Jembatan Gantung Baru di Garut Akhiri Isolasi Dua Kampung dan Buka Harapan Ekonomi Warga

Akurat Banten - Warga dua kampung di Desa Mandala Kasih, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, kini memiliki akses baru yang sangat berarti setelah sebuah jembatan gantung sepanjang 80 meter resmi bisa digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Jembatan selebar 1,20 meter itu menghubungkan Kampung Punaga Jolok dan Kampung Baru, yang sebelumnya terpisah sungai dan menyulitkan mobilitas warga, terutama anak-anak sekolah, petani, dan masyarakat yang hendak beribadah.
Kehadiran jembatan ini menjadi solusi nyata setelah bertahun-tahun warga harus memilih antara menyeberangi sungai dengan risiko keselamatan atau memutar jalan sejauh beberapa kilometer.
Kepala Desa Mandala Kasih, Iwan Darmawan, menyebut jembatan tersebut sebagai akses vital yang sejak lama dinantikan masyarakat di kedua kampung.
Dalam keterangannya kepada Tim Media Presiden di Jakarta pada Minggu, Iwan menjelaskan bahwa jembatan itu dibangun oleh TNI bekerja sama dengan Vertical Rescue Indonesia (VRI).
Ia menegaskan bahwa dampak jembatan tidak hanya dirasakan dalam urusan transportasi, tetapi juga langsung menyentuh sektor pertanian, ekonomi, kesehatan, hingga pelayanan administrasi.
“Alhamdulillah sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Mandala Kasih. Jembatan ini penting untuk kepentingan pertanian, perekonomian, kesehatan, dan keagamaan,” ujar Iwan.
Ia menambahkan, sebelumnya warga harus berjalan hingga tiga kilometer hanya untuk mengurus administrasi ke kantor desa.
Sebelum jembatan baru dibangun, warga Kampung Baru yang berada di seberang Kampung Punaga Jolok terpaksa menyeberangi sungai saat hendak ke sekolah atau mengurus dokumen kependudukan.
Baca Juga: Ditemukan Tak Bernyawa di Apartemen, Fakta-fakta Kematian Influencer Lula Lahfah Terungkap Polisi
Alternatif lain yang tersedia kala itu adalah berjalan memutar dengan waktu tempuh sekitar satu jam, kondisi yang kerap menghambat aktivitas harian.
“Dulu masyarakat saya kalau mau ke sekolah, mengurus administrasi ke desa, dan kegiatan ekonomi benar-benar terhambat karena harus menyeberang sungai,” kata Iwan.
Menurutnya, kondisi tersebut berlangsung hampir dua tahun setelah jembatan lama rusak akibat diterjang banjir besar.
Selain faktor banjir, kerusakan jembatan lama juga dipicu material yang sudah keropos karena korosi, mengingat Desa Mandala Kasih berada di wilayah pesisir dengan kadar garam udara cukup tinggi.
Jembatan gantung yang baru ini rampung pada awal Januari 2026 dengan konstruksi yang lebih kuat dan desain yang disesuaikan dengan kondisi alam setempat.
Posisi jembatan dibuat lebih tinggi sekitar 1,5 meter dari permukaan sebelumnya untuk mengantisipasi peningkatan debit air sungai saat hujan deras di wilayah hulu seperti Cikajang dan Cisompet.
“Sekarang jembatan sudah ditinggikan sekitar satu setengah meter. Dulu posisinya lebih rendah,” ujar Iwan.
Atas selesainya pembangunan tersebut, Pemerintah Desa Mandala Kasih menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat dalam percepatan pembangunan.
Iwan secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak, Satgas Percepatan Pembangunan Jembatan, serta Vertical Rescue Indonesia.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Kasad Jenderal Maruli Simanjuntak,” ucapnya.
Baca Juga: Air Sungai Meluap dan Tanggul Jebol, Ratusan Rumah di Pinang Griya Tangerang Kebanjiran
Ke depan, pemerintah desa berharap jembatan gantung tersebut dapat ditingkatkan menjadi jembatan permanen yang mampu dilalui kendaraan roda empat.
Rencana itu dinilai penting untuk memperlancar distribusi hasil pertanian warga sekaligus menjadi jalur alternatif ketika jalur utama Pameungpeuk mengalami kepadatan, terutama saat musim libur dan hari besar nasional.
“Karena kalau ini jalan bisa permanen, kepentingannya banyak,” kata Iwan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pilpres 2029 Berpotensi Hanya Dua Pasangan, Bagaimana Nasib Dedi Mulyadi? Ini Skenarionya
- 2Besok Jadi Sorotan! BEM UI Siapkan Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Tugu Tani hingga Tugu Proklamasi Disorot
- 3Bukan MU atau Arsenal, 2 Klub Ini Kuasai Rekor Kemenangan Beruntun Premier League!
- 4Lionel Messi Bikin Rekor Gila di MLS! Cetak 2 Gol, Pelatih Inter Miami Sampai Menyebutnya Alien
- 5Kabar Terbaru MBG! Siswa Boleh Tambah Makan, Sistem Prasmanan Diuji di 10 Provinsi
- 6Wendi Cagur Bikin Geger! Akun Medsos Diduga Dibatasi Usai Suarakan Karhutla, 5 Figur Publik Ikut Disorot
- 7Analisis Roy Suryo dan Dokter Tifa soal Dokumen Ijazah Jokowi Jadi Sorotan, Apa Fakta Hukumnya?
- 8Vietnam Mulai Ketar-ketir! Timnas Indonesia Segera Punya Senjata Baru, Taisei Marukawa Tinggal 2 Tahap
- 9PSG Hancurkan Rekor Sempurna Barcelona, Respons Hansi Flick Justru Bikin Publik Heran!
- 10Vietnam Mulai Ketar-ketir! Timnas Indonesia Segera Punya Senjata Baru, Taisei Marukawa Tinggal 2 Tahap









