Banten

Bea Cukai Kamboja Pelajari Berbagai Aspek Inovatif Bea Cukai Banten, Mulai dari Kesetaraan Gender Hingga UMKM

Noudhy Valdryno | 13 Februari 2025, 18:58 WIB
 Bea Cukai Kamboja Pelajari Berbagai Aspek Inovatif Bea Cukai Banten, Mulai dari Kesetaraan Gender Hingga UMKM

AKURAT BANTEN - Delegasi Bea Cukai Kamboja (General Department of Customs and Excise Cambodia) menyambangi Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Banten, kunjungan tersebut guna mempelajari berbagai aspek serta program inovatif. 

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Bea Cukai Tangerang, Robertus Rio Surya Budi Laksana menyebutkan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian “Study Trip for a Delegation of the General Department of Customs and Excise (GDCE) Cambodia to the Directorate General of Customs and Excise (DGCE) Indonesia. 

Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (12/2), kemarin diselenggarakan di Aula Lantai 4 Kanwil Bea Cukai Banten. Dengan diawali Office Tour Delegasi Bea Cukai Kamboja dan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke PT FollowMe Indonesia di Taman Tekno, Kota Tangerang Selatan. 

Baca Juga: Hukuman Diperberat, Harvey Moeis Dipenjara 20 Tahun dan Bayar Uang Pengganti Rp420 Miliar

“Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari inovasi Kanwil Bea Cukai Banten dalam mendorong kesetaraan gender, fasilitas perdagangan, serta pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),” ujar Robertus Rio, Kamis (13/2/2025).

Rio mengaku, kunjungan tersebut juga merupakan bagian dari upaya Bea Cukai Kamboja untuk memperkuat kapasitas kelembagaannya. Khususnya dalam hal Kesetaraan Gender dan Keberagaman (Gender Equality and Diversity/GED) dan Fasilitas perdagangan. 

Adapun selama kunjungan berlangsung, delegasi Kamboja fokus dalam mempelajari tiga aspek utama pengalaman DJBC, diantaranya :

Baca Juga: Terobosan Baru: PNS Bisa Kerja dari Rumah, Kapan Saja!

Peningkatan Kapasitas Gender Equality and Diversity (GED)

DJBC berbagi pengalaman dalam melakukan Organisational GED Assessment, menyusun dan memperbarui rencana aksi GED setiap tahun, serta mengalokasikan sumber daya untuk pengembangan kapasitas, seperti lokakarya GED bagi pegawai.  

 

Pencegahan Pelecehan Seksual di Tempat Kerja

DJBC membagikan pengalaman mereka dalam mengembangkan kebijakan dan pedoman pencegahan pelecehan seksual, termasuk pelatihan tentang Kekerasan Berbasis Gender. DJBC juga telah membentuk mekanisme pelaporan yang bersifat rahasia dan mudah diakses untuk memastikan lingkungan kerja yang aman dan inklusif.  

 

Fasilitas Perdagangan dan Dukungan untuk UMKM

DJBC memaparkan pengalaman mereka dalam memfasilitasi perdagangan, khususnya dalam memberikan dukungan kepada UMKM yang terlibat dalam perdagangan internasional. Program ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM di pasar global.  

 

Promosikan Produk UMKM

Selain sesi diskusi, kunjungan ini juga menampilkan produk-produk UMKM binaan Kanwil Bea Cukai Banten, KPPBC TMP A Tangerang dan KPPBC TMP A Merak, seperti UMKM Cokelatin, UMKM Lasambal, UMKM Saripati Laer, dan UMKM La Tazha. 

“Keberhasilan UMKM-UMKM ini menjadi bukti nyata dukungan DJBC dalam meningkatkan daya saing lokal di kancah internasional,” ungkap Rio. 

Sebagai kegiatan penutup, adapun rangkaian kunjungan lapangan ke PT FollowMe Indonesia, salah satu UMKM binaan Kanwil Bea Cukai Banten yang telah merambah pasar internasional melalui ekspor perdana ke Jepang pada Januari 2024. 

Menurut Rio, kunjungan Bea Cukai Kamboja ke Indonesia mencerminkan komitmen kedua negara untuk memperkuat kerja sama di bidang kepabeanan dan perdagangan. Program GED dan Fasilitas perdagangan yang diimplementasikan oleh DJBC telah mendapatkan pengakuan internasional, menjadikan Indonesia sebagai referensi bagi negara-negara lain, termasuk Kamboja.  

“Penerapan prinsip kesetaraan gender dan keberagaman di lingkungan kerja tidak hanya meningkatkan produktivitas dan moral pegawai, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Sementara itu, dukungan terhadap UMKM dalam perdagangan internasional menunjukkan peran strategis DJBC dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kesenjangan sosial,” paparnya. 

Sehingga, kunjungan ini menandai babak baru dalam kerja sama bilateral di bidang kepabeanan dan perdagangan. Melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman, kedua negara dapat saling belajar dan mengadopsi praktik terbaik untuk mencapai tujuan bersama, seperti kesetaraan gender, pemberdayaan UMKM, dan Fasilitas perdagangan yang lebih efisien.  

“Keberhasilan DJBC dalam mengimplementasikan program GED dan Fasilitas perdagangan diharapkan dapat menginspirasi negara-negara lain untuk mengadopsi pendekatan serupa, menciptakan dampak positif yang lebih luas di tingkat regional dan global,” ungkap Rio. 

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.