Banten

Jawa Barat Jadi Lokasi Perdana Rumah Inovasi Daerah Kolaborasi BRIN dan Pemprov

Moehamad Dheny Permana | 25 Desember 2025, 03:58 WIB
Jawa Barat Jadi Lokasi Perdana Rumah Inovasi Daerah Kolaborasi BRIN dan Pemprov

Akurat Banten - Badan Riset dan Inovasi Nasional bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menjalin kerja sama strategis untuk membangun Rumah Inovasi Daerah yang diproyeksikan menjadi simpul baru penguatan riset dan inovasi berbasis kebutuhan wilayah.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Kepala BRIN Arif Satria dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang berlangsung di Gedung Pakuan, Bandung.

Arif Satria menyampaikan bahwa Jawa Barat menjadi provinsi pertama yang dikunjungi BRIN dalam agenda pengembangan Rumah Inovasi Daerah yang nantinya akan direplikasi ke daerah lain.

“Ini provinsi yang pertama yang kami kunjungi, untuk mengembangkan nanti ke depan Rumah Inovasi Daerah,” ujar Arif.

Menurut Arif, Rumah Inovasi Daerah dirancang sebagai pusat integrasi riset terapan yang mampu menjawab tantangan pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan.

Ia menekankan bahwa keberadaan pusat inovasi tersebut diharapkan dapat mempercepat lahirnya solusi berbasis ilmu pengetahuan yang relevan dengan karakteristik dan persoalan lokal Jawa Barat.

Baca Juga: Dua Perempuan Diciduk di Batam Saat Selundupkan Puluhan Vape Narkotika dari Malaysia

Arif menilai visi Gubernur Jawa Barat selaras dengan arah kebijakan BRIN, terutama dalam menempatkan aspek keberlanjutan sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

“Pak gubernur ini memiliki visi yang jauh ke depan bagaimana terkait sustainability harus dikedepankan dalam proses pembangunan ini,” kata Arif.

Lebih lanjut, Arif menjelaskan bahwa Rumah Inovasi Daerah juga berfungsi sebagai instrumen mitigasi risiko bencana melalui pendekatan ilmiah dan perencanaan berbasis data.

Ia menyebutkan bahwa langkah pencegahan yang terukur jauh lebih efisien dibandingkan biaya besar yang kerap muncul ketika penanggulangan bencana dilakukan setelah kejadian.

Dalam konteks tersebut, Jawa Barat dinilai menunjukkan komitmen kuat untuk menjadikan alam sebagai rujukan utama dalam pengelolaan pembangunan wilayah.

Arif menuturkan bahwa pendekatan tersebut dikenal sebagai solusi berbasis alam atau nature based solutions yang kini menjadi perhatian global.

“Itu yang sering disebut sebagai nature based solutions, jadi bagaimana menyelesaikan masalah-masalah berbasis pada alam,” ujarnya.

Kolaborasi antara BRIN dan Pemprov Jawa Barat juga diarahkan untuk menjawab persoalan lintas sektor, mulai dari perikanan, peternakan, hingga pelestarian varietas lokal.

Selain itu, isu tata ruang dan pemanfaatan lahan secara berkelanjutan turut menjadi fokus utama dalam agenda riset yang akan dikembangkan melalui Rumah Inovasi Daerah.

Baca Juga: DMDI Apresiasi Kerja Negara Tangani Bencana Sumatera, Warga Diminta Tetap Bersabar

Arif menilai kesamaan pandangan antara pemerintah pusat melalui BRIN dan pemerintah daerah menjadi modal penting agar inovasi tidak berhenti pada konsep semata.

“Ini menurut saya penting untuk benar-benar dikawal agar isu keberlanjutan ini berjalan dengan baik,” tuturnya.

Dengan dimulainya kolaborasi ini, Jawa Barat diharapkan menjadi contoh pengembangan ekosistem riset daerah yang mampu menghubungkan kebijakan publik, sains, dan kebutuhan masyarakat secara nyata.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.