Banten

Polemik Hasil Survei Ijazah Palsu, Jokowi: Masyarakat Masih Punya Logika Sehat

Andi Syafrani | 29 Mei 2025, 15:34 WIB
Polemik Hasil Survei Ijazah Palsu, Jokowi: Masyarakat Masih Punya Logika Sehat

AKURAT BANTEN - Mantan Presiden Joko Widodo akhirnya buka suara terkait hasil survei Indikator Politik Indonesia yang menunjukkan mayoritas masyarakat tak percaya dengan tudingan pemalsuan ijazah yang dialamatkan kepadanya. Dari data yang dirilis, sebanyak 66,9 persen responden menyatakan tidak yakin Jokowi memalsukan ijazahnya.

Menanggapi hal tersebut, Jokowi menilai hasil survei itu menjadi gambaran bahwa publik saat ini masih menggunakan logika dan penalaran yang sehat dalam melihat isu.

Baca Juga: Tangsel Dirikan 54 Koperasi Merah Putih, Siap Gerakkan Ekonomi Warga dari Tingkat Kelurahan

"Artinya, masyarakat memiliki logika dan penalaran yang sehat," ujar Jokowi singkat saat ditemui di Solo, Rabu (28/5/2025).

Meski begitu, ia tak menampik bahwa masih ada sebagian pihak yang terus meragukan keaslian ijazahnya, walaupun pihak Bareskrim Polri sebelumnya telah menyatakan secara resmi bahwa ijazah yang bersangkutan adalah asli dan tidak ditemukan unsur pidana.

Baca Juga: Bantai Real Betis 4-1, Chelsea Berhasil Juarai Liga Konferensi Eropa 2025

Jokowi pun memilih untuk tidak berdebat panjang. Ia menyerahkan sepenuhnya proses tersebut kepada jalur hukum yang sedang berjalan.

Menurutnya, pengadilan adalah tempat terbaik untuk mengurai segala hal secara terbuka, termasuk menghadirkan saksi, bukti, dan fakta.

Baca Juga: Bareskrim Persilakan Roy Suryo Laporkan Penyidik, Sebut Proses Ijazah Jokowi Sudah Transparan

"Kalau sudah masuk proses hukum, ya kita ikuti saja. Di pengadilan itu semuanya akan dibuka secara terang, gamblang, dan berdasarkan bukti," tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC