Bareskrim Tetapkan Kades dan Sekdes Kohod Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan SHGB Terkait Pagar Laut Tangerang

AKURAT BANTEN - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri resmi menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) terkait proyek pagar laut di Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten.
Keempat tersangka tersebut diduga terlibat dalam praktik manipulasi dokumen demi mendapatkan hak atas tanah secara tidak sah.
Baca Juga: Rahasia Dapur TikTok: Bongkar Cara Kreatif Raup Rupiah!
Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, mengungkapkan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menggelar perkara dan menemukan cukup bukti atas dugaan pemalsuan.
Salah satu nama yang terseret dalam kasus ini adalah Kepala Desa Kohod, Arsin. Selain Arsin, tiga orang lainnya yang ikut dijadikan tersangka adalah Sekretaris Desa berinisial UK, serta dua penerima kuasa berinisial SP dan CE.
Menurut Djuhandhani, keempat tersangka diduga bersekongkol untuk memanipulasi berbagai dokumen dalam proses pengajuan sertifikat tanah.
Tindakan ini disinyalir bertujuan untuk mengamankan kepemilikan lahan yang sebenarnya tidak memenuhi syarat legalitas yang berlaku.
"Dari hasil penyelidikan, kami menemukan indikasi kuat adanya pemalsuan dokumen dalam proses permohonan hak atas tanah," ujarnya.
Baca Juga: Keamanan Data Pribadi: 10 Cara Melindungi Diri dari Ancaman Hacker
Lebih lanjut, pihak kepolisian akan terus mendalami kasus ini untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Djuhandhani menegaskan bahwa kasus pemalsuan dokumen pertanahan seperti ini sangat merugikan masyarakat dan dapat memicu sengketa tanah yang berkepanjangan.
Oleh karena itu, kepolisian berkomitmen menindak tegas pelaku-pelaku yang mencoba bermain curang dalam urusan legalitas tanah.
Kasus pemalsuan sertifikat tanah bukanlah hal baru di Indonesia, terutama di daerah yang mengalami perkembangan pesat. Banyak oknum yang memanfaatkan celah hukum untuk mengambil keuntungan pribadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Bukan Anies atau Ganjar, Zulhas Malah Diusulkan Jadi Pengganti Gibran, Siapa Pengusulnya?
- 220.980 Prajurit TNI AL Disiagakan di Jakarta, Dokumen Pengerahan Ini Bikin Publik Bertanya-tanya!
- 3Mahfud MD Bongkar Dampak Putusan MA soal Suket Gibran, Nasib Jabatan Wapres Jadi Sorotan
- 4Benyamin Davnie Resmi Jadi Ketua Dewan Penasehat Gerindra Tangsel, Siap Gaspol Konsolidasi Internal
- 5Gibran Terancam Lengser, Relawan Jokowi Beri Peringatan Keras ke Prabowo
- 6Komitmen DPAD Kota Tangerang: Ubah Perpustakaan Jadi Pusat Pemberdayaan dan Kreativitas Warga
- 7Gibran Terancam Kehilangan Kursi Wapres? Pakar Hukum Minta DPR Segera Bertindak
- 8Tagihan Air Melonjak Hingga Rp2,3 Juta, Pelanggan Asal Cipondoh Ancam Laporkan Perumda Tirta Benteng ke Ombudsman
- 9Cuma Butuh Satu Gol! Lamine Yamal Bisa Pecahkan Rekor Kylian Mbappe saat Barcelona Hadapi Aston Villa
- 10Chelsea Serius Kejar Alex Scott, Siapkan Dana Rp2,18 Triliun untuk Boyong Gelandang Bournemouth








