Banten

Lonjakan Pengangguran di Indonesia Capai 7,28 Juta: Pemerintah Siapkan Program Skill Masa Depan untuk Lulusan SMK

Cooky T. Adhikara | 7 Mei 2025, 07:30 WIB
Lonjakan Pengangguran di Indonesia Capai 7,28 Juta: Pemerintah Siapkan Program Skill Masa Depan untuk Lulusan SMK

AKURAT BANTEN - Tingkat pengangguran di Indonesia kembali mengalami peningkatan.

Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran pada Februari 2025 tercatat mencapai 7,28 juta orang.

Jumlah ini bertambah sekitar 83.000 orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Menteri Ketenagakerjaan Yasir Lee menyampaikan bahwa pihaknya berencana melakukan pertemuan dengan BPS dalam waktu dekat.

Langkah tersebut bertujuan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi ketenagakerjaan nasional, sekaligus menjadi pijakan dalam merumuskan kebijakan baru.

Yasir menyatakan bahwa keputusan dan langkah strategis pemerintah ke depan sangat bergantung pada hasil kajian terhadap data ketenagakerjaan yang dihimpun oleh BPS.

Baca Juga: GEBRAKAN! Pemprov Banten : Gratiskan 811 Sekolah Swasta, Orang Tua Lega Dana SPP Langsung ke Rekening Siswa!

Ia juga belum memberikan komentar detail karena masih menunggu laporan lengkap.

Meski demikian, dalam rapat bersama Komisi IX DPR, Yasir mengungkapkan salah satu inisiatif yang tengah disiapkan pemerintah, yakni program School to Work.

Program ini dirancang khusus untuk lulusan SMK, dengan fokus pada penguatan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri masa kini dan masa depan.

Beberapa keahlian yang akan dikembangkan meliputi elektronika industri, kecerdasan buatan, serta kemampuan bahasa asing.

Tujuan dari program ini adalah untuk menekan angka pengangguran di kalangan lulusan muda dan menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dengan dunia kerja yang terus berkembang.

Baca Juga: Usai Dilanda Kebakaran Hebat, Kini Israel Diterpa Banjir Besar Hingga Sebabkan Kerusakan Parah pada Infrastruktur

Di sisi lain, Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa walaupun secara absolut jumlah pengangguran meningkat, tingkat pengangguran terbuka justru sedikit turun, dari 4,82 persen menjadi 4,76 persen.

Penurunan ini menunjukkan bahwa jumlah penduduk yang terserap ke dunia kerja tumbuh sebesar 2,52 persen, melebihi peningkatan angka penganggur yang tercatat 1,11 persen.

Namun begitu, Amalia menekankan bahwa kondisi ini tetap perlu diwaspadai.

Di tengah tekanan ekonomi global dan maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK), sektor ketenagakerjaan nasional memerlukan pendekatan yang tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran.

Baca Juga: Kabar Gembira! Honorer R2 dan R3 Langsung Diangkat Jadi PPPK Penuh Waktu, Seleksi CASN Terlewati!

Kenaikan angka pengangguran ini menjadi sinyal penting bahwa pembenahan dunia kerja dan peningkatan kompetensi tenaga kerja perlu segera dilakukan, agar Indonesia tidak tertinggal dalam menghadapi tantangan ekonomi yang terus berubah.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.