Banten

Hampir Tiga Ribu Warga Desa Pariangan Dievakuasi Tim SAR Saat Banjir Rendam Hulu Sungai Selatan

Moehamad Dheny Permana | 28 Desember 2025, 10:21 WIB
Hampir Tiga Ribu Warga Desa Pariangan Dievakuasi Tim SAR Saat Banjir Rendam Hulu Sungai Selatan

Akurat Banten - Tim SAR gabungan bergerak cepat mengevakuasi ribuan warga Desa Pariangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, setelah banjir merendam kawasan permukiman sejak akhir pekan.

Sedikitnya 2.895 warga terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat luapan air yang terus meningkat dan mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat setempat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, I Putu Sudayana, memastikan seluruh proses evakuasi berjalan aman dan tidak menimbulkan korban jiwa.

“Seluruh warga terdampak banjir berhasil dievakuasi ke tempat yang lebih aman dalam kondisi selamat,” kata Putu.

Warga yang dievakuasi langsung diarahkan menuju Posko Pengungsian yang dipusatkan di Alun-Alun Kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Putu menjelaskan, data sementara yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten HSS mencatat jumlah pengungsi mencapai 2.895 jiwa.

“Berdasarkan laporan sementara BPBD, jumlah warga yang dievakuasi sebanyak 2.895 orang dan tidak ada korban jiwa,” ujar Putu.

Baca Juga: Tangis Haru di Panggung DA7! Tasya Tangerang Selatan Resmi Jadi Juara, Unggul Tipis dari Valen Pamekasan!

Proses evakuasi melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, hingga masyarakat setempat yang turut membantu.

Meski menghadapi arus air yang cukup deras di beberapa titik, tim di lapangan tetap mengedepankan keselamatan warga dalam setiap langkah penyelamatan.

Putu mengakui kondisi tersebut sempat menjadi tantangan tersendiri bagi petugas, namun tidak sampai menghambat jalannya operasi evakuasi.

Cuaca berawan disertai hujan ringan turut mewarnai proses evakuasi, sehingga tim harus ekstra waspada saat mengevakuasi warga lanjut usia dan anak-anak.

Setelah seluruh warga berhasil dipindahkan, petugas kini memusatkan perhatian pada kesiapsiagaan di posko utama.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya volume air atau meluasnya wilayah terdampak banjir.

Putu memastikan personel SAR dan unsur terkait tetap disiagakan selama kondisi cuaca belum sepenuhnya membaik.

“Kami tetap bersiaga di posko untuk mengantisipasi perkembangan situasi di lapangan,” ujar Putu.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut.

Menurutnya, kerja sama lintas instansi menjadi kunci keberhasilan evakuasi ribuan warga dalam waktu relatif singkat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR dan relawan yang telah bekerja maksimal,” kata Putu.

Selain fokus pada penanganan darurat, petugas juga terus memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada.

Baca Juga: Terobos Medan Ekstrem Polisi Aceh Tengah Andalkan Motor Trail Antar Bantuan ke Desa Terisolasi

“Kami mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan petugas dan waspada terhadap potensi cuaca ekstrem,” ujar Putu.

Banjir tidak hanya melanda Kabupaten Hulu Sungai Selatan, tetapi juga terjadi di sejumlah wilayah lain di Provinsi Kalimantan Selatan.

Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak Jumat malam hingga Sabtu menjadi penyebab utama meluapnya sungai di beberapa daerah.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait kini terus memantau kondisi cuaca dan debit air untuk mencegah dampak yang lebih luas.

Upaya penanganan lanjutan akan terus dilakukan hingga situasi dinyatakan benar-benar aman bagi masyarakat.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.