Heboh Kartu Pokemon Disita di Bandara Soetta Sampai Menangis, Bea Cukai Beberkan Kronologi Aslinya

AKURAT BANTEN– Media sosial kembali dihebohkan oleh sebuah narasi pilu dari dunia penerbangan internasional.
Seorang penumpang pesawat dikabarkan menangis histeris di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) setelah barang bawaannya diperiksa secara ketat oleh petugas.
Uniknya, barang yang menjadi pemicu ketegangan tersebut bukanlah tas mewah atau barang elektronik mahal, melainkan sekeranjang kartu Pokemon yang dibawa dari luar negeri.
Merespons kabar burung yang menggelinding liar dan menyudutkan institusi, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) akhirnya buka suara untuk membeberkan kronologi dan fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan.
Baca Juga: Geger Kasus Ijazah Jokowi: Refly Harun Ungkap Skenario Buruk yang Bisa Menimpa Roy Suryo!
Deteksi X-Ray dan Profiling Jastip
Peristiwa ini bermula saat seorang penumpang berinisial JES mendarat di Bandara Soetta.
Saat melewati area pemindaian, mesin X-Ray mendeteksi adanya objek berbentuk kartu dalam jumlah yang sangat masif di dalam kopernya.
Bagi orang awam, kartu Pokemon mungkin hanya sekadar mainan anak-anak.
Namun di mata kolektor dan pelaku bisnis, kartu-kartu tertentu memiliki nilai investasi tinggi yang harganya bisa mencapai jutaan hingga ratusan juta rupiah.
Selain jumlah kartu yang tidak wajar untuk konsumsi pribadi, petugas di lapangan juga melakukan profiling digital terhadap penumpang tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan data, JES diketahui memiliki rekam jejak perjalanan luar negeri yang sangat tinggi dalam waktu berdekatan, serta aktif menawarkan barang pesanan di media sosialnya.
Baca Juga: Sosok Bonatua Silalahi Jadi Sorotan Usai Terbitkan Buku Berjudul Ijazah Jokowi Tidak Ada
Bantahan Keras Terkait Intimidasi
Narasi yang beredar di platform digital menyebutkan bahwa JES diintimidasi secara verbal oleh petugas hingga mentalnya jatuh dan menangis.
Menanggapi hal ini, pihak Bea Cukai dengan tegas membantah adanya tindakan represif atau tekanan psikologis kepada penumpang.
Melalui klarifikasi resminya, DJBC memastikan bahwa seluruh proses pemeriksaan dilakukan secara profesional dan sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) yang berlaku.
Pernyataan Resmi Bea Cukai:
Terkait narasi yang beredar bahwa penumpang menangis akibat tindakan intimidasi oleh petugas, kami tegaskan bahwa narasi tersebut sama sekali tidak benar. Pemeriksaan dilakukan secara humanis murni untuk mengonfirmasi status dan nilai barang bawaan.
Tangisan penumpang diduga kuat merupakan respons emosional karena merasa panik dan khawatir koleksi berharganya akan disita atau dikenakan denda pajak yang besar, bukan karena perlakuan kasar dari petugas.
Akhir Cerita: Kooperatif dan Lolos Pajak
Ketegangan di meja pemeriksaan akhirnya mencair setelah kedua belah pihak berkomunikasi dengan kepala dingin.
JES bersikap sangat kooperatif dan menjelaskan bahwa ratusan kartu Pokemon tersebut merupakan koleksi pribadi serta oleh-oleh, bukan untuk komoditas Jasa Titipan (Jastip) ilegal.
JES juga berhasil menunjukkan bukti pembelian atau invoice resmi yang sah kepada petugas.
Setelah dilakukan verifikasi dan pencocokan data antara nilai barang di invoice dengan regulasi batas pembebasan pajak barang bawaan pribadi, petugas mengambil keputusan final.
Seluruh kartu Pokemon milik JES dibebaskan dari Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI).
Penumpang tersebut diperbolehkan membawa pulang seluruh barang bawaannya tanpa sepeser pun pungutan tambahan.
Baca Juga: Isu Ijazah Jokowi Picu Ketegangan dengan JK, Pengaruh Politik PSI Ikut Disorot
Pelajaran Penting untuk Para Kolektor
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi para traveller, pehobi, dan kolektor yang sering berburu barang ke luar negeri.
Di era digital, Bea Cukai tidak hanya memeriksa fisik barang, tetapi juga melakukan pemantauan rekam jejak digital penumpang.
Untuk menghindari kejadian serupa di masa depan, pastikan Anda selalu:
Menyimpan Invoice: Jangan pernah membuang nota pembelian barang dari luar negeri.
Jujur dalam Customs Declaration: Laporkan barang bawaan apa adanya jika melebihi kuota yang ditentukan.
Tetap Tenang: Petugas hanya menjalankan fungsi pengawasan demi melindungi iklim perdagangan dalam negeri.
Bersikap kooperatif akan membuat proses pemeriksaan selesai jauh lebih cepat.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Gibran Disorot soal Ijazah, Nama Anies Baswedan Muncul! Refly Harun Ungkap Sosok Pengganti Wapres
- 2Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang Perkuat Kapasitas Keluarga dan Pemasaran UMKM di Kelurahan Setu
- 3Ubah Stigma Mahjong, Andrew Herman Gelar Turnamen Berhadiah Rp15 Juta di One District at Puri
- 4Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 5Ansor Tangsel Sukses Gelar Ansor Fest Experience 2026 di Mall, Padukan Syiar dan Kreativitas Pemuda
- 6Belum Selesai Kasus 115 Pelanggaran! Manchester City Terancam Investigasi Baru dan Sanksi Tambahan
- 7Bukan Sekadar Kalah! Alexander Isak Soroti Kesalahan Fatal Liverpool saat Tumbang 2-3 di Istanbul
- 8Comeback Gila Real Madrid Bikin Bellingham Terpukau! Jude Minta Satu Hal Ini Dipertahankan Los Blancos
- 9Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 10Jokowi dan Roy Suryo Saling Sindir di Sidang Ijazah, Ending Jabat Tangan Ini Bikin Publik Terkejut!


