Warung hingga ASN Diminta Iuran, Proposal HUT RI ke-80 di Cigeulis Capai Rp243 Juta

AKURAT BANTEN - Panitia Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia tingkat Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, menyusun proposal kegiatan dengan estimasi dana sebesar Rp243.600.000.
Dana tersebut akan dihimpun dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), desa, sekolah negeri dan swasta, hingga perusahaan dan pelaku usaha lokal.
Dalam surat permohonan partisipasi bernomor 003.3/02/PAN-PHBN/2025 tertanggal 4 Juli 2025, panitia menetapkan besaran kontribusi sebesar Rp100.000 per orang untuk ASN dan P3K dan Perangkat Desa, Rp3.000.000 per desa, Sekolah Swasta atau Yayasan sebesar Rp300.000 per unit, serta Donasi dari pihak ketiga (perorangan atau perusahaan). Kemudian estimasi partisipasi dana tersebut dikalkulasikan secara rinci dalam dokumen proposal.
Selain itu, pada iuran lainnya, sektor Instansi Pemerintahan, Kantor Kecamatan Cigeulis ditetapkan iuran Rp10.000.000, DISDIKPORA (ASN dan sekolah negeri) Rp26.100.000, UPTD Kesehatan Rp5.000.000, Korwil Pertanian Rp8.400.000, DP2KBP3A Rp3.100.000, KUA Rp2.100.000. Jika dikalkulasikan dana Total instansi pemerintahan sebesar Rp54.700.000,
Baca Juga: HUT ke-80 RI Digelar Sederhana, Prabowo Fokus pada Rakyat: 'Kita Masih Banyak PR'
Sementara itu, dari satuan Pendidikan Negeri (SMP, SMA, SMK, MI, MTs, SD Negeri) Jumlah total partisipasi sebesar Rp27.400.000 dan selain itu dikumpulkan juga dari Madrasah dan Sekolah Swasta (17 unit kerja) Total kontribusi sebanyak Rp5.100.000
Kemudian, dari Perangkat Desa dan Lembaga Desa sebanyak 9 desa dikali Rp3.000.000 yaitu Rp27.000.000, BPD 63 orang dikali Rp100.000 dengan total Rp6.300.000, Perangkat Desa 30 orang dikali Rp100.000 sebesar Rp3.000.000, BUMDES 9 desa dikali Rp500.000 yaitu Rp4.500.000, PKH 5 orang dikali Rp200.000 sebanyak Rp1.000.000, Total unsur desa keseluruhan sebesar Rp41.800.000
Dari Perusahaan dan Dunia Usaha Perkebunan dan Industri diantaranya PT GAL, Perhutani, Rajawali, Tambak Udang, Kuari, dan sebagainya Rp61.000.000
Dari Usaha Lokal dan Retail, Panglong, Pom Mini, BPR, PLTU, pertokoan, warung, dan lain lain sebanyak Rp56.600.000, Total sektor usaha: Rp117.600.000
Baca Juga: Dua Paket Pengadaan PHBN Cigeulis Capai Rp26,75 Juta. Camat Cigeulis: Total Kebutuhan 44 Juta
Secara keseluruhan, dokumen proposal mencatat jumlah estimasi dari ASN, desa, sekolah, dan instansi sebanyak Rp126.000.000, total estimasi dari perusahaan dan unit usaha Rp117.600.000 dengan total keseluruhan Rp243.600.000
Proposal tersebut telah ditandatangani oleh Ketua Panitia HUT RI Cigeulis, Rohana, Sekretaris Wirna, dan disetujui oleh Camat Cigeulis Hafid Hertian.
Kegiatan perayaan HUT RI ke-80 ini direncanakan dilaksanakan dengan meriah di tingkat kecamatan.
Proposal senilai Rp243 juta tersebut disusun oleh panitia PHBN untuk membiayai kegiatan tambahan atau penunjang agar peringatan HUT RI lebih semarak.
Baca Juga: Dugaan Pemalsuan Struk BBM, Warga Kabupaten Tangerang Soroti Temuan BPK 2025
Dana tersebut dibebankan kepada banyak pihak termasuk unsur pendidikan, lembaga desa, dan pelaku usaha skala kecil menengah di Kecamatan Cigeulis.
Menanggapi hal itu, terkait besaran anggaran dalam proposal kegiatan HUT RI ke-80 Kecamatan Cigeulis yang mencapai Rp243.600.000, Plt Camat Cigeulis, Hafid Hertian, memberikan klarifikasi bahwa dana itu tidak seluruhnya berasal dari kecamatan, melainkan merupakan hasil swadaya masyarakat untuk membiayai kegiatan penunjang.
"Anggaran di kecamatan hanya untuk kebutuhan kegiatan wajib, yaitu upacara bendera beserta perangkat sarananya," ujar Hafid. Seraya mengatakan, pihak kecamatan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp35 juta, yang difokuskan sepenuhnya untuk pelaksanaan upacara.
Namun, Hafid menyebut, panitia tidak memiliki cukup dana untuk memenuhi Rencana Anggaran Biaya (RAB) dari masing-masing seksi kegiatan, sehingga dibuka peluang partisipasi dari berbagai elemen masyarakat, termasuk ASN, sekolah, perangkat desa, dan pelaku usaha.
"Yang diberlakukan pendaftaran hanya untuk kegiatan olahraga seperti sepak bola dan voli," cetusnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa partisipasi bersifat swadaya dan partisipatif, terutama untuk kegiatan-kegiatan di luar upacara.
"Ketika ada aspirasi dari masyarakat untuk diadakan kegiatan penunjang untuk memeriahkan, maka kebutuhan anggarannya secara partisipatif swadaya," jelasnya.
Ia juga mengatakan bahwa pemasukan dana ke panitia PHBN dari tahun ke tahun tidak pernah mencapai 50 persen dari estimasi anggaran, dan kondisi serupa berpotensi terjadi kembali tahun ini.
"Pengalaman yang sudah-sudah dari tahun ke tahun, pemasukan dana ke panitia PHBN tidak pernah sampai 50 persen.
Dan tahun ini juga ada kemungkinan yang sama," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 2Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 3Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 4Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 5Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 8Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 98 Tuntutan Gugatan Gibran di MK Terungkap, Ada Permintaan Batalkan Pelantikan dan Pilih Wapres Baru
- 10Roy Suryo Soroti Biografi Gibran di MK, Ada Perbedaan Keterangan Pendidikan yang Dipersoalkan



