Banten

Balita Lompat dari Balkon Rumah Kontrakan di Jatinegara, Polisi Ungkap Dugaan Penelantaran Anak

Moehamad Dheny Permana | 8 Januari 2026, 07:30 WIB
Balita Lompat dari Balkon Rumah Kontrakan di Jatinegara, Polisi Ungkap Dugaan Penelantaran Anak

Akurat Banten - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur mengungkap rangkaian kejadian memilukan yang menimpa seorang balita berusia tiga tahun yang nekat melompat dari balkon lantai dua rumah kontrakan di kawasan Rawabunga, Jatinegara.

Peristiwa tersebut mencuat ke publik setelah sebuah video beredar luas di media sosial dan memicu keprihatinan masyarakat terkait keselamatan serta pengasuhan anak di lingkungan perkotaan.

“Benar, kemarin viral di media sosial ada anak balita usia tiga tahun berinisial AC yang melompat dari balkon lantai dua,” ujar Kepala Unit PPA Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur, Kompol Sri Yatmini.

Menindaklanjuti informasi yang beredar, kepolisian segera melakukan penyelidikan awal untuk memastikan lokasi kejadian sekaligus memverifikasi kebenaran peristiwa tersebut.

Informasi pertama kali diterima aparat dari unggahan di media sosial Facebook yang menampilkan seorang anak kecil terjatuh dari lantai dua sebuah rumah kontrakan.

Setelah melakukan penelusuran, petugas memastikan tempat kejadian perkara berada di wilayah Rawa Bunga, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Baca Juga: Richard Lee Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya, Jalani Pemeriksaan Kasus Dugaan Pelanggaran Konsumen

Proses menuju lokasi tidak berjalan mudah karena akses jalan yang sempit dan padat, sehingga menyulitkan mobilitas petugas di lapangan.

Meski demikian, pencarian lokasi terbantu berkat koordinasi dengan tokoh masyarakat setempat, pengurus RT, Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga aparat kelurahan.

Sesampainya di rumah kontrakan tersebut, petugas mendapati kondisi rumah terkunci dari luar tanpa pengawasan orang dewasa.

Di dalam rumah, terdapat tiga anak yang masing-masing berusia sekitar tujuh tahun, tiga tahun, dan dua tahun, dengan anak berusia tiga tahun menjadi korban yang melompat dari balkon.

“Rumah itu dikunci dari luar oleh ibunya, saat kami ketuk tidak ada yang bisa membuka, sehingga akhirnya dibantu warga untuk dibuka paksa karena kami khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Sri.

Setelah pintu berhasil dibuka, petugas menemukan korban dalam kondisi mengalami luka akibat terjatuh dari lantai dua rumah.

Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa kakak korban yang berusia sekitar tujuh tahun tidak bersekolah pada hari kejadian karena diminta menjaga kedua adiknya, salah satunya dalam kondisi sakit.

Baca Juga: Ayo! KAUM MUDA: Mau Skill Gratis Dan Dibayar? Ini Cara Daftar Pelatihan BLK Kota Tangerang Lewat HP!

Kondisi di dalam rumah dinilai tidak aman bagi anak-anak karena terdapat colokan listrik terbuka, kompor, serta berbagai peralatan rumah tangga yang berpotensi membahayakan tanpa pengawasan orang dewasa.

Menurut keterangan polisi, sebelum insiden terjadi, ibu korban diduga sempat terlibat pertengkaran dengan teman dekatnya yang tinggal bersama di rumah tersebut.

Peristiwa pertengkaran itu diduga disaksikan langsung oleh anak-anak yang berada di dalam rumah.

“Sebelum kejadian tersebut, ibu korban berantem dengan teman dekatnya yang sudah satu rumah, sehingga anak ini melihat dan mengetahui, lalu entah apa yang terjadi korban mengambil kursi kayu kecil berwarna biru, naik ke balkon, dan melompat dari lantai dua,” ungkap Sri.

Fakta lain yang terungkap, ketiga anak tersebut diduga sering ditinggalkan sendirian di rumah dalam keadaan terkunci dari luar.

Warga sekitar mengaku kerap mendengar tangisan dan teriakan anak-anak yang meminta makan dari dalam rumah.

“Anak-anak ini sering dikasih makan tetangga lewat balkon dengan cara dilempar, karena mereka terkunci dari luar, dan saat kami temukan pun mereka dalam kondisi lapar,” tambahnya.

Saat ini, ketiga anak telah diamankan dan berada dalam perlindungan Unit PPA Polres Metro Jakarta Timur.

Selain mendapatkan perawatan awal, anak-anak tersebut juga menjalani asesmen bersama Unit Pelaksana Teknis PPA untuk memastikan kondisi fisik dan psikologis mereka tertangani dengan baik.

Sri Yatmini menyampaikan apresiasi kepada warga yang peduli dan berani melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor jika menemukan dugaan penelantaran atau kekerasan terhadap anak di lingkungan sekitar.

“Jika orang tua merasa tidak mampu mengasuh anak, negara hadir dan kami memiliki rumah aman, silakan diserahkan secara tertulis dan jangan sampai anak-anak ditinggalkan tanpa pengawasan,” tegasnya.

Masyarakat diminta segera menghubungi layanan darurat 110 apabila mengetahui adanya dugaan penelantaran anak agar aparat dapat segera bertindak.

Kasus ini masih terus didalami oleh Polres Metro Jakarta Timur, termasuk pemeriksaan terhadap orang tua korban guna menentukan langkah hukum selanjutnya.

Adapun korban yang terjatuh diketahui berinisial AC berusia tiga tahun, anak kedua dari tiga bersaudara, dengan dua saudara lainnya masing-masing berinisial PI berusia delapan tahun dan GKI berusia dua tahun.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.