Banten

Kemenkes Gelar Ribuan Pos Kesehatan Demi Amankan Mobilitas Besar Saat Nataru

Moehamad Dheny Permana | 2 Desember 2025, 21:24 WIB
Kemenkes Gelar Ribuan Pos Kesehatan Demi Amankan Mobilitas Besar Saat Nataru

Akurat Banten - Menjelang puncak mobilitas libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Kementerian Kesehatan menggerakkan langkah besar dengan menyiapkan total 2.701 pos pelayanan kesehatan di berbagai titik strategis seluruh Indonesia.

Upaya ini dipasang khusus pada area yang diprediksi mengalami lonjakan perjalanan, baik jalur darat, pusat keramaian, maupun kawasan wisata.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa kesiapan lintas daerah sangat dibutuhkan agar layanan kesehatan saat masa liburan berjalan tanpa celah.

“Saya membutuhkan bantuan dari para gubernur, bupati, wali kota, dan kepala dinas untuk berkoordinasi dengan Kemenkes dalam mempersiapkan 2.701 pos pelayanan kesehatan,” ujar Budi.

Ia menuturkan bahwa mayoritas pos kesehatan tersebut ditempatkan di jalur arteri yang setiap tahun menjadi rute padat selama momentum liburan.

“Sekitar 1.200-an akan dipasang di jalan arteri dan sisanya ditempatkan di titik-titik umum seperti kawasan wisata atau lokasi yang sering menjadi area perhentian perjalanan,” kata Menkes.

Menurutnya, upaya pencegahan harus menjadi fokus utama agar risiko kesehatan yang kerap muncul selama masa liburan dapat diminimalkan secara signifikan.

Budi menjelaskan bahwa kasus-kasus kesehatan berat pada libur akhir tahun umumnya dipicu kecelakaan lalu lintas, sehingga kesiapan tenaga medis menjadi sangat penting.

“Semua tenaga kesehatan sudah dilatih dan dipersiapkan untuk menangani masalah-masalah yang paling sering terjadi pada momen mudik Lebaran maupun Nataru,” tuturnya.

Selain kesiapsiagaan posko, Kemenkes juga memperkuat imbauan agar setiap daerah meningkatkan sosialisasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi para pengemudi.

Baca Juga: Gelombang Hoaks Memanaskan Situasi Banjir, Lima Warga Pidie Jaya Diamankan Polisi

Ia menekankan bahwa keselamatan perjalanan sangat ditentukan oleh kondisi fisik orang yang mengemudi.

“Kecelakaan ini bukan disebabkan oleh penumpangnya, tetapi oleh pengemudinya, sehingga kesehatan pengemudi harus dijaga,” ucap Budi.

Berdasarkan data Kemenkes, ada sekitar 30 ribu pengemudi yang menjadi target pemeriksaan kesehatan menjelang Nataru.

Sebagian besar pengemudi yang perlu dicek berada di Pulau Jawa yang setiap tahun menjadi pusat utama arus lalu lintas liburan.

Hingga saat ini, sebanyak 7.500 pengemudi tercatat telah mengikuti CKG.

Dari jumlah tersebut, sekitar lima persen dinyatakan memiliki masalah kesehatan yang dapat membahayakan perjalanan.

“Karena itu kami mohon bantuan kepala daerah untuk memastikan Dinas Kesehatan aktif menyambangi terminal-terminal agar pengemudi yang bertugas benar-benar dalam kondisi layak,” tegasnya.

Menurut Budi, temuan lima persen pengemudi tidak sehat menunjukkan bahwa pemeriksaan kesehatan tidak boleh ditunda atau dianggap formalitas.

Ia menambahkan bahwa langkah ini tidak hanya penting bagi keselamatan pengemudi, tetapi juga keselamatan ribuan pengguna jalan lain yang bergantung pada kewaspadaan dan stamina sopir.

Dengan berdirinya ribuan pos kesehatan dan masifnya pengecekan fisik pengemudi, pemerintah berharap perjalanan Nataru berlangsung lebih aman dan minim insiden.

Baca Juga: Gelombang Hoaks Memanaskan Situasi Banjir, Lima Warga Pidie Jaya Diamankan Polisi

Kemenkes menargetkan agar koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah berjalan tanpa hambatan agar seluruh fasilitas kesehatan dapat beroperasi penuh di puncak arus liburan.

Langkah antisipatif ini sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat untuk berperan aktif menjaga kesehatan sebelum melakukan perjalanan jarak jauh.

Dengan kesiapan yang lebih kuat dibanding tahun sebelumnya, Kemenkes optimistis penyelenggaraan Nataru 2025/2026 dapat berlangsung dengan tingkat keamanan kesehatan yang lebih baik.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.