Banten

Indonesia Rusia Perkuat Barisan Penegak Hukum Melalui Pelatihan Bersama di Lido

Moehamad Dheny Permana | 18 November 2025, 04:47 WIB
Indonesia Rusia Perkuat Barisan Penegak Hukum Melalui Pelatihan Bersama di Lido

Akurat Banten - Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia kembali menegaskan langkah strategisnya dalam memerangi kejahatan narkotika dengan menggandeng Pemerintah Federasi Rusia melalui sebuah pelatihan intensif yang digelar di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia BNN, Lido, Jawa Barat, pada 10–14 November 2025.

Pelatihan yang berfokus pada peningkatan kemampuan wawancara investigatif dan pengungkapan jaringan narkotika lintas negara itu menjadi momentum baru bagi kedua pemerintah untuk mengonsolidasikan komitmen penegakan hukum di tengah dinamika peredaran narkotika yang kian kompleks.

Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menjelaskan bahwa penyelenggaraan pelatihan tersebut mencerminkan keseriusan dua negara dalam membangun mekanisme kolaborasi yang lebih kokoh.

“Ini bukan sekadar agenda peningkatan keterampilan teknis, tetapi langkah strategis yang membuka ruang sinergi lebih luas antara Indonesia dan Rusia dalam menghadapi ancaman narkotika global,” tutur Komjen Suyudi.

Ia menambahkan bahwa BNN memandang kegiatan ini sebagai titik awal untuk memperluas pertukaran kompetensi di masa mendatang sehingga kedua negara mampu merespons perubahan pola kejahatan narkotika yang bergerak cepat dan semakin canggih.

Baca Juga: Indosat dan SMK Walang Jaya Perkuat Pembelajaran Praktik Lewat Inisiatif Kios Industri

Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, turut menyampaikan penghargaan atas kolaborasi yang terjalin erat tersebut dan optimistis bahwa kemitraan kedua negara akan terus menemukan bentuk-bentuk kerja sama yang lebih progresif.

“Kami melihat kerja sama ini sebagai wujud keseriusan dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika, dan pelatihan ini menjadi landasan kuat bagi hubungan profesional antara aparat penegak hukum kedua negara,” ungkap Sergei.

Pelatihan yang terlaksana selama lima hari tersebut diikuti oleh 43 personel dari BNN RI dan BNN Provinsi dengan dukungan instruktur resmi dari Kementerian Dalam Negeri Federasi Rusia.

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mulai dari teknik wawancara investigatif, pendekatan penindakan jaringan narkotika internasional, identifikasi kejahatan siber yang terkait peredaran gelap narkoba, hingga berbagai metode modern dalam penegakan hukum.

Kegiatan ini mencatatkan sejarah baru sebagai pelatihan gabungan pertama yang berlangsung di Indonesia bersama Rusia dan sekaligus menjadi bagian dari peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Rusia yang kini memasuki fase kemitraan strategis.

Keberadaan jajaran delegasi Rusia seperti Atase Kedutaan Besar Rusia Anton Tikhomirov, Tenaga Ahli Egor Kim, serta Police Attaché Grigory Borisov semakin menegaskan bobot kerja sama yang dibangun.

Sementara itu, tim instruktur dari Rusia dipimpin oleh Kolonel Polisi Alexey Stukalov, Kolonel Polisi Svetlana Zemtsova, dan Letnan Kolonel Polisi Maria Oplesnina yang dikenal memiliki pengalaman luas dalam pemberantasan kejahatan narkotika.

Baca Juga: Bukan Drama Kontroversi: Deni 'Sister Hong Lombok' Adalah Bukti Nyata Skill Lokal yang Menaklukkan Tekanan

Pelatihan ini menandai langkah maju dalam hubungan bilateral kedua negara yang memperkuat posisi Indonesia dan Rusia sebagai mitra aktif dalam upaya global memerangi narkotika melalui penguatan kapasitas, peningkatan profesionalisme aparat, dan kolaborasi jangka panjang di bidang penegakan hukum.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.