energi, meningkatkan produktivitas dan daya saing, serta menjaga kualitas produk,” kata Putu Juli Ardika.
Teknologi yang diterapkan di pabrik Ultrajaya mencakup Automated Guided Vehicle, sistem forklift autopilot, Manufacturing Execution System, hingga pengelolaan gudang berbasis Automated Storage and Retrieval System.
Selain efisiensi produksi, aspek keberlanjutan juga menjadi perhatian dengan hadirnya Waste Water Treatment Plant berteknologi ultrafiltration yang memungkinkan sebagian besar limbah cair didaur ulang untuk proses produksi berikutnya.
Di sisi hulu, Ultrajaya saat ini mengelola dua peternakan sapi perah yang berlokasi di Bandung dan Sumatera Utara dengan total populasi sekitar 7.000 ekor sapi sebagai penopang pasokan susu segar.
Baca Juga: Jembatan Gantung Baru di Garut Akhiri Isolasi Dua Kampung dan Buka Harapan Ekonomi Warga
Perusahaan bahkan telah menyiapkan rencana investasi tambahan untuk menambah sekitar 4.000 ekor sapi perah demi memperkuat ketahanan pasokan bahan baku dalam negeri.
Kemenperin menyatakan akan terus mendorong peningkatan pemanfaatan susu segar domestik sekaligus mengajak Ultrajaya mengikuti seleksi National Lighthouse Industry 4.0 sebagai contoh industri pengolahan susu berbasis teknologi.
Sebelumnya, Kemenperin juga menjalankan program digitalisasi di Tempat Penampungan Susu untuk menjaga kualitas, kandungan protein, dan kesegaran susu sebelum masuk ke pabrik.
Melalui kombinasi investasi besar, penerapan teknologi digital, serta kemitraan dengan peternak dan koperasi susu, pemerintah optimistis industri pengolahan susu nasional mampu memperkuat ketahanan pangan dan menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis secara berkelanjutan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 2Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 3Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 4Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 5Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 6Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 7Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 8Terungkap Dokumen Grade 12 Gibran di UTS Insearch Kembali Dipersoalkan, Disebut Bukan Ijazah SMA
- 9Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 10Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan









