BAZNAS Luncurkan Kapal Kesehatan untuk Selamatkan Ibu Hamil di Perbatasan Nusantara

Akurat Banten - BAZNAS Republik Indonesia kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat di wilayah terpencil dan perbatasan.
Kali ini, lembaga amil zakat nasional itu memberikan dua unit kapal layanan kesehatan bergerak untuk memperkuat akses layanan bagi ibu hamil dan bayi di daerah kepulauan Sulawesi Utara.
“Jangan sampai karena keterbatasan fasilitas, angka kematian ibu dan bayi meningkat,” ujar Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan.
Saidah menegaskan, dua kapal layanan kesehatan itu merupakan bentuk nyata kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat di perbatasan, khususnya Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Ia berharap pemerintah daerah dapat mengoptimalkan penggunaan kapal tersebut untuk menjangkau masyarakat yang sulit mengakses layanan kesehatan darat.
“Dua kapal ini kami serahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah. Pada tahap awal, kami bantu dana operasional sebesar Rp1 miliar. Memang belum besar, tapi kami akan terus berkoordinasi agar fasilitas ini benar-benar bermanfaat,” ungkapnya.
BAZNAS, lanjut Saidah, telah menjalin kerja sama strategis dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) selama beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Menteri LHK Tinjau TPA Jatiwaringin, Targetkan Groundbreaking Waste to Energy Januari 2026
Kolaborasi itu melahirkan berbagai program sosial di bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat di perbatasan Indonesia.
Di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, misalnya, BAZNAS telah menyalurkan bantuan peralatan perikanan untuk mendukung ekonomi nelayan lokal.
Sementara di sektor kesehatan, lembaga ini membangun Rumah Sehat BAZNAS di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, yang menjadi pusat pelayanan bagi warga perbatasan dengan Malaysia.
Selain itu, program penanganan stunting juga terus digalakkan di sejumlah daerah seperti Kalimantan Barat, Papua, dan Kalimantan Utara.
Upaya pemberdayaan masyarakat pun diwujudkan melalui program Zakat Community Development di Desa Temajuk, Kabupaten Sambas, serta pengembangan UMKM berbasis hasil laut di Kepulauan Anambas, Provinsi Riau.
Tak hanya fokus pada ekonomi dan kesehatan, BAZNAS juga menaruh perhatian besar pada sektor pendidikan di wilayah perbatasan.
Baca Juga: Tarif Listrik PLN Oktober hingga December 2025, Ikut Naik atau Malah Ada Subsidi dari Prabowo?
Saat ini, lembaga tersebut sedang membiayai pendidikan 200 calon guru asal Papua yang menempuh kuliah di Universitas Cenderawasih dan IAIN Sorong.
“Mereka kami biayai sepenuhnya. Setelah lulus, mereka akan kembali mengabdi di daerah-daerah perbatasan untuk mencerdaskan generasi muda,” ujar Saidah.
Ia menekankan bahwa sinergi antara BAZNAS dan BNPP merupakan bukti nyata dari kolaborasi kebaikan yang akan terus diperkuat ke depan.
Selain di Papua dan Kalimantan, BAZNAS juga turut membangun rumah layak huni di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan Utara dan Papua Barat.
Penyerahan dua kapal layanan kesehatan bergerak itu dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS RI Noor Achmad bersama Menteri Dalam Negeri sekaligus Kepala BNPP, Muhammad Tito Karnavian.
Acara tersebut turut disaksikan oleh Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, Sestama BNPP Komjen Pol Makhruzi Rahman, serta jajaran pimpinan BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota.
Dengan adanya kapal kesehatan ini, BAZNAS berharap pelayanan kesehatan di daerah terpencil tak lagi menjadi kemewahan, melainkan hak yang dapat dinikmati oleh setiap warga negara, termasuk para ibu hamil di ujung negeri.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 2Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 3Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 4Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 5Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 8Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 98 Tuntutan Gugatan Gibran di MK Terungkap, Ada Permintaan Batalkan Pelantikan dan Pilih Wapres Baru
- 10Roy Suryo Soroti Biografi Gibran di MK, Ada Perbedaan Keterangan Pendidikan yang Dipersoalkan







