Lonjakan Pengangguran di Indonesia Capai 7,28 Juta: Pemerintah Siapkan Program Skill Masa Depan untuk Lulusan SMK

AKURAT BANTEN - Tingkat pengangguran di Indonesia kembali mengalami peningkatan.
Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran pada Februari 2025 tercatat mencapai 7,28 juta orang.
Jumlah ini bertambah sekitar 83.000 orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Menteri Ketenagakerjaan Yasir Lee menyampaikan bahwa pihaknya berencana melakukan pertemuan dengan BPS dalam waktu dekat.
Langkah tersebut bertujuan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi ketenagakerjaan nasional, sekaligus menjadi pijakan dalam merumuskan kebijakan baru.
Yasir menyatakan bahwa keputusan dan langkah strategis pemerintah ke depan sangat bergantung pada hasil kajian terhadap data ketenagakerjaan yang dihimpun oleh BPS.
Ia juga belum memberikan komentar detail karena masih menunggu laporan lengkap.
Meski demikian, dalam rapat bersama Komisi IX DPR, Yasir mengungkapkan salah satu inisiatif yang tengah disiapkan pemerintah, yakni program School to Work.
Program ini dirancang khusus untuk lulusan SMK, dengan fokus pada penguatan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri masa kini dan masa depan.
Beberapa keahlian yang akan dikembangkan meliputi elektronika industri, kecerdasan buatan, serta kemampuan bahasa asing.
Tujuan dari program ini adalah untuk menekan angka pengangguran di kalangan lulusan muda dan menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dengan dunia kerja yang terus berkembang.
Di sisi lain, Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa walaupun secara absolut jumlah pengangguran meningkat, tingkat pengangguran terbuka justru sedikit turun, dari 4,82 persen menjadi 4,76 persen.
Penurunan ini menunjukkan bahwa jumlah penduduk yang terserap ke dunia kerja tumbuh sebesar 2,52 persen, melebihi peningkatan angka penganggur yang tercatat 1,11 persen.
Namun begitu, Amalia menekankan bahwa kondisi ini tetap perlu diwaspadai.
Di tengah tekanan ekonomi global dan maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK), sektor ketenagakerjaan nasional memerlukan pendekatan yang tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran.
Baca Juga: Kabar Gembira! Honorer R2 dan R3 Langsung Diangkat Jadi PPPK Penuh Waktu, Seleksi CASN Terlewati!
Kenaikan angka pengangguran ini menjadi sinyal penting bahwa pembenahan dunia kerja dan peningkatan kompetensi tenaga kerja perlu segera dilakukan, agar Indonesia tidak tertinggal dalam menghadapi tantangan ekonomi yang terus berubah.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 2Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 3Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 4Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 5Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 8Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 98 Tuntutan Gugatan Gibran di MK Terungkap, Ada Permintaan Batalkan Pelantikan dan Pilih Wapres Baru
- 10Roy Suryo Soroti Biografi Gibran di MK, Ada Perbedaan Keterangan Pendidikan yang Dipersoalkan







