ISRAEL Seperti Penjahat Ingusan Vs TATAR Yang Pernah Menjadi Negara Super Power Penghancur Dinasti Islam

AKURAT BANTEN - Bangsa Tatar (Tatar: tatarlar/татарлар), kadang-kadang dieja Tartar, adalah suku bangsa yang berjumlah sebesar 10 juta jiwa pada akhir abad ke-20. Rusia merupakan tempat tinggal dari mayoritas bangsa Tatar yang mencapai populasi tujuh juta jiwa. Uzbekistan, Kazakhstan, Ukraina, Tajikistan, Kirgizstan, Turkmenistan dan Azerbaijan juga memiliki populasi Tatar di atas 30.000 jiwa. (wikipedia)
Kala itu, Tatar menjadi negara super power dan merasa di atas angin, karena ibukota khilafah Islam Baghdad mereka hancurkan, Transoxiana dan Kurasan diluluhlantahkan, Damaskus dan Aleppo direbut, mental umat muslim rusak parah, sampai saat itu muncul slogan kalau ada kabar pasukan Tatar kalah, berarti kabar tersebut bohong.
Bayangkan, selangkah lagi pasukan berkuda Tatar sampai di pintu Mesir, mereka sudah masuk ke Terusan Suez, beberapa utusannya mengirim surat ke sultan Quthuz untuk menyerah dan mengajak damai, apakah sultan menerima ajakan utusan Kitbugha (Jenderal tertinggi Hulagu Khan) tersebut dengan alasan tidak ada pertolongan dari umat Muslim negeri lain, atau keadaannya sama seperti fase waktu Mekkah ?
Bukannya menerima ajakan untuk menyerah dan tunduk ke Tatar, beliau justru mengajak para ulama duduk bersama-sama di majelis musyawarah, dipimpin oleh Syaikh Izzuddin bin Abdis Salam Al Asy'ariy As Syafi'iy untuk membuat gerakan resolusi jihad, serta mengajak semua rakyat Mesir mengumpulkan hartanya disumbangkan untuk keperluan jihad.
Ketika itu umat muslim banyak dibunuh, semua negeri umat muslim direbut, yg belum direbut tinggal satu, yaitu Mesir. Tidak ada kata menyerah bagi mereka, tidak ada kata damai bagi mereka, mereka siap menjadikan Mesir sebagai benteng terakhir tempat perlindungan umat Muslim, tidak ada mereka beralasan keadaan rakyat Mesir sama seperti fase di Mekkah.
Andai waktu itu Syaikh Izzuddin memberi fatwa keadaan Mesir sama seperti fase Mekkah, mungkin negara Islam sudah lenyap, tidak akan ada lagi kita dengar sejarah negara Islam setidaknya sampai Turki Utsmani runtuh seratus tahun lalu, tidak akan pernah kita dengar kegigihan jihad sultan Baibars, trio Qalawun, atau ketegasan Syaikh Ibnu Taimiyah menghadapi pasukan Mongol yg khawarij.
- Baca Juga: Geopark Ujung Kulon Banten Akan Ditetapkan Sebagai Geopark Nasional
- Baca Juga: UMP Banten Ditetapkan Naik 2,50% Pada 2024, Berdasarkan SK Gubernur Banten
- Baca Juga: Politikus Banteng Salurkan Bantuan Kemensos di Pandeglang
Israel Penjahat Yang Masih Ingusan
Bayangkan dengan Israel yang hanya menghadapi Palestina saja dimana luas wlayahnya tergolong kecil, Butuh waktu bertahun-tahun dan sampai saat ini Palestina masih berdiri kokoh sebagai negeri yang mampu bertahan bersama rakyatnya.
Alasannya adalah Israel tidak memiliki sejarah sebagai bangsa pejuang, menurut sejarah, bangsa Yahudi Israel lebih sering berpencar kalau ada tekanan dan acap kali di usir oleh beberapa negara pada zamannya.
Lalu ingin menjadi jargon dizajirah arab dengan menujukkan tanah asal berdasarkan peta yang mereka buat sendiri? Wowww.. Ini mimpi besar mereka!
Kita tunggu saja seperti apa jadinya Israel, Apakah akan seperti Negeri TATAR atau akan hancur seperti Firaun atas kesombongannya selama ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 4Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 5Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan
- 9Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 10Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti






