Kapal Nelayan Sri Mariana Sudah Berlayar Sejak Sembilan Bulan Lalu Dari Sibolaga

AKURAT BANTEN - Kabar kematian enam orang awak kapal Sri Mariana sempat ramai pada hari Minggu 4 Agustus 2024 kemarin.
Kapal tersebut diketahui membawa sebanyak 36 orang dan berlayar sejak 9 bulan lalu di Samudera Hindia.
"Totalnya itu ada 36 orang, 6 org meninggal, 14 di rumah sakit dan 16 org masih berada di kapal," kata Kepala Balai Karantina Kesehatan Kelas 1 Banten, Resi Arisandi, kepada wartawan.
Baca Juga: Sempat Hilang Terbawa Arus, Jenazah Nelayan di Rancecet ditemukan
dia juga mengatakan, kapal yang ditumpangi 36 orang itu berangkat dari Sibolga menuju Samudera Hindia.
"Kronologis singkatnya kapal ini dari samudra Hindia, mereka berangkat dari Sibolga menuju Samudera Hindia selama 9 bulan di sana dari bulan Oktober sampe bulan Juli," katanya.
Saat ini, kata Resi Arisandi, pihaknya masih menunggu hasil lab untuk dapat mengetahui penyebab kematian enam orang awak kapal tersebut.
Baca Juga: Terjun Dari Lantai 6 Gedung di Jakbar, Pria Tak Dikenal Tewas Seketika, Diduga Bunuh Diri
"Masih kita cari, kita nunggu hasil lab, mungkin besok sore baru bisa kita tau," ucapnya. Senin (5/8/24).
Kata Resi, enam orang awak kapal tersebut mulai meninggal sejak bulan Juli, kemudain selain itu ada juga satu orang sedang dalam keadaan kritis.
"Nah di bulan Juli inilah terdapat ada yang meninggal, ada 6 orang yang meninggal, 7 orang sakit dan 16 masih kita observasi," cetusnya.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Launching Program Sate Sami, Langkah Pencegahan Stunting Pada Anak
Saat ini, kata Resi Arisandi, masih terus bertambah jumlah awak kapal yang mengalami sakit dan harus diberikan perawatan.
"Sekarang bertambah lagi jadi 14 orang yang dirawat di rumah sakit," katanya, Senin (5/8/24).
Pihaknya saat ini masih menyelidiki penyebab yang terjadi terhadap puluhan awak kapal Sri Mariana yang diketahui pada Minggu 4 Agustus 2024 dinihari.
Baca Juga: Tragedi Kapal KM Sri Mariana: Enam Nelayan Meninggal, Satu Kritis di Pulau Tempurung, Merak, Banten
"Jadi proses meninggalnya masih kami teliti, masih kami periksa hasil darahnya ke BPLKM Jakarta," jelasnya.
Sementara itu, awak kapal yang lainnya kata dia akan dikarantina sambil menunggu hasil lab atas kematian enam orang tersebut.
"Iya masih di karantina, menunggu nanti juga temen-temennya yang ada di kapal kita akan karantina di darat," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Gibran Disorot soal Ijazah, Nama Anies Baswedan Muncul! Refly Harun Ungkap Sosok Pengganti Wapres
- 2Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang Perkuat Kapasitas Keluarga dan Pemasaran UMKM di Kelurahan Setu
- 3Ubah Stigma Mahjong, Andrew Herman Gelar Turnamen Berhadiah Rp15 Juta di One District at Puri
- 4Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 5Ansor Tangsel Sukses Gelar Ansor Fest Experience 2026 di Mall, Padukan Syiar dan Kreativitas Pemuda
- 6Belum Selesai Kasus 115 Pelanggaran! Manchester City Terancam Investigasi Baru dan Sanksi Tambahan
- 7Bukan Sekadar Kalah! Alexander Isak Soroti Kesalahan Fatal Liverpool saat Tumbang 2-3 di Istanbul
- 8Comeback Gila Real Madrid Bikin Bellingham Terpukau! Jude Minta Satu Hal Ini Dipertahankan Los Blancos
- 9Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 10Jokowi dan Roy Suryo Saling Sindir di Sidang Ijazah, Ending Jabat Tangan Ini Bikin Publik Terkejut!






