Mantan Wamenaker Noel Beri Peringatan Keras ke Prabowo di Bulan Juni hingga Juli Singgung Ancaman Penggulingan Pemerintahan dan Situasi Mirip 1998

AKURAT BANTEN – Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer atau Noel, menyampaikan pandangannya mengenai situasi politik yang menurutnya perlu menjadi perhatian serius Presiden Prabowo Subianto.
Dalam keterangannya, Noel mengingatkan kepala negara agar mampu membaca perkembangan politik secara cermat.
Menurutnya, kepekaan terhadap berbagai dinamika yang terjadi menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas pemerintahan.
Noel menilai terdapat potensi munculnya upaya yang dapat mengganggu jalannya pemerintahan.
Baca Juga: THR 2026 Belum Jelas Kemenaker Tunggu Restu Presiden di Tengah Desakan Percepatan
Ia bahkan mengaitkan kondisi tersebut dengan kemungkinan terulangnya situasi yang memiliki kemiripan dengan gejolak Reformasi 1998 apabila berbagai persoalan tidak diantisipasi sejak dini.
Selain menyoroti kondisi politik, Noel juga menyinggung penegakan hukum.
Ia memprediksi pada periode Juni hingga Juli akan ada sejumlah pejabat yang berpotensi tersangkut proses hukum oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menurutnya, perkembangan tersebut dapat memberikan dampak terhadap konstelasi politik nasional.
Baca Juga: Geger! Mantan Wamenaker Bocorkan Ciri-Ciri Partai di Balik Kasus Korupsi K3: Cuma 3 Huruf!
Atas dasar penilaiannya itu, Noel menyarankan Presiden Prabowo untuk memperkuat lingkaran orang-orang yang memiliki loyalitas sekaligus kemampuan memberikan pertimbangan strategis.
Ia berpandangan, keberadaan sosok yang mampu menyampaikan masukan secara objektif akan membantu pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Noel menekankan bahwa seorang pemimpin memerlukan tim yang tidak hanya setia, tetapi juga mampu membaca arah perubahan politik secara tepat.
Dengan demikian, berbagai potensi gejolak dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Pernyataan tersebut merupakan pandangan yang disampaikan Immanuel Ebenezer terkait situasi politik nasional.
Hingga informasi ini ditulis, belum terdapat tanggapan resmi dari Presiden Prabowo Subianto maupun pihak Istana mengenai pernyataan tersebut.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 2Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Pendidikan Gibran, Singgung Paket C, 'Masa Disuruh Lagi?'
- 5Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 6Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 7Dedi Mulyadi Masuk Bursa Pilpres 2029, Tapi Ada Satu Hambatan Besar yang Disorot Pengamat
- 8Makin Terbuka! Hakim MK Pertanyakan Verifikasi Dokumen Pendidikan Gibran oleh KPU
- 9Gatot Nurmantyo Ungkap Skenario Setelah Gugatan Gibran Ditolak, Prabowo Diminta Waspada
- 10Gus Nur Yakin Jokowi Tak Muncul di Sidang Roy Suryo, Ijazah Kembali Jadi Sorotan







