Banten

Dorong Revolusi Green Jobs, Menaker Tegaskan Peran Kampus: Semua Harus Bergerak

Moehamad Dheny Permana | 3 November 2025, 05:46 WIB
Dorong Revolusi Green Jobs, Menaker Tegaskan Peran Kampus: Semua Harus Bergerak

Akurat Banten - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli kembali menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran krusial dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi perkembangan ekonomi hijau.

Menurut Yassierli, dunia tengah bergerak menuju penggunaan energi ramah lingkungan dan Indonesia tidak boleh ketinggalan langkah.

Ia menyampaikan bahwa transformasi menuju energi bersih bukan hanya tren sementara, melainkan arah baru pembangunan global.

“Perubahan ini bukan wacana, tetapi kenyataan yang sedang terjadi dan kita harus bersiap,” ucap Yassierli.

Yassierli menekankan bahwa pemerintah ingin memastikan proses transisi energi dilakukan dengan adil dan inklusif.

Ia menegaskan prinsip bahwa seluruh masyarakat harus mendapatkan kesempatan yang sama dalam perubahan tersebut.

“Tidak boleh ada yang tertinggal,” kata Yassierli.

Kementerian Ketenagakerjaan saat ini sedang menyusun strategi pelatihan yang menyesuaikan kebutuhan pasar kerja masa depan.

Fokus kebijakan diarahkan untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif terhadap lapangan kerja rendah emisi.

Yassierli mengatakan bahwa ekonomi hijau tidak hanya mengubah cara dunia memproduksi energi, tetapi juga menciptakan jenis pekerjaan baru.

“Green jobs bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban bagi kita untuk mempersiapkan SDM yang mampu menjawab kebutuhan tersebut,” ujar Yassierli.

Ia menjelaskan bahwa perguruan tinggi perlu menjadi ruang lahirnya talenta yang inovatif dan paham konsep keberlanjutan.

Baca Juga: Jejak Panas Kasus Gas PGN: KPK Sita Pabrik dan 13 Pipa di Cilegon, Diduga Rugikan Negara Jutaan Dolar

Melalui kurikulum yang relevan dan pelatihan yang terarah, mahasiswa diharapkan mampu menjawab tuntutan industri.

Yassierli menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, kampus, dan pelaku industri.

Kerja sama ini diperlukan untuk memastikan lulusan perguruan tinggi tidak hanya memiliki teori, tetapi juga keterampilan praktis.

Menurut data proyeksi dari Bappenas, kesempatan kerja hijau akan terus bertambah beberapa tahun ke depan.

Estimasi kebutuhan tenaga kerja baru yang terampil dalam sektor ini mencapai 1,5 juta orang di berbagai bidang.

Angka tersebut menjadi sinyal kuat bahwa peluang karier dalam green jobs sangat terbuka luas.

Selain energi terbarukan, Yassierli juga menyebut pengelolaan sampah sebagai sektor yang membutuhkan banyak tenaga ahli.

“Ada beberapa sektor yang perlu disiapkan proses transisinya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pengelolaan sampah membutuhkan pekerja yang memiliki pemahaman mengenai teknik pemilahan dan pengolahan berbasis lingkungan.

“Pengelolaan sampah yang ada di setiap wilayah Indonesia juga membutuhkan tenaga kerja yang terampil dan berwawasan lingkungan,” ungkap Yassierli.

Sektor lingkungan hidup juga menjadi area yang membutuhkan banyak spesialis baru.

Mulai dari pengelolaan emisi, efisiensi energi, hingga teknologi rendah karbon, seluruhnya memerlukan tenaga muda yang kreatif.

Perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi ruang riset dan inovasi untuk menghadirkan teknologi baru yang mendukung ekonomi hijau.

Yassierli juga mengingatkan bahwa kesiapan tenaga kerja sangat menentukan sukses atau tidaknya transformasi energi di Indonesia.

Baca Juga: DUKA CIKEMBAR! Dedi Mulyadi Turun Tangan, Perintah Usut Tuntas Kasus yang Gemparkan Publik, Siswi MTs Sukabumi Tewas Diduga Bunuh Diri Korban Bullying

Ia mengajak kampus-kampus untuk tidak menunggu perubahan datang, tetapi aktif berkontribusi sejak awal.

“Ini bukan hanya tentang peluang kerja, tetapi tentang masa depan,” tutur Yassierli.

Pemerintah mendorong agar lembaga pendidikan mulai memperbanyak program vokasi dan sertifikasi untuk pekerjaan berbasis lingkungan.

Langkah ini diyakini mampu mempercepat kesiapan tenaga kerja nasional dalam menghadapi perubahan global.

Dengan pengembangan ekosistem ketenagakerjaan hijau, Indonesia menargetkan menjadi salah satu negara yang siap menyambut era ekonomi rendah karbon.

Perubahan ini diharapkan memberikan dampak positif, baik bagi dunia industri maupun peningkatan kualitas lingkungan.

Yassierli optimistis bahwa masa depan Indonesia akan ditopang oleh generasi muda yang kompeten dan peduli keberlanjutan bumi.

“Jika kita bergerak bersama, hasilnya akan jauh lebih besar,” tutupnya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.