Banten

Gelombang Hoaks Memanaskan Situasi Banjir, Lima Warga Pidie Jaya Diamankan Polisi

Moehamad Dheny Permana | 2 Desember 2025, 21:20 WIB
Gelombang Hoaks Memanaskan Situasi Banjir, Lima Warga Pidie Jaya Diamankan Polisi

Akurat Banten - Di tengah kecamuk banjir yang masih merendam sebagian wilayah Pidie Jaya, aparat kepolisian bergerak cepat menangani penyebaran kabar palsu yang memicu kegelisahan masyarakat.

Penangkapan lima warga yang diduga menyebarkan isu naiknya air laut menjadi langkah tegas Polres Pidie Jaya untuk meredam kepanikan yang sempat meluas di sejumlah desa.

Informasi palsu tersebut beredar pada Senin dini hari ketika warga di Desa Lhok Sandeng, Kecamatan Meurah Dua, tengah berjibaku menyelamatkan barang dan anggota keluarga dari genangan air.

Kelima terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial DH, MN, NZ, RA, dan MR yang seluruhnya merupakan warga Pidie Jaya.

Mereka sempat ditahan warga sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.

Kombes Pol Joko Krisdiyanto, Kepala Bidang Humas Polda Aceh, mengatakan bahwa penyebaran isu bohong itu berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat yang sedang dalam kondisi tertekan.

Baca Juga: Polisi Bongkar Pengoplos LPG Subsidi di Tangerang, 6 Tersangka Ditangkap, Ribuan Tabung Disita

"Informasi palsu seperti itu bisa menimbulkan kepanikan massal dan memperburuk situasi, apalagi saat warga sedang berhadapan dengan bencana," ujarnya di Banda Aceh.

Ia menegaskan bahwa kepolisian tidak akan memberi ruang kepada siapa pun yang mencoba memanfaatkan situasi darurat untuk menyebarkan kabar tidak benar.

"Kelima orang tersebut kini sudah ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Joko Krisdiyanto.

Menurutnya, penyidik tengah mendalami motif para pelaku menyebarkan kabar bohong yang menyebut air laut akan naik dan mengancam permukiman warga.

Langkah tegas itu disebut sebagai upaya menjaga ketertiban sekaligus mencegah efek domino dari informasi menyesatkan yang dapat menimbulkan situasi panik berkepanjangan.

Dalam kondisi bencana seperti saat ini, kata Joko, masyarakat cenderung lebih sensitif terhadap informasi apa pun, sehingga hoaks sangat mudah memicu keresahan.

"Stabilitas psikologis warga yang terdampak banjir sangat rentan, jadi penyebaran hoaks bisa berdampak besar," ucapnya.

Ia mengingatkan bahwa masyarakat harus mengutamakan verifikasi sebelum menyebarkan kabar apa pun, terutama di tengah situasi darurat.

Pihak kepolisian juga terus melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk menenangkan warga dan memastikan informasi resmi tersampaikan dengan baik.

Sejumlah aparat, bersama pemerintah daerah, TNI, serta relawan masih fokus pada proses evakuasi, distribusi bantuan, hingga pemulihan di wilayah-wilayah yang terendam.

Koordinasi antarinstansi dilakukan agar upaya penanganan banjir berjalan lebih efektif tanpa terganggu gangguan situasi akibat hoaks.

Baca Juga: Kabar Gembira! Bupati Lebak Bebaskan Pajak P2 untuk Petani Kecil

Di berbagai titik, warga terlihat saling membantu membersihkan rumah yang masih digenangi air sambil berharap tidak ada kabar menyesatkan lain yang dapat membuyarkan ketenangan.

Joko kembali meminta seluruh masyarakat tetap tenang dan mengandalkan informasi dari kanal resmi agar tidak terjebak dalam isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Kami mengajak semua pihak untuk menjaga ketertiban dan tidak mudah percaya pada kabar yang belum diverifikasi," tuturnya.

Ia menekankan bahwa solidaritas warga menjadi kekuatan utama dalam menghadapi bencana yang masih berlangsung.

Dengan penanganan yang terus dilakukan dan komunikasi yang dijaga tetap jernih, aparat berharap situasi Pidie Jaya segera pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.