Banten

Renungan 2024: Menua Bersama Waktu Karena Masa Tak Bisa Berhenti Untuk Waktumu

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 1 Januari 2024, 13:54 WIB
Renungan 2024: Menua Bersama Waktu Karena Masa Tak Bisa Berhenti Untuk Waktumu

AKURAT BANTEN - Semakin menua kita, semakin panjang jalan cerita kehidupan dan akan menjadi sebuah kenangan hidup.

Semakin mudah kita rindu dengan masa lalu yang pernah, dimana pada masa itu kita anggap biasa-biasa saja, tapi kini menjadi luar biasa dan ngangenin.

Jika waktu bisa diputar kembali, ingin rasanya kembali ke masa lalu, ketika kita masih kecil atau remaja.

Ketika orang tua masih ada dan ketika orang-orang yang kita kangeni di masa lalu masih ada.

Ketika bermain di sawah lapang, berlari-lari mengejar layangan dengan tanpa alas kaki.

Ketika masih dibangku sekolah sambil bernyanyi sambil memukul-mukul meja ketika guru berhalangan mengajar.

Atau tertawa lepas, bergurau, riang gembira, seakan dunia ini isinya hanya untuk kesenangan saja.

Ternyata baru kita sadari bahwa hidup tak selamanya indah, tapi yang indah itu tetap hidup dalam kenangan.

Namun masa tak bisa berhenti, terus berjalan menuakan kita. Tak peduli apakah kita setuju atau tidak, siap atau tidak siap.

Lalu akhirnya kita bekerja, menikah dan terjun ke masyarakat dengan berbagai macam peran dan tanggung jawab yang tak ringan.

Mulai bersikap dewasa dan mendewasakan orang lain, mendidik dan belajar serta mencari nafkah dengan peluh dan lelah.

Kemudian tua, dan sendiri lagi. Jika masih ada pasangan, tinggal berduaan. Anak-anak sudah asyik dengan hidupnya sendiri, datang dan menyapa hanya musiman.

Itulah jalan hidup yang akan dilalui oleh setiap anak manusia.

Sepanjang jalan kenangan tak ada artinya tanpa sepanjang jalan harapan menuju masa depan di dunia dan akhirat.

Jadikan masa lalu dalam kenangan manis dan harus menjadi pelajaran dan batu pijakan untuk merangkai kebahagiaan di masa depan.

Karena masa depan masih menanti untuk diperjuangkan dan masa kini menyapa untuk dinikmati sepenuh hati.

"Itulah umat yang telah lalu. Baginya apa yang telah mereka usahakan dan bagimu apa yang telah kamu usahakan. Dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang apa yang dahulu mereka kerjakan" (Qs. 2 ayat 134).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.