Sudaryono Disorot soal MBG, Ajakan Guru Makan Bersama Siswa Malah Picu Kritik Pedas

AKURAT BANTEN – Pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengenai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan.
Imbauannya agar guru ikut menyantap menu MBG bersama siswa mendapat tanggapan kritis dari pegiat media sosial Jhon Sitorus.
Sudaryono sebelumnya meminta para guru untuk makan bersama peserta didik di sekolah.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan konsumsi makanan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran bagi siswa.
Baca Juga: BGN Larang Siswa Bawa Pulang Makanan MBG, Ternyata Ini Risiko yang Mengintai
Melalui kegiatan makan bersama, guru dinilai dapat memberikan contoh mengenai kebiasaan hidup bersih dan tertib.
Mulai dari mencuci tangan sebelum makan, berdoa, hingga menerapkan tata krama ketika menyantap makanan dapat diajarkan secara langsung.
Selain fungsi edukasi, Sudaryono juga menyebut guru dapat berperan dalam pemeriksaan awal terhadap makanan yang diterima siswa.
Apabila makanan dinilai tidak layak, menu tersebut seharusnya tidak dibagikan kepada peserta didik.
Baca Juga: Makanan MBG Wajib Habis dalam 4 Jam, BGN Beri Peringatan Tegas kepada Siswa dan Guru
Gagasan tersebut kemudian mendapat respons dari Jhon Sitorus.
Ia justru mempertanyakan efektivitas guru makan bersama siswa sebagai bagian dari upaya mencegah persoalan keamanan makanan dalam program MBG.
Menurut Jhon, jika makanan yang disajikan ternyata bermasalah, keterlibatan guru dalam menyantap menu yang sama berpotensi membuat jumlah orang yang terdampak semakin banyak. Kritik tersebut ia sampaikan melalui media sosial.
Jhon kemudian menawarkan pendekatan berbeda.
Baca Juga: Blak-Blakan! BGN Bongkar 950 Dapur MBG ‘Kotor’ yang Bahayakan Kesehatan Anak
Menurutnya, pihak yang terlibat langsung dalam pengelolaan makanan seharusnya memiliki tanggung jawab lebih besar dalam memastikan menu yang dikirim ke sekolah telah memenuhi standar keamanan.
Ia secara khusus menyoroti kepala dan pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Jhon berpandangan bahwa pengelola dapur MBG perlu memastikan kualitas makanan sebelum menu tersebut sampai ke tangan siswa dan guru.
Kritik tersebut juga membuat Jhon membandingkan Sudaryono dengan dua kepala BGN sebelumnya, yakni Nanik S. Deyang dan Dadan Hindayana.
Baca Juga: Terungkap 414 SPPG Sempat Terima Dana Meski Belum Beroperasi, BGN Jelaskan Penyebabnya
Ia menilai Sudaryono juga tidak luput dari kebijakan yang menurutnya dapat menimbulkan persoalan.
Namun, penilaian Jhon tersebut merupakan kritik pribadi dan tidak bisa dianggap sebagai kesimpulan bahwa kebijakan Sudaryono terbukti keliru.
Sementara itu, pernyataan Sudaryono sendiri menunjukkan bahwa makan bersama memiliki tujuan edukasi sekaligus pemeriksaan terhadap kondisi makanan.
Perdebatan ini menyoroti satu persoalan penting dalam pelaksanaan MBG, yakni keamanan pangan.
Program yang menyasar siswa dalam jumlah besar membutuhkan sistem pengawasan yang tidak hanya dilakukan ketika makanan sudah tiba di sekolah.
Proses mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, pengemasan, hingga distribusi perlu diperhatikan agar makanan yang diterima siswa memenuhi standar keamanan dan gizi.
Di sisi lain, keterlibatan guru dalam kegiatan makan bersama dapat memberikan manfaat dari sisi pembentukan kebiasaan siswa.
Guru dapat menjadi contoh mengenai pola makan yang tertib sekaligus membantu menciptakan suasana makan yang edukatif.
Baca Juga: BGN Tegas! SPPG Program Makan Bergizi Gratis yang Tak Penuhi Standar Bakal Ditutup
Karena itu, persoalan utama bukan sekadar siapa yang ikut makan bersama siswa, melainkan bagaimana sistem pengawasan keamanan makanan dibangun secara menyeluruh.
Kritik Jhon juga menunjukkan pentingnya pembagian tanggung jawab yang jelas antara pengelola dapur, petugas distribusi, sekolah, dan guru.
Masing-masing pihak perlu mengetahui perannya agar persoalan keamanan makanan tidak ditangani setelah muncul masalah.
Program MBG sendiri merupakan kebijakan berskala besar sehingga evaluasi berkala menjadi penting.
Baca Juga: Blusukan Jam 3 Pagi di Bogor, Kepala BGN Temukan Dapur MBG Keteteran Hingga Ancam Tutup!
Setiap masukan dari masyarakat dapat menjadi bahan untuk memperbaiki pelaksanaan program, terutama terkait kualitas dan keamanan makanan.
Hingga kini, pernyataan Sudaryono dan kritik Jhon Sitorus menjadi bagian dari perdebatan mengenai cara terbaik menjalankan MBG.
Yang menjadi perhatian utama adalah memastikan program tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi siswa tanpa mengabaikan aspek keamanan pangan.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 5MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 6Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 7Golkar Ungkap Alasan Partai Pendukung Tak Turun Bela Gibran di MK, Ini Penjelasannya
- 8Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 9Dedi Mulyadi Disebut Bisa Jadi Cawapres Prabowo 2029, Syarat Politik Ini Jadi Sorotan
- 10Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'










