Banten

Antisipasi Modus Penipuan, Wisatawan Diminta Waspada Saat Berlibur ke Labuan Bajo

Moehamad Dheny Permana | 28 Juli 2025, 04:23 WIB
Antisipasi Modus Penipuan, Wisatawan Diminta Waspada Saat Berlibur ke Labuan Bajo

Akurat Banten - Pemerintah kembali mengingatkan wisatawan yang ingin berkunjung ke destinasi unggulan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak sembarang percaya pada informasi yang berseliweran di media sosial atau sumber tak resmi.

Imbauan ini datang menyusul adanya insiden dugaan penipuan terhadap turis asing yang sempat mencoreng citra wisata lokal.

“Kami mengimbau agar pengunjung atau wisatawan yang mau berlibur ke Labuan Bajo, tolong cek informasi-informasi yang dapat diandalkan, yang terpercaya, sehingga tidak kecewa,” ujar Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi, Frans Teguh.

Pernyataan itu disampaikan menyusul peristiwa dugaan penipuan oleh oknum sopir lokal terhadap wisatawan asal Inggris bernama Mattew (35).

Meskipun kasus tersebut berakhir damai dan tidak berlanjut ke ranah hukum, Kementerian Pariwisata menilai perlu ada langkah preventif agar insiden serupa tak terulang.

Menurut Frans, di era banjir informasi saat ini, sangat penting bagi wisatawan untuk menyaring dan memverifikasi informasi.

Apalagi praktik penipuan kini banyak dilakukan secara halus dan meyakinkan.

Baca Juga: Jenazah Dalam Gentong di Sungai Cisadane Diperkirakan Wanita Muda Usia 25–30 Tahun

"Kita hidup di masa pascakebenaran, di mana informasi tanpa fakta bisa dengan mudah membentuk opini publik," katanya.

Ia menekankan bahwa wisata merupakan sektor berbasis kepercayaan.

Pelaku usaha, pemerintah, hingga wisatawan memiliki tanggung jawab bersama menjaga kualitas pengalaman wisata.

"Bisnis pariwisata adalah bisnis kepercayaan. Jika informasi awal yang diterima wisatawan tidak akurat, maka seluruh pengalaman berpotensi terganggu," tegas Frans.

Kementerian menyarankan agar para pelancong lebih dahulu menggali informasi dari laman resmi pemerintah daerah, Badan Otorita Pariwisata, atau agen perjalanan yang sudah teregistrasi.

Baca Juga: Geger! Penemuan Mayat Perempuan dalam Drum di Kali Cisadane Tangerang, Polisi Masih Selidiki Identitas Korban

Selain itu, wisatawan juga disarankan menghindari melakukan transaksi tunai dalam jumlah besar dengan pihak yang belum jelas kredibilitasnya.

“Apalagi kalau yang menyangkut transaksi pembayaran atau informasi mengenai biaya dan lainnya,” tambah Frans.

Sementara itu, Kepala Satuan Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya, menyatakan bahwa kasus yang menimpa Mattew telah diselesaikan secara kekeluargaan.

Para terduga pelaku diketahui telah meminta maaf secara terbuka, dan korban memutuskan tidak melanjutkan kasus ke jalur hukum.

Meski kasus telah ditutup, kepolisian setempat bersama pemangku kepentingan pariwisata terus meningkatkan pengawasan terhadap praktik jasa ilegal dan calo yang dapat merugikan wisatawan.

Frans Teguh berharap wisatawan tetap datang ke Labuan Bajo dengan semangat positif, namun dibekali dengan informasi valid untuk menjaga kenyamanan dan keamanan selama berlibur.

Baca Juga: PM Malaysia Bakal Temui Prabowo di Jakarta Besok, Bahas Kerja Sama Strategis dan Siap Pimpin ASEAN 2025

“Kita ingin Labuan Bajo tetap menjadi destinasi unggulan Indonesia, namun semua pihak harus punya peran aktif menjaga citra baik destinasi ini,” pungkasnya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.