Kembali Waspada! Lonjakan Kasus COVID-19 Ancam Jemaah Haji, Kemenkes Dorong Protokol Kesehatan Ketat

AKURAT BANTEN - Indonesia kembali diingatkan untuk tidak lengah menghadapi ancaman COVID-19, terutama saat ribuan jemaah haji mulai pulang dari Tanah Suci.
Data terbaru Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga pekan ke-24 tahun 2025 mencatat 179 kasus positif COVID-19 di seluruh negeri, dengan tingkat positivity rate mingguan mencapai 3,13% dari 32 pemeriksaan terakhir.
Baca Juga: WhatsApp Tak Bisa Lagi Dipakai di HP Jadul Mulai Juni 2025, Ini Deretan Tipe yang Kena Imbasnya
Angka ini diambil dari total 10.057 spesimen yang diuji, menunjukkan positivity rate kumulatif sebesar 1,78%. Meski angka ini terbilang kecil dibandingkan puncak pandemi, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama dengan adanya potensi penularan dari jemaah haji yang baru kembali.
Baca Juga: Innailaihi, Musisi Muda Gusti Irwan Wibowo Alias Gustiwiw Meninggal Dunia
Menurut Aji Muhawarman, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, data kasus ini merupakan hasil gabungan dari pemeriksaan laboratorium serta pemantauan gejala mirip flu (ILI) dan infeksi pernapasan akut berat (SARI).
“Angka 179 itu akumulasi dari tes lab dan pengawasan gejala pernapasan di berbagai wilayah,” ujar Aji saat diwawancarai di Jakarta, Senin (16/6/2025).
Ia menekankan bahwa meskipun pandemi telah dinyatakan berakhir, virus ini masih aktif, terutama di wilayah dengan mobilitas tinggi seperti embarkasi dan debarkasi haji. Kemenkes kini fokus memastikan jemaah haji pulang dalam kondisi sehat dan tidak membawa risiko penularan.
Baca Juga: Congrats! Al Ghazali dan Alyssa Daguise Resmi Menikah Hari Ini, Resepsi Mewah Menyusul di JCC
Kepulangan jemaah haji, yang dimulai sejak 11 Juni 2025 dalam dua gelombang, menjadi perhatian khusus karena lingkungan padat di Tanah Suci rentan memicu penyebaran penyakit.
Selain COVID-19, Kemenkes juga mengingatkan ancaman Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV), yang dilaporkan muncul di Arab Saudi dengan sembilan kasus antara Maret dan April 2025, termasuk dua kematian.
“Jemaah harus tetap waspada, terutama kalau merasakan demam, batuk, atau sesak napas. Segera lapor ke petugas kesehatan,” kata dr. Mohammad Imran, Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi, dalam konferensi pers di Makkah. Ia juga menyarankan jemaah menghindari kontak dengan unta dan memakai masker di tempat ramai.
Baca Juga: Penembakan Brutal di Villa Mewah Bali: Warga Australia Tewas, Satu Lainnya Luka Parah
Untuk mencegah penularan, Kemenkes telah menyiapkan protokol kesehatan ketat di bandara debarkasi seperti Juanda, Soekarno-Hatta, dan Adi Sumarmo. Setiap jemaah wajib melalui pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermal scanner dan mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jemaah Haji (KKJH).
“Kalau ada gejala mencurigakan seperti suhu di atas 38 derajat, kami langsung lakukan tes antigen, dan kalau perlu, tes PCR,” jelas dr. Rofiud Darojat, perwira kesehatan PPIH Debarkasi Surabaya.
Jemaah yang terdeteksi positif, meski dengan gejala ringan, diwajibkan isolasi mandiri selama 15 hari, dengan pemantauan ketat oleh dinas kesehatan setempat. Hingga 15 Juni 2025, 11 jemaah dari Jawa Timur dilaporkan diduga terpapar COVID-19, meski tes antigen awal menunjukkan hasil negatif.
Baca Juga: Aceh Tak Terima Empat Pulaunya Masuk Sumut, Mualem Siap Bawa ke Presiden Prabowo
Selain ancaman penyakit menular, kondisi fisik jemaah juga jadi perhatian karena cuaca ekstrem di Arab Saudi, dengan suhu mencapai 45-47°C, dapat memicu dehidrasi, kelelahan, hingga memperburuk penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes. Data PPIH mencatat hingga 44 hari pelaksanaan haji, 72 ribu jemaah dirawat jalan karena infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), hipertensi, dan diabetes.
“Jemaah diimbau istirahat cukup dan tidak memaksakan diri untuk ibadah sunnah berulang, seperti umrah berkali-kali,” tambah dr. Imran. Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Makkah dan Madinah juga tetap siaga 24 jam untuk menangani keluhan kesehatan.
Baca Juga: Israel Bombardir Iran hingga 9 Ilmuwan Nuklir Tewas, Siapa Saja?
Bagi masyarakat yang menyambut kepulangan jemaah, Kemenkes menyarankan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker dan menjaga jarak, terutama jika jemaah menunjukkan gejala flu.
“Jangan anggap remeh batuk atau pilek. Segera periksakan ke puskesmas atau rumah sakit sambil bawa kartu KKJH untuk riwayat perjalanan,” pesan Aji.
Dengan lonjakan kasus yang mulai terdeteksi dan potensi penularan dari aktivitas haji, pemerintah berharap kerja sama semua pihak untuk menekan risiko gelombang baru. Meski haji 2025 berjalan sukses tanpa wabah besar, kewaspadaan tetap jadi kunci menjaga kesehatan jemaah dan masyarakat luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 2Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 3Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 4Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 5Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 8Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 98 Tuntutan Gugatan Gibran di MK Terungkap, Ada Permintaan Batalkan Pelantikan dan Pilih Wapres Baru
- 10Roy Suryo Soroti Biografi Gibran di MK, Ada Perbedaan Keterangan Pendidikan yang Dipersoalkan







