Banten

70 Rumah Dirapikan, Tanggul Anti-Rob Dibangun: Solusi Permanen Atasi Banjir di Pluit

Moehamad Dheny Permana | 16 Mei 2025, 20:08 WIB
70 Rumah Dirapikan, Tanggul Anti-Rob Dibangun: Solusi Permanen Atasi Banjir di Pluit

Akurat Banten - Pemerintah Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, tengah melakukan penataan kawasan sebagai upaya mitigasi banjir rob yang kerap melanda wilayah tersebut.

Sebanyak 70 rumah warga di RW 01 dan RW 22 mulai dirapikan karena bangunannya melebihi batas Garis Sempadan Bangunan (GSB), atau bahkan menjorok hingga memakan badan jalan.

Menurut Lurah Pluit, Achmad Faizal, tindakan ini bukan sepenuhnya pembongkaran, melainkan penyesuaian terhadap ketentuan tata ruang.

"Sebenarnya bukan dibongkar, tapi dirapikan karena sebagian bangunan warga yang tinggal di sini melampaui GSB-nya," kata Faizal.

Baca Juga: Jakarta Lumpuh! Setengah Juta Ojol Bersatu Padati Ibu Kota, Matikan Aplikasi & Serukan Keadilan

Bagian bangunan yang menjorok ke jalan tersebut harus dikembalikan sesuai garis batas karena akan digunakan untuk pembangunan tanggul penahan banjir rob.

Rencananya, tanggul tersebut akan dibuat dalam bentuk jalan dengan spesifikasi ketinggian 1,1 meter dan lebar enam meter.

“Jadi memang bukan seperti tanggul permanen dari beton tinggi, tetapi berupa jalan dengan ketinggian tertentu. Karena wilayah ini kontur tanahnya rendah dan cekung, bentuknya seperti mangkuk, sehingga air pasang mudah masuk,” jelas Faizal.

Faizal menambahkan, rob yang masuk melalui RT 05, RT 10, RT 09, RT 12, dan RT 04 seringkali meluber ke area tengah wilayah RW 01 dan RW 22.

Baca Juga: Terobosan Penting! Eddy Soeparno dan Wali Kota Tangsel Bersinergi Atasi Darurat Sampah dengan Teknologi Canggih

Di kawasan tersebut, permukaan tanah lebih rendah sehingga menjadi titik kumpul air saat air laut pasang.

“Ketika rob masuk, air sulit sekali surut. Kedalamannya bisa mencapai dua meter karena kondisi jalan yang cekung,” ungkapnya.

Upaya pembangunan tanggul ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam menghadapi dampak perubahan iklim dan naiknya permukaan air laut.

Selain itu, proyek ini juga bertujuan untuk menjaga aksesibilitas jalan yang selama ini terganggu akibat bangunan yang memakan badan jalan.

Penataan ini dilakukan dengan pendekatan persuasif kepada warga agar mereka dapat memahami urgensi pembangunan tanggul.

Baca Juga: Bukan Cuma Pandai Bicara: Menguak Keunikan Beo Nias, Burung Endemik Paling Langka di Sumut!

Pemerintah kelurahan melibatkan warga dalam proses sosialisasi agar pelaksanaan berjalan lancar tanpa konflik.

Dengan pembangunan tanggul ini, diharapkan kawasan Pluit yang selama ini langganan banjir rob dapat lebih terlindungi dan warga pun merasa aman dan nyaman.

Ke depan, langkah serupa akan terus dilakukan secara bertahap di wilayah-wilayah pesisir lain yang memiliki permasalahan serupa.

Langkah ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Jakarta Utara dalam membenahi kawasan rawan banjir secara berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan kepentingan dan kenyamanan warga yang terdampak.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.