Banten

Innalillahi! Ustadz Yahya Waloni Meninggal Dunia Usai Khutbah Jumat di Makassar

Saeful Anwar | 6 Juni 2025, 15:30 WIB
Innalillahi! Ustadz Yahya Waloni Meninggal Dunia Usai Khutbah Jumat di Makassar

 

AKURAT BANTEN-Kabar duka menyelimuti umat Islam di Indonesia. Ustadz Dr. H. M. Yahya Yopie Waloni S.Th M.Th (55) dikabarkan meninggal dunia pada Jumat siang ini, 6 Juni 2025, setelah menunaikan khutbah Jumat di Masjid Darul Falah, Makassar.

Kepergian dai yang dikenal luas ini sontak mengejutkan banyak pihak, terlebih di tengah suasana Idul Adha yang masih terasa.

Menurut kesaksian Yusran Uccang (43), seorang warga Minasa Upa, Ustadz Yahya Waloni tiba-tiba terjatuh dan langsung lemas usai menyampaikan khutbah kedua.

"Usai khutbah kedua, jatuh dan langsung lemas," ujar Yusran. Kejadian tak terduga ini sempat menunda pelaksanaan shalat Jumat.

Baca Juga: PECAH REKOR! Indonesia Kalahkan Cina 1-0 di GBK, Garuda Meroket ke Peringkat 3 Klasemen Kualifikasi Piala Dunia 2026

Tim medis segera membawa Ustadz Yahya ke RS Bahagia, yang berjarak sekitar 100 meter dari masjid.

Namun, takdir berkata lain. Kabar wafatnya ulama kelahiran Minahasa ini dengan cepat menyebar dan menghebohkan warga Makassar serta seluruh Indonesia.

Ustadz Yahya Waloni, yang lahir dengan nama Yahya Yopie Waloni pada 30 November 1970 di Manado, memiliki perjalanan hidup yang luar biasa.

Terlahir dari keluarga Minahasa yang taat pada agama Kristen, ia sempat menjadi pemuka agama Kristen.

Baca Juga: HEBOH PEKANBARU! Sapi Kurban Jantan 'Melahirkan' Sepasang Janin di Tengah Idul Adha, Panitia dan Warga Terkesima.,

Tercatat, ia pernah menjabat sebagai Ketua atau Rektor Sekolah Tinggi Theologia (STT) Calvinis Ebenhaezer di Sorong pada tahun 1997-2004, dan juga terdaftar sebagai pemuka agama pada Badan Pengelola Am Sinode GKI di Tanah Papua, Wilayah VI Sorong-Kaimana.

Pada tahun 2006, setelah sempat menjadi dosen di Universitas Balikpapan (Uniba), Ustadz Yahya Waloni mengambil keputusan besar dalam hidupnya.

Ia pindah ke Tolitoli dan di sana, dengan bimbingan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat, ia mengucapkan ikrar syahadat dan memeluk agama Islam.

Baca Juga: HIDUP MATI GARUDA! Prediksi Panas Indonesia vs Cina di Kualifikasi Piala Dunia 2026: Laga Krusial di GBK, Misi Akhiri Kutukan!

Keputusan ini menandai babak baru dalam kehidupannya, mengantarkannya menjadi seorang dai yang dikenal luas di Indonesia.

Kontroversi dan Perjalanan Dakwah

Sebagai seorang dai, Ustadz Yahya Waloni dikenal dengan ceramah-ceramahnya yang lugas dan terkadang menuai kontroversi.

Ia bahkan pernah mendapat julukan "Ustadz Pansos" dari aktivis media sosial Denny Siregar.

Pada tahun 2021, Ustadz Yahya Waloni sempat berurusan dengan hukum. Ia ditangkap di kediamannya di Cibubur, Jakarta Timur, atas kasus dugaan ujaran kebencian berdasarkan Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA).

Baca Juga: Bukan Kaleng-Kaleng! Prabowo Kurban Sapi Limosin 1.250 KG di Istiqlal, Siapkan Hampir Seribu Sapi untuk Rakyat

Ceramahnya yang menyebut injil sebagai fiktif atau palsu dianggap melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta Pasal 156a KUHP.

Terlepas dari kontroversi yang pernah menyertainya, Ustadz Yahya Waloni tetap menjadi sosok yang dikenal luas dan memiliki jemaah setia.

Kepergiannya ini tentu menjadi kehilangan besar bagi dunia dakwah di Indonesia.

Selamat jalan, Ustadz Yahya Waloni. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman