Pemkot Tangsel Darurat Sampah Ditolak Buang Ke TPA Pandeglang, Perlu dan Segera Terapkan Ekonomi Sirkular?

AKURAT BANTEN - Tempat Pemrosesan atau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Tangerang Nyaris Penuh, kemudian ditolak sementara untuk membuang sampah di pandeglang, kini darurat sampah kembali melanda Pemerintahan Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel).
Seperti diketahui, tempat pembuangan sampah di TPA Rawa Kucing, Tangerang, hampir sudah tidak mampu lagi menampung pasokan sampah dari kota tersebut.
Sehingga banyak pihak menilai, Pengolahan sampah di Tangsel dari hulu penting dan segera dilakukannya penerapan ekonomi sirkular untuk segera dilakukan secara mandiri.
Sebagai informasi, ekonomi sirkular adalah model ekonomi yang berfokus pada pemanfaatan sumber daya secara efisien, mengurangi limbah, dan mengembalikan material ke dalam siklus produksi.
Ekonomi.
Sirkular berbeda dengan model ekonomi linear yang berfokus pada pengambilan sumber daya, produksi, penggunaan, dan pembuangan sebagai limbah.
Maka dengan pemanfaatan ekonomi sirkular dapat memberikan nilai positif, seperti:
- Mengurangi limbah
- Mengurangi dampak lingkungan dari produksi dan konsumsi
- Meningkatkan kemampuan bersaing
- Mengatasi permasalahan kelangkaan sumber daya
- Mendorong produktivitas sumber daya.
"Pendekatan 4R dari ekonomi sirkular yaitu Kurangi - Gunakan kembali - Daur ulang - Pulihkan"
Hal ini, Tangsel dinilai mendesak untuk segera terapkan sistim ekonomi sirkular, karena baru-baru ini pasokan sampah Tangsel pun ditolak TPA Pandeglang.
Menurut keterangan yang disampaikan oleh Winarno bahwa penampungan sampah dari Tangsel saat ini dihentikan sementara karena diprotes oleh warga. Untuk saat ini, penampungan kiriman dari Serang masih berlanjut.
"Jadi untuk Tangsel sementara kita pending dulu," ungkapnya pada, Rabu (11/09/2024) dikutip Akurat Banten.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 2Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 3Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 4Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 5Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 8Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 98 Tuntutan Gugatan Gibran di MK Terungkap, Ada Permintaan Batalkan Pelantikan dan Pilih Wapres Baru
- 10Roy Suryo Soroti Biografi Gibran di MK, Ada Perbedaan Keterangan Pendidikan yang Dipersoalkan







