Banten

KALLA Buka Pintu Dunia Kerja bagi Disabilitas, Dorong Budaya Inklusif di Lingkungan Perusahaan

Moehamad Dheny Permana | 14 Desember 2025, 09:49 WIB
KALLA Buka Pintu Dunia Kerja bagi Disabilitas, Dorong Budaya Inklusif di Lingkungan Perusahaan

Akurat Banten - KALLA mempertegas komitmennya terhadap nilai inklusivitas dengan menerima peserta magang dari kalangan penyandang disabilitas sebagai bagian dari transformasi budaya kerja yang berkeadilan.

Langkah ini menjadi bagian dari penguatan pilar sosial dalam agenda Environmental, Social, and Governance atau ESG yang kini diintegrasikan ke seluruh lini bisnis KALLA.

Melalui program tersebut, perusahaan ingin memastikan bahwa kesempatan bekerja dapat diakses secara setara oleh semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

People and Culture Division Head KALLA, Indah Karlina Ilham, mengatakan program ini dimulai dengan menerima tujuh peserta magang disabilitas yang ditempatkan di berbagai unit usaha per Desember 2025.

Unit bisnis yang terlibat antara lain Kalla Aspal, Kalla Translog, Bumi Karsa, Kalla Institute, hingga holding perusahaan.

Menurut Indah, kehadiran peserta magang disabilitas bukan sekadar pemenuhan program sosial, melainkan bagian dari strategi pengembangan organisasi yang berkelanjutan.

“Teman-teman disabilitas memiliki potensi besar dan tugas kita adalah membuka akses serta fasilitas agar mereka dapat berkontribusi secara optimal,” ujar Indah.

Ia menjelaskan para peserta memiliki ragam latar belakang disabilitas, mulai dari tuna daksa, tuna rungu, hingga disabilitas mental atau psikososial.

Keragaman tersebut dinilai mampu menghadirkan sudut pandang baru yang memperkaya cara berpikir dan dinamika kerja di dalam organisasi.

Baca Juga: Jalan Putus Memaksa Petani Aceh Tengah Pikul Cabai Demi Jangkau Pasar Lhokseumawe

Program magang ini dirancang berlangsung selama tiga bulan dengan mekanisme evaluasi berkala untuk memastikan proses belajar dan adaptasi berjalan optimal.

KALLA juga membuka peluang lanjutan bagi peserta magang disabilitas untuk bergabung sebagai karyawan tetap sesuai hasil penilaian dan kebutuhan perusahaan.

“Kami berharap program ini tidak hanya memberikan pengalaman bagi peserta, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh karyawan untuk terus membangun budaya kerja yang inklusif, saling menghargai, serta mendukung keberagaman,” kata Indah.

Pelaksanaan program ini dilakukan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Makassar sebagai mitra strategis.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar, Nielma Palamba, menyampaikan apresiasi atas konsistensi KALLA dalam menjalin kemitraan dengan pemerintah daerah.

Ia menilai keterlibatan dunia usaha sangat penting dalam mewujudkan visi Makassar sebagai kota yang ramah dan inklusif bagi semua warga.

“Tentunya dengan program magang disabilitas perusahaan, KALLA telah terlibat aktif dalam mendukung program Pemerintah Kota Makassar untuk menjadikan Makassar Kota Inklusif,” ujar Nielma.

Sementara itu, Human Capital Business Partner and General Affairs Manager KALLA, Haerul, menambahkan bahwa persiapan program dilakukan secara matang sebelum peserta mulai bekerja.

Perusahaan terlebih dahulu memetakan kebutuhan serta posisi yang sesuai agar peserta magang disabilitas dapat berkontribusi secara nyata.

KALLA juga memastikan lingkungan kerja telah disesuaikan dengan prinsip aksesibilitas yang ramah disabilitas.

Tak hanya itu, para mentor internal dibekali pelatihan khusus agar mampu mendampingi peserta magang secara tepat dan empatik.

Baca Juga: Jalan Putus Memaksa Petani Aceh Tengah Pikul Cabai Demi Jangkau Pasar Lhokseumawe

“KALLA juga menyiapkan dan membekali para mentor dengan training dalam bekerja sama dengan peserta magang,” ujar Haerul.

Langkah ini menegaskan keseriusan KALLA dalam menciptakan ruang kerja yang aman, suportif, dan berorientasi pada pengembangan potensi setiap individu.

Melalui program ini, KALLA berharap praktik inklusivitas tidak berhenti sebagai kebijakan, tetapi tumbuh menjadi nilai bersama dalam kehidupan kerja sehari-hari.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.